Friday, April 17, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeBolaRedam Tensi Rivalitas, Polda Jatim Pertemukan Persebaya-Arema di Surabaya

Redam Tensi Rivalitas, Polda Jatim Pertemukan Persebaya-Arema di Surabaya

Laga.id, Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur bergerak cepat meredam tensi tinggi jelang laga krusial Super League 2025/2026 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Melalui forum silaturahmi strategis, korps Bhayangkara tersebut menyatukan komitmen kedua manajemen untuk memastikan atmosfer pertandingan berlangsung aman dan sportif tanpa bayang-bayang provokasi.

“Terima kasih kepada Persebaya dan Arema yang telah hadir. Harapan kita, pertandingan sepak bola di Jawa Timur menjadi tontonan yang menarik dan aman, bukan penuh ketegangan, serta mampu mendorong perekonomian daerah,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto di Ruang Selasar Polda Jatim, Rabu (1/4/2026).

Jenderal dengan dua bintang di pundak tersebut menegaskan bahwa rivalitas di atas lapangan hijau merupakan bumbu sepak bola, namun harus tetap berada dalam koridor sportivitas yang sehat. Pihaknya tidak ingin keamanan wilayah terganggu hanya karena sentimen buta yang tidak produktif. Nanang juga meminta manajemen kedua tim untuk proaktif membentengi suporter agar tidak mudah termakan isu miring yang beredar di jagat maya.

“Mari kita jaga rivalitas tetap sehat, sehingga setiap pertandingan berlangsung aman dan kondusif,” tegasnya.

Respons positif datang dari manajemen Green Force. Perwakilan Persebaya mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan Polda Jatim dalam mengawal keberlangsungan kompetisi yang tertib. Mereka mengakui bahwa edukasi terhadap basis massa menjadi tantangan terbesar saat ini.

“Kami berterima kasih atas dukungan Polda Jatim. Kami juga terus mengingatkan suporter agar tidak terpengaruh provokasi, khususnya di media sosial,” ungkap perwakilan manajemen Persebaya.

Senada dengan itu, Presidium Aremania memastikan kesiapan mereka sebagai tuan rumah yang bertanggung jawab. Mereka menjamin Stadion Kanjuruhan akan menjadi tempat yang aman bagi seluruh elemen pertandingan pada 28 April mendatang. Komitmen ini menjadi harga mati demi menjaga citra sepak bola Malang Raya dan Jawa Timur pada umumnya.

“Aremania siap menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pihak. Tidak ada toleransi bagi oknum yang melakukan tindakan melanggar hukum,” tegas perwakilan Aremania.

Pertemuan tersebut berakhir dengan nota kesepahaman tak tertulis untuk memperketat pengawasan terhadap potensi gesekan. Langkah preventif ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya budaya sepak bola yang berintegritas dan damai di tanah Jawa Timur. Rivalitas abadi biarlah tuntas di peluit panjang, tanpa harus menyisakan luka di luar lapangan. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

BACA JUGA