Laga.id, Serang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur dinobatkan sebagai KONI Terdinamis Indonesia 2025 oleh SIWO PWI Pusat berkat sistem pembinaan progresif yang melahirkan atlet nasional–internasional, dalam rangkaian HPN dan HUT ke-80 PWI di Serang, Banten, Sabtu (7/2/2026) malam WIB.
Penghargaan itu bukan sekadar seremoni. Menjadi penegasan bahwa Jatim tetap berada di orbit teratas olahraga nasional. Di tengah persaingan ketat antardaerah, Jatim mampu menjaga ritme prestasi sekaligus membangun fondasi regenerasi.
Penghargaan diserahkan Ketua PWI Pusat Akhmad Munir kepada Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil. SIWO PWI menilai Jatim berhasil merawat kesinambungan sistem pembinaan sehingga atletnya stabil berprestasi.
“KONI Jawa Timur mampu menghadirkan pembinaan yang progresif dan terukur. Ini berdampak langsung pada prestasi atlet-atletnya,” ujar Munir.
Nabil menegaskan capaian tersebut bukan kerja satu-dua orang, melainkan hasil gotong royong ekosistem olahraga. Hingga pada transformasi pembinaan berbasis sport science yang kini menjadi DNA atlet-atlet KONI Jatim.
“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk atlet, pelatih, dan pembina olahraga di Jawa Timur, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Gubernur Khofifah Indar Parawansa, yang selama ini konsisten memberikan dukungan terhadap kemajuan olahraga,” kata Nabil.
Implementasi pembinaan modern itu terlihat di PON XXI Aceh–Sumatera Utara 2024. Jatim konsisten sebagai peraih medali terbanyak kedua nasional, bersaing ketat dengan Jawa Barat dan DKI Jakarta. Senam, angkat besi, panahan, dan renang menjadi tulang punggung.
Dominasi juga tercermin dalam SIWO PWI Award 2026. Martina Ayu Pratiwi (triathlon) dinobatkan Atlet Putri Terbaik. Diananda Choirunisa (panahan) meraih Atlet Terfavorit. Alma Ariella Tsany (panjat tebing) menyabet Atlet Harapan Putri. Petenis muda Janice Tjen didaulat sebagai Atlet Inspiratif.
Di balik deretan trofi, pendekatan ilmiah menjadi fondasi. Analisis performa berbasis data, manajemen nutrisi, hingga metode pemulihan modern diterapkan sistematis. Pemeriksaan kesehatan berkala dan dukungan beasiswa perguruan tinggi memastikan atlet tak kehilangan masa depan akademik.
Tak berhenti di prestasi aktif, KONI Jatim juga menyiapkan program transisi karier bagi atlet purna tugas melalui pelatihan kewirausahaan dan keterampilan. Soliditas organisasi pun terjaga setelah Nabil terpilih aklamasi memimpin periode 2026-2030.
Provinsi yang terletak di bagian timur Pulau Jawa tak sekadar menang penghargaan. Ia sedang membangun tradisi juara yang terukur dan berkelanjutan. (*)



