Laga.id, Surabaya – Puluhan pesepakbola usia dini nampak antusias ambil bagian pada acara coaching clinic bertajuk Simpati Class of Stars di Stadion Polda Jatim, Sabtu (11/10/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh Offside Corp itu menghadirkan dua bintang sepak bola nasional, Evan Dimas dan Ahmad Bustomi.
Para peserta muda yang berusia 8 hingga 12 tahun itu juga belajar langsung dari Rendi Irwan yang pernah bermain di Persebaya turut hadir sebagai staff coach. Evan, Bustomi dan Rendi adalah para pemain berpengalaman yang telah malang melintang di dunia sepak bola Tanah Air.
“Program Simpati Class of Stars di Surabaya ini kami hadirkan untuk memberikan inspirasi dan pengalaman berbeda bagi anak-anak muda yang mencintai sepak bola. Kehadiran pemain sekelas Evan Dimas dan Ahmad Bustomi diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus berlatih dan berprestasi,” ujar Gilbert Garlycia, CEO Offside Corp.
“Kami juga berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan ini di berbagai kota lainnya sebagai wadah bagi generasi muda untuk bisa lebih dekat dengan para bintang sepak bola,” tambahnya.
Melalui sesi latihan dan interaksi langsung, para peserta diajak untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus menanamkan semangat sportivitas, disiplin, dan kerja sama tim, serta nilai-nilai penting dalam dunia sepak bola.
Baik Evan dan Bustomi, sama-sama ingin menanamkan nilai pantang menyerah kepada anak-anak. Termasuk nilai kekeluargaan antar pemain. Keduanya menegaskan golden ticket bukanlah segalanya.
Untuk diketahui, dari 40 peserta, hanya ada lima yang berhak mendapat golden ticket. Pemenang akan mengikuti coaching clinic dengan legenda timnas Prancis, Patrice Evra di Jakarta.
“Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari acara ini. Banyak anak-anak yang punya potensi luar biasa. Kehadiran Patrice Evra bulan November nanti juga sangat bagus untuk memotivasi mereka agar lebih giat berlatih dan bisa mendapatkan ilmu langsung dari legenda internasional,” ujar Bustomi.
Sementara itu, Evan menyampaikan beberapa pesan penting. Salah satunya adalah agar anak-anak terus belajar.
“Kalau gagal, jangan bersedih. Harus tetap berlatih lebih giat lagi agar bisa menjadi pemain profesional. Karena kegagalan bukanlah sebuah akhir,” tegas Evan.
Selain sesi pelatihan, acara ini juga menghadirkan sesi tanda tangan dan foto bersama, memberikan pengalaman spesial bagi para peserta untuk berinteraksi langsung dengan idola mereka. Para pelatih juga sempat bermain melawan peserta untuk meningkatkan rasa percaya diri dan rasa bersaing yang lebih tinggi, dalam hal tersebut para peserta memenangkan game melawan para pelatih.
Rangkaian Simpati Class of Stars merupakan bagian dari komitmen Offside Corp dalam mendukung pengembangan talenta muda di bidang sepak bola, tidak hanya menghadirkan bintang nasional, tetapi juga para bintang internasional. (*)



