Friday, April 17, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBolaTantang Eks Mentor, Yuran Fernandes Abaikan Nostalgia Demi Curi Poin

Tantang Eks Mentor, Yuran Fernandes Abaikan Nostalgia Demi Curi Poin

Laga.id, Surabaya – Loyalitas Yuran Fernandes akan diuji saat PSM Makassar menantang Persebaya Surabaya dalam duel klasik di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/2026) malam. Pemain asal Tanjung Verde tersebut bertekad mengesampingkan memori indah bersama Bernardo Tavares demi menjaga barisan pertahanan Juku Eja dari ancaman taktik sang mantan juru taktik.

Pertandingan ini merupakan reuni profesional antara pemain dan mantan pelatih yang telah bekerja sama selama tiga setengah musim. Selama kolaborasi tersebut, Tavares sukses membawa PSM merengkuh gelar juara Liga 1 musim 2022/2023 serta konsisten mengorbitkan talenta muda. Bagi Yuran, pelatih asal Portugal tersebut bukan sekadar juru taktik, melainkan bagian dari sejarah besar klub berjuluk Juku Eja.

“Tavares melakukan pekerjaan yang luar biasa di PSM. Pada musim pertama dia membawa kami juara, dan musim berikutnya dia berani bertaruh dengan pemain muda hingga membawa klub ke level yang kompetitif,” ungkap Yuran dalam sesi konferensi pers pra-pertandingan di Surabaya.

Meski demikian, Yuran menegaskan bahwa profesionalisme adalah batas tegas dalam sepak bola. Pemain bertinggi badan 198 cm ini mengaku memahami filosofi permainan Tavares, namun hal itu justru memicunya untuk tampil lebih waspada. Ia memastikan hubungan baik di luar lapangan tidak akan mengurangi intensitas perlawanannya di atas rumput hijau.

“Kami memiliki hubungan baik dan saya menganggapnya sebagai teman. Namun, besok kami adalah lawan selama 90 menit. Dia tahu kualitas saya, dan saya memahami bagaimana cara dia menanamkan ide ke dalam permainan timnya,” tambah bek berusia 31 tahun tersebut.

Kesiapan Yuran untuk membendung serangan Bajul Ijo di bawah komando Tavares menjadi kunci bagi PSM untuk memperbaiki posisi di klasemen. Bagi Yuran, memberikan perlawanan maksimal adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada sang mentor.

Duel dua tim era Perserikatan ini membuktikan bahwa dalam sepak bola modern, profesionalisme tetap menjadi panglima. Persahabatan antara Yuran dan Tavares kini harus menepi, tertutup oleh ambisi meraih kemenangan di bawah riuh dukungan publik Surabaya. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

BACA JUGA