Laga.id, Malang – Kota Surabaya akhirnya kembali merasakan medali emas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Sejak berkalungkan medali emas pada Porprov I Jatim 2007, Kota Pahlawan tak pernah pamer medali emas meski Surabaya selalu juara umum dalam pelaksanaan Porprov Jatim.
Bahkan di dua gelaran Porprov IV dan V, sepakbola Surabaya hanya jadi penonton. Padahal selama ini Surabaya menjadi kiblatnya sepakbola Jawa Timur baik di kelompok umur, junior maupun senior.
Kini setelah menunggu sekian lama sepakbola Porprov Surabaya mulai bisa pamer kejayaan lagi. Porprov IX Jatim 2025 menjadi momentum kejayaan sepakbola Surabaya.
Tim yang dipoles pelatih muda Mokhamad Syaifuddin itu merebut medali emas setelah mengalahkan Kabupaten Mojokerto dalam drama adu penalti dengan skor 3-2 di Stadion Kahuripan, Kabupaten Malang, Senin (30/6/2025).

Usai pertandingan, Syaifuddin mengapresiasi perjuangan pemainnya yang telah berjuang keras sejak pra-Porprov hingga berhasil meraih emas. Menariknya, tak ada selebrasi berlebihan yang dilakukannya. Dia berusaha tetap tenang. Memeluk satu per satu staf pelatih dan pemain.
Yang pasti, gelar tersebut juga jadi ajang pembuktian. Sebab, Syaifuddin awalnya sempat diragukan.
“Sejak penunjukan banyak pelatih senior, banyak legend-legend yang tidak setuju, Dalam arti kata banyak yang mencibir,” kata pelatih 32 tahun itu.
Dengan pencapaian tersebut, Surabaya menunjukkan bahwa mereka adalah kekuatan besar dalam dunia sepak bola di Jawa Timur. Hasil tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet Surabaya dan Jawa Timur lainnya untuk terus berprestasi lebih tinggi lagi.
“Saya mengapresiasi perjuangan pemain dari awal hingga final,” tandas eks bek Persebaya Surabaya itu.
Sebelumnya, kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga waktu normal. Dimana laga berlangsung alot sejak awal babak pertama. Meski mendominasi serangan, namun tim Kabupaten Mojokerto tidak mampu mengonversi segala kesempatan menjadi gol.

Penyelesaian akhir menjadi kendala utama tim besutan Nono Suhartono itu. Sementara itu, permainan Surabaya tidak berkembang sepanjang babak pertama. Mereka bahkan kesulitan membongkar pertahanan Kabupaten Mojokerto. Skor imbang tanpa gol mengakhiri babak pertama.
Permainan Surabaya lebih berkembang pada babak kedua. Mereka tampil lebih agresif dengan tempo yang lebih cepat. Sebaliknya, dibandingkan babak pertama, Mojokerto sedikit lebih bertahan pada paruh kedua ini. Meski berlangsung lebih seru, namun skor 0-0 tak berubah hingga babak kedua usai. Hasil imbang membuat partai ini ditentukan lewat adu penalti.
Dalam babak penentuan ini, tiga penendang Surabaya behasil melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Mereka adalah Sheva Kardanu, Ramadhan Yusuf, dan Jay Amru Ghoni. Sedangkan eksekusi Himawan Dwi ditepis kiper Arya Handika. Sedangkan tembakan M. Fadil Ibrahim melambung di atas mistar.
Dari kubu Kabupaten Mojokerto, hanya Ananda Krisna Bayu dan Diaz Permana yang mencetak gol. Sedangkan Afrianto Pramana, Nabil Fidi Ainur, dan Fediansyah Andika Putra gagal mengeksekusi bola. Eksekusi Afrianto Pramana dan Fediansyah Andika ditepis kiper Surabaya, M. Dwi Cristanto. Sedangkan eksekusi Nabil Fidi membentur tiang. (*)



