Tuesday, March 3, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeArenaKhofifah Tegaskan Dukungan Penuh KONI Jatim, Marciano Tantang Prestasi di PON 2028

Khofifah Tegaskan Dukungan Penuh KONI Jatim, Marciano Tantang Prestasi di PON 2028

Laga.id, Surabaya – Ketua KONI Pusat Marciano Norman mengukuhkan pengurus KONI Jawa Timur 2025-2029 dan bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa menargetkan lonjakan prestasi menuju PON XXII 2028 berbasis sport science, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (10/2/2026).

Momentum ini bukan sekadar seremoni. Ia berubah menjadi panggung evaluasi sekaligus ultimatum prestasi. Jawa Timur, yang selama ini dikenal sebagai lumbung atlet nasional, diminta tak hanya dominan di tim nasional, tetapi juga superior di PON.

Pertanyaannya mengemuka: jika atlet Jatim bisa bersinar di level internasional, mengapa belum sepenuhnya mengunci supremasi di panggung nasional?

Marciano Norman membeberkan data SEA Games 2025 Thailand. Jatim menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Indonesia: 34 emas, 35 perak, dan 35 perunggu. Capaian itu diapresiasi, tetapi sekaligus menjadi bahan refleksi.

“Dominasi atlet Jatim di tim nasional harus menjadi bahan evaluasi. Jika di tim nasional bisa menjadi yang terbaik, mengapa di PON tidak bisa?” ujar Marciano.

Ia menilai peningkatan prestasi sangat realistis. SDM melimpah dan dukungan sport science tersedia. Kuncinya ada pada ketepatan desain program dan konsistensi eksekusi. Soliditas organisasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi prasyarat.

“KONI tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan sinergi dari seluruh pihak sangat dibutuhkan agar prestasi olahraga Jawa Timur semakin meningkat,” tegasnya.

Gubernur Khofifah menegaskan kepengurusan baru memikul mandat strategis: membangun ekosistem olahraga yang kuat sekaligus menatap PON XXII 2028 di NTB-NTT. Cabang yang sempat kehilangan medali akan dipetakan ulang dan diperkuat.

“Kami berkomitmen mendukung penuh proses pembinaan atlet. Pengembangan pada cabang-cabang olahraga yang sempat kehilangan medali akan menjadi kekuatan baru Jawa Timur,” kata Khofifah.

Ia menekankan konsistensi penerapan sport science agar pembinaan terukur, sistematis, dan berkelanjutan. Lebih jauh, olahraga harus menjadi kultur sejak usia dini.

“Olahraga harus menjadi kultur. Ini penting untuk membangun ekosistem prestasi yang kuat dan berkesinambungan,” ujarnya.

Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil memastikan sinergi pusat–daerah berjalan linier. Ia menyebut kolaborasi sebagai tanggung jawab moral untuk menjaga marwah Jatim sebagai barometer olahraga nasional.

“KONI Jawa Timur adalah mitra strategis gubernur. Kami harus selalu bekerja sama dan bersinergi. Apalagi pada SEA Games lalu, Jatim menjadi penyumbang medali emas terbanyak,” ujar Nabil.

Dengan kepengurusan baru, tekanan meningkat. Target jelas: PON 2028 bukan sekadar partisipasi, melainkan pembuktian supremasi. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

BACA JUGA