Sunday, April 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeArenaMatangkan Persiapan Akhir ke PON Bela Diri 2025, KONI Jatim Kirim 79...

Matangkan Persiapan Akhir ke PON Bela Diri 2025, KONI Jatim Kirim 79 Atlet dan 23 Pelatih

Laga.id, Surabaya – Persiapan akhir terus dimatangkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Kudus, 11-26 Oktober 2025. KONI Jatim memastikan kesiapan atlet, pelatih, dan layanan pendukung selama berlaga saat menggelar pertemuan koordinasi bersama sepuluh cabang olahraga (cabor) peserta.

Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, mengatakan pihaknya ingin memastikan seluruh cabor dalam kondisi prima menjelang keberangkatan. Selain mengevaluasi persiapan akhir dan kondisi atlet, KONI Jatim juga menyiapkan berbagai layanan logistik dan pendampingan untuk memperlancar kontingen selama di Kudus.

“Kami ingin mengetahui sejauh mana kesiapan akhir, kondisi para atlet, serta peluang yang dimiliki masing-masing cabang olahraga. Kami juga membahas layanan yang akan diberikan KONI kepada mereka selama PON berlangsung,” ujar Nabil di Kantor KONI Jatim, Surabaya, Rabu (8/10/2025).

Pada ajang PON Bela Diri 2025, Jatim akan mengirim 79 atlet dan 23 pelatih. Seluruhnya direkrut berdasarkan hasil PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 serta performa dalam berbagai single event nasional dan internasional.

Nabil menegaskan, proses seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan hanya atlet terbaik yang memperkuat kontingen Jatim. “Kami sangat selektif dalam melakukan rekrutmen karena target kami jelas: ingin menang,” tekadnya.

Nabil juga mengakui bahwa cabor bela diri sempat mengalami hasil kurang memuaskan dalam beberapa edisi PON sebelumnya. Karena itu, tim pelatih dan KONI Jatim melakukan pembenahan dengan fokus pada atlet yang memiliki rekam jejak prestasi dan konsistensi tinggi.

Meski jumlah kontingen tergolong minimalis, mantan Komisioner KPU Jatim itu optimistis para atlet dapat menunjukkan performa terbaiknya. Ia menilai ajang ini bukan sekadar persaingan gengsi antardaerah, tetapi juga momentum penting untuk memantau atlet potensial yang bisa mewakili Indonesia di kancah internasional.

“PON Beladiri ini juga menjadi ajang evaluasi untuk orientasi kami menuju PON 2028. Dari sini, kita bisa melihat mana yang perlu dipertahankan, mana yang perlu ditingkatkan, dan mana yang harus diperkuat. Semua itu akan menjadi acuan target medali ke depan,” jelas Nabil.

“Saya pikir orientasi kita jelas: emas dulu. Setelah itu, baru kita lihat prestasi-prestasi lainnya,” pungkasnya. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

BACA JUGA