Laga.id, Jakarta – Tim Nasional eBasketball Indonesia segera melakukan evaluasi menyeluruh usai menyelesaikan perjuangan di Kualifikasi eFIBA Season 4 Regional Asia. Langkah ini diambil setelah skuad Merah Putih gagal membendung dominasi Filipina dan harus puas mengakhiri kompetisi di posisi kedua.
Ketua eSports DPP Perbasi, Pasya Marta Putra, mengungkapkan bahwa pencapaian di babak kualifikasi belum memenuhi ekspektasi organisasi. Padahal, tim telah menjalani persiapan yang jauh lebih berat dibandingkan periode sebelumnya.
“Hasil pertandingan masih belum sesuai ekspektasi. Kami sudah melakukan usaha maksimal, mulai dari meningkatkan intensitas latihan tiga kali lipat tahun ini, membangun chemistry, hingga penguatan mental. Namun, upaya tersebut belum cukup merobohkan tembok kokoh Filipina yang selalu menjadi jawara Asia di eFIBA,” ujar Pasya di Jakarta dalam keterangan resmi yang diterima Laga.id, Rabu (25/2/2026).
Pasya menilai kekalahan ini tidak hanya disebabkan oleh faktor teknis di lapangan. Menurutnya, kesenjangan antara Indonesia dan Filipina juga terletak pada kematangan ekosistem industri dan fundamental komunitas NBA2K di tanah air yang belum optimal. Ia menekankan pentingnya peran staf kepelatihan dan analis pertandingan untuk memperkuat kapabilitas tim.
“Kami merasa permasalahannya bukan hanya dari skill dan mekanik saja, tapi dari ekosistem industri dan fundamental komunitas NBA2K yang kami rasa masih kurang dioptimalkan untuk memperkuat kapabilitas timnas,” tambahnya.
Pada kualifikasi pertengahan Februari lalu, Indonesia tampil dominan di awal laga dengan mengandaskan Malaysia 308-80 dan menyingkirkan Mongolia. Namun, langkah Indonesia terhenti di Final Upper Bracket setelah takluk 122-177 dari Filipina.
Menatap musim depan, Perbasi berencana merangkul komunitas NBA2K Indonesia secara lebih masif guna menjaring talenta dan meningkatkan kompetisi domestik melalui skema scrim daring hingga liga resmi. (*)



