Laga.id, Surabaya – Program pembinaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur terus berlanjut. Terbaru, organisasi yang bertanggung jawab dalam pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi di Jatim itu menggelar tes fisik dan kesehatan secara bertahap.
Ratusan atlet dari berbagai daerah dan cabang olahraga (cabor) peraih medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 Malang Raya dikumpulkan. Para atlet tersebut akan dibina dan dikembangkan potensinya sekaligus sebagai pelapis di masing-masing cabor.
Sekitar 200 atlet peraih juara di Porprov IX 2025 mengikuti tes fisik dan tes kesehatan di gedung sport center Kantor KONI Jatim secara bertahap sejak (4/8/2025) kemarin.
Atlet berbagai cabor dan dari berbagai daerah ini menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan serta tes fisik meliputi tes VO2 Max, pemeriksaan kandungan oksigen dalam darah, dan pemeriksaan lainnya.
“Dari sekitar 1000 atlet, 200 diantaranya terseleksi dan jalani serangkaian tes, untuk dilakukan pembinaan berkelanjutan,” terang Kabid Binpres KONI Jatim Dudi Harjantoro ketika ditemui, Selasa (5/8/2025).
“Para atlet akan terus dipantau untuk kembali dibina dan dikembangkan performanya sebagai pelapis yang juga berhak untuk mengikuti seleksi Puslatda untuk setiap event mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Hoshi Fatihah Azharah Hartono, salah seorang atlet peraih medali di Porprov IX 2025 mengatakan usai pesta olahraga dua tahunan itu, dirinya merasa ada penurunan kondisi. Karena itu, pelajar SMAN 2 Surabaya bersyukur bisa mengikuti tes kesehatan dan tes fisik yang digelar KONI Jatim.
“Setelah dari Porprov 2025 kemarin, saya hanya menjalani latihan mandiri. Tapi, saya merasa jika performa saya menurun. Makanya, saya bertekad meningkatkan performa untuk tampil di berbagai ajang,” kata atlet dari cabor Atletik tersebut.
Kendati gelaran Porprov IX 2025 telah usai pada awal Juli kemarin, KONI Jatim berharap pengurus cabor hingga KONI di daerah untuk tetap memantau atletnya. Termasuk melakukan pembinaan secara berkelanjutan agar meningkatkan level atletnya. (*)



