Laga.id, Surabaya – Gengsi tinggi langsung membakar rumput Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya tatkala derbi klasik antara Persebaya kontra Persija resmi dihelat. Menatap duel pembuka Grup B Piala Presiden Elite 2026, Bajul Ijo secara terbuka menolak ambil pusing dengan kehadiran juru racik lawan.
Alih-alih silau dengan nama besar sang lawan, pelatih Persebaya Bernardo Tavares memilih fokus membenahi kolektivitas timnya secara menyeluruh. Bagi pelatih asal Portugal, bentrokan besok malam murni pertarungan antarklub, bukan ajang pamer taktik personal dengan pelatih lawan.
“Tapi saya tidak akan bermain melawan dia (Shin Tae-yong), kami akan bermain melawan Persija. Dia adalah sebuah tim,” kata Bernardo Tavares dalam konferensi pers jelang pertandingan di Vasa Hotel Surabaya, Sabtu (25/7/2026).
Sebagai konsekuensinya, skuad kebanggaan Kota Pahlawan dipastikan tampil habis-habisan demi mengamankan poin penuh di kandang sendiri. Mentalitas menyerang pun langsung dipatok sejak menit awal demi memuaskan puluhan ribu pendukung setianya.
“Tentu saja kami ingin mencoba untuk menang karena sepak bola adalah untuk mencoba menang, bukan mencoba imbang atau kalah,” tegasnya.
Di samping itu, sang juru taktik turut melayangkan harapan besar agar kepemimpinan wasit berjalan bersih dan adil. Faktor non-teknis tersebut dinilai krusial agar estetika permainan bola dapat dinikmati oleh seluruh penonton.
“Saya harap wasit memimpin pertandingan dengan baik agar para pemain dapat menikmati dan juga para suporter dapat menikmati pertandingan besok,” ujarnya.
Sementara itu, atmosfer positif juga digaungkan oleh penjaga gawang utama Persebaya, Ernando Ari, dalam menyambut turnamen pramusim ini. Sang kiper menilai momentum ini sangat tepat untuk merekatkan chemistry antarpemain baru di dalam tim.
“Kami sedang dalam masa menyatukan tim dan juga ingin menjadi tim yang lebih kompak. Karena banyak pemain baru yang baru berkumpul. Kami harus menyatukan satu misi juga, satu visi untuk pertandingan-pertandingan yang ada ke depan,” ujar Ernando.
Kendati jadwal padat sudah menanti selepas laga kontra Macan Kemayoran, tekad bulat tetap diusung oleh seluruh penggawa tim tuan rumah. Perjuangan tanpa kenal lelah siap disajikan demi mengharumkan nama klub di kancah nasional.
“Kami pastinya akan memberikan yang terbaik, memberikan segalanya, memberikan apa yang diinstruksikan pelatih, memberikan yang terbaik buat pertandingan di Piala Presiden ini,” ucapnya.
Pada akhirnya, ujian sesungguhnya di Stadion Gelora Bung Tomo bakal menjadi panggung pembuktian sejauh mana kesiapan tempur Persebaya musim ini. (*)



