Laga.id, Surabaya – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur resmi memacu proses regenerasi atlet melalui gelaran Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kelompok Umur 2026 di Lapangan Jatim Seger, Surabaya, 7-10 Mei. Kompetisi bergengsi ini diproyeksikan menjadi wadah penjaringan bakat potensial guna menjaga dominasi Jawa Timur menuju PON 2028.
Sebanyak 294 atlet dari 30 kabupaten/kota tercatat ambil bagian dalam ajang tahunan ini. Para peserta bertanding dalam enam kategori usia, mulai dari kelompok umur (KU) 9 hingga KU-19 tahun.
Ketua FPTI Jawa Timur, Henky Irawan, menegaskan bahwa Kejurprov adalah jalur utama seleksi atlet menuju level nasional. “Dari Kejurprov ini diharapkan bisa mengirimkan atlet-atlet Jawa Timur ke Kejurnas dan meraih prestasi sebanyak-banyaknya,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Oleh karena itu, FPTI Jatim terus mematangkan program pembinaan atlet muda secara berkelanjutan. Selain kompetisi resmi, ke depan akan digelar kejuaraan dengan format terbuka guna memperluas jam terbang para pemanjat.
“Kami ingin semakin banyak event agar atlet punya pengalaman bertanding,” tambah Henky. Sehubungan dengan hal tersebut, ia optimistis Jatim mampu mempertahankan predikat juara umum pada Kejurnas mendatang.

Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, turut mengapresiasi pola pembinaan yang diterapkan oleh FPTI Jatim. Baginya, olahraga panjat tebing membutuhkan perpaduan sempurna antara keahlian teknis, kekuatan fisik, serta mentalitas bertanding.
“Semakin banyak mengikuti event, refleks ketika bertanding semakin tinggi. Skill kuat, power aman, dan mental bertanding juga terbentuk,” tutur Nabil. Namun, ia mengingatkan agar Jatim tetap waspada terhadap lonjakan kekuatan dari daerah lain seperti Jawa Tengah dan DKI Jakarta.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim, M. Hadi Wawan, menyoroti tingginya antusiasme peserta usia dini. Kehadiran peserta yang masih berusia tujuh tahun dianggap sebagai sinyal positif bagi masa depan olahraga ekstrem ini.
“Ini potensi luar biasa. Saat memasuki usia emas nanti, kita berharap mereka bisa menjadi atlet terbaik untuk Jawa Timur,” ungkap Hadi penuh harap.
Sementara itu, nomor yang dipertandingkan meliputi lead, speed world record, dan boulder. Khusus kategori KU-9 hingga KU-15, persaingan difokuskan pada nomor speed world record untuk melatih kecepatan sejak dini.
Ketua Harian FPTI Jatim, Dhanu Iswara, menutup dengan optimisme bahwa tradisi prestasi Jatim tidak akan terputus. Dengan kompetisi yang ketat, Surabaya kembali menjadi saksi lahirnya para ‘Spider-Man’ baru yang siap menaklukkan tebing dunia. (*)



