Laga.id, Surabaya – Gelaran akbar wondr Futsal Series 2026 resmi dimulai dengan mengusung standar pembinaan olahraga yang mandiri, di mana CEO Games of Society Novel Leonardo menegaskan komitmennya membangun ekosistem futsal usia muda secara berkelanjutan, saat membuka kompetisi tersebut di Jawa Pos Arena, Surabaya, Rabu (29/7/2026).
Novel mengungkapkan bahwa pencapaian luar biasa perusahaannya sejak berdiri pada 2022 tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak strategis. Terlebih lagi, dukungan utama secara konsisten hadir melalui kerja sama bersama Bank BNI.
“Pada tahun 2022, Games of Society berdiri. Hingga hari ini, kami ada di titik ini sudah pasti datang dari kontribusi banyaknya stakeholders. Salah satu yang paling signifikan adalah wondr by BNI dengan kepercayaan yang luar biasa dari tahun 2024, 2025, hingga 2026 tahun ini menjadi Naming Rights Partner Official Futsal Series,” kata Novel.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pihaknya mengusung misi mulia untuk membawa dampak positif bagi generasi muda. Oleh karena itu, jangkauan operasional turnamen ini kini telah meluas secara nasional.
“Saya dengan bangga mau mengatakan langsung di depan media: hingga detik ini, kami belum pernah menerima dana sepersen pun dari pemerintahan atau negara. Kami murni melakukan komersialisasi dari sponsorship, ticketing offline, dan juga monetisasi privat lainnya,” tegasnya.
Namun demikian, dampak positif dari ekosistem ini terbukti mampu merangkul ratusan ribu pemuda secara langsung. Hal tersebut juga terintegrasi secara optimal dengan pemanfaatan platform layanan digital.
“Kami yakin nilai yang kami bangun di komunitas sekolah, komunitas para pelajar, dan komunitas anak muda tidak cuma memberikan benefit kepada stakeholders anak muda secara langsung. Di tahun lalu, kami dipercaya oleh 765.000 penonton offline yang langsung datang ke stadion,” terangnya.
Lebih lanjut, kompetisi ini dirancang jauh melampaui batas turnamen olahraga pada umumnya. Oleh sebab itu, pelibatan seluruh elemen pendukung menjadi prioritas utama.
“Futsal Series atau wondr Futsal Series bukan cuma sekadar event organizer tim A melawan tim B. Kami punya banyak narasi dan nilai yang kami bangun: bagaimana peran orang tua, teman-teman, kepala sekolah, dan guru, serta peran stakeholders lainnya di dalam ekosistem kami. Karena anak muda adalah masa depan bangsa,” pungkas Novel.
Dukungan Menpora Erick Thohir untuk Regenerasi Futsal Indonesia
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir hadir langsung untuk memberikan suntikan semangat kepada para peserta. Berdasarkan keterangannya, prestasi peringkat futsal Indonesia di tingkat Asia harus terus dijaga.

Oleh sebab itu, upaya mempertahankan posisi tersebut mutlak memerlukan sistem regenerasi yang kokoh. Terlebih lagi, Timnas Futsal Indonesia kini menempati peringkat ke-14 dunia.
“Harapannya minimal tetap di tiga besar Asia atau dua besar, bahkan bisa masuk 10 besar dunia. Karena itu berkesinambungan antara grassroot, tim nasional dan industri harus berjalan,” ucapnya saat membuka acara.
Selanjutnya, ia menilai bahwa Indonesia memiliki modal besar berupa jumlah penduduk yang mayoritas merupakan pencinta sepak bola. Oleh karena itu, potensi dari tingkat akar rumput harus digali secara maksimal.
“Basisnya sudah ada. Tinggal bagaimana organisasi olahraga, khususnya futsal, terus menggali potensi dari bawah. Semua cabang olahraga berlomba mencari atlet baru dan futsal punya platform yang luar biasa,” tegasnya.
Meskipun demikian, ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak mudah berpuas diri di tengah jalan. Pembinaan prestasi olahraga memerlukan proses panjang yang konsisten.
“Jangan ngos-ngosan. Jangan hanya mengejar hasil cepat. Pembinaan itu maraton. Negara-negara kuat di futsal juga konsisten menjalankan kompetisi setiap tahun,” ungkapnya.
Sinergi antara kemandirian penyelenggara swasta dan perhatian pemerintah ini diyakini mampu melahirkan generasi atlet masa depan yang tangguh, sekaligus membawa kejayaan olahraga Indonesia menembus kancah dunia. (*)



