Sunday, April 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeArenaJaga Kualitas, KONI Jatim Gelar Screening Pelatih untuk Hadapi PON 2028

Jaga Kualitas, KONI Jatim Gelar Screening Pelatih untuk Hadapi PON 2028

Laga.id, Surabaya – Hegemoni perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) tak lepas dari persaingan antara DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Tiga daerah tersebut selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik.

Nah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mengambil langkah strategis untuk memperkuat pembinaan prestasi olahraga dengan menggelar screening bagi calon pelatih Puslatda dan pelatih cabang olahraga bela diri.

Program tersebut akan diuji langsung oleh tim dari Pendidikan dan Penataran (Diktar) serta Bina Prestasi (Binpres) KONI Jatim di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Juli 2025.

Prof. Dr. M.E. Winarno dari Diktar KONI Jatim menyampaikan bahwa screening kali ini lebih lengkap dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dia menegaskan pentingnya proses ini untuk menjaga standar mutu dan objektivitas dalam penentuan pelatih.

“Kami mempertimbangkan pengalaman melatih sebagai parameter utama, lalu kepribadian pelatih untuk menghindari konflik internal. Hasil screening akan menjadi referensi, tetapi keputusan akhir tetap di tangan Ketua KONI Jatim,” jelasnya setelah pembukaan kegiatan screening, Senin (28/7/2025).

“Selama ini Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat menjadi barometer nasional. Maka, kita harus terus menjaga kualitas,” pungkas Prof. Winarno.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan pelatih yang berkompeten, berintegritas, dan mampu membawa Jawa Timur berjaya di ajang olahraga nasional, terutama dalam menghadapi PON 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

“Kegiatan screening ini memiliki dua target. Pertama, jangka pendek, yakni untuk persiapan PON bela diri. Kedua, jangka panjang, yakni menghadapi PON 2028. Pelatih yang disaring adalah mereka yang sebelumnya membawa atlet meraih medali emas dan perak di PON Aceh-Sumut. Namun, itu hanya sebagai parameter administratif,” ujar Nabil.

Menurutnya, proses seleksi ini tidak menutup kemungkinan untuk merekrut pelatih di luar proses screening apabila ada kebutuhan spesifik di cabang dan nomor tertentu. Lebih lanjut, para calon pelatih juga diminta menyusun program pembinaan untuk periode mendatang.

“Diktar menilai dari sisi akademis, sedangkan Binpres fokus pada pendekatan praktis. Pelatih juga diharapkan mampu menyelesaikan konflik internal tim, bukan justru menjadi sumber masalah. Keguyuban dan kenyamanan atlet dalam tim sangat penting untuk menunjang prestasi,” tambah Nabil.

Untuk diketahui, sebanyak 293 calon pelatih dari berbagai cabang olahraga mengikuti seleksi ini. Mereka dinilai secara menyeluruh, mulai dari pengalaman melatih, prestasi yang pernah diraih, hingga kepribadian sebagai aspek penting dalam menjaga kekompakan tim. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

BACA JUGA