Laga.id, Surabaya – Asa tinggi digantungkan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo kepada Timnas putri voli U-21 Indonesia. Dia berharap kiprah Junaida Santi dkk. di Kejuaraan Dunia Voli Putri U-21 2025 jadi ajang menaikkan ranking dan prestasi olahraga voli Indonesia di pentas dunia.
“Ajang ini untuk menaikkan prestasi timnas voli kita baik putra dan putri di ranking dunia. Jadi dengan adanya kejuaraan ini adalah langkah awal bagaimana kita bisa membangkitkan olahraga voli kita di mata dunia,” kata Dito usai menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Vietnam bersama Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo di Jawa Pos Arena, Surabaya, Kamis (7/8/2025) malam.
Dito juga menyampaikan bahwa olahraga voli adalah salah satu cabang olahraga yang banyak diminati oleh masyarakat. Dengan adanya ajang ini menurutnya menjadi salah satu langkah untuk menaikkan animo olahraga voli di masyarakat.
“Kita tahu voli sebagai salah satu cabor nomor tiga yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Jadi kejuaraan ini adalah salah satu langkah kita untuk menaikan animo olahraga voli yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia,” tambah Dito.
Terkait Timnas U-21 Indonesia yang bermain di ajang ini menurut Dito sebagian besar pemain-pemainya yang akan disiapkan untuk ke jenjang senior.
“Timnas U 21 yang bermain di ajang ini memang kita siapkan untuk ke jenjang berikutnya menjadi timnas senior yang lebih baik lagi. Insyallah ke depan pembinaan olahraga voli baik dari infrastrukturnya sampai kejuaraanya akan kita dukung,” pungkas Dito.
Kejuaraan Dunia Voli Putri U-21 2025 yang digelar dari tanggal 7-17 Agustus ini diikuti 24 negara, antara lain Indonesia, Tiongkok, Italia, Brazil, Argentina, Serbia, Puerto Rico, Kanada, Vietnam, Kroasia, Korea Selatan, Republik Dominika, Meksiko, Amerika Serikat, Ceko, Aljazair, Polandia, Mesir, Turki, Bulgaria, Chili, Thailand, Tunisia, dan Jepang.
Ajang ini terbagi menjadi 4 pul untuk babak penyisihan. Indonesia berada di Pul A bersama Kanada, Argentina, Serbia, Puerto Riko, dan Vietnam. (*)



