Laga.id, Surabaya – Persebaya Surabaya mempertaruhkan rekor 13 laga tanpa kekalahan saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC demi menembus empat besar klasemen Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (14/2/2026) malam.
Pelan tapi pasti kini Persebaya telah masuk ke papan atas klasemen sementara dengan berada di posisi kelima. Pencapaian tersebut melewati rekor Borneo FC Samarinda yang sebelumnya pernah 11 kali tanpa kekalahan.
Rekor tanpa kalah memang menggoda. Tapi pelatih Persebaya Bernardo Tavares tak silau. “Kami akan menghadapi pertandingan yang berat. Mereka merekrut banyak pemain berpengalaman. Tim ini lebih kuat,” ucapnya dalam sesi jumpa pers jelang laga, Jumat (13/2).
The Guardians, julukan Bhayangkara FC, dikenal eksplosif. Transisi cepat. Pemain lincah. Tembakan dari luar kotak berbahaya. Untuk itu, Persebaya harus menutup ruang, mematikan tembakan jarak jauh, dan tak memberi celah di kotak sendiri. Satu kelengahan, hukuman datang.
Masalahnya, Persebaya sempat menunjukkan celah itu di laga sebelumnya. Terlalu banyak memberi ruang di dekat kotak penalti. Terlambat menutup crossing. Kurang agresif menghalau second ball.
“Itu yang harus kami perbaiki. Kami terlalu banyak memberikan ruang di dekat gawang. Mereka punya pemain yang bisa menentukan jalannya pertandingan. Kami harus mewaspadai itu,” aku pelatih asal Portugal itu.
Namun, momentum sedang ada di tangan. Atmosfer laga di kandang juga mendukung. Tim asal Kota Pahlawan tersebut kini mencium aroma empat besar.
“Jika kami menang, kami punya peluang masuk empat besar. Saya tidak suka berpikir tentang kemungkinan jika kalah. Pertama-tama, kami harus menang,” tegas Tavares.
Sayangnya, kondisi Bajul Ijo belum 100 persen. Nama seperti Bruno Paraiba pun belum pasti tampil. Tak peduli siapa absen, yang turun harus total. Apalagi dukungan Bonek dan Bonita diyakini bisa jadi energi tambahan.
“Kami akan tetap bermain dengan 11 pemain. Sangat penting suporter datang dan menciptakan atmosfer bagus,” tandas Tavares.
Ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini duel penentu arah musim. Menang, tim kebanggaan Bonek itu mencium empat besar. Tersandung, momentum bisa runtuh dalam semalam. (*)



