Laga.id, Sidoarjo – Leonard Tupamahu bakal evaluasi Deltras FC secara menyeluruh pada lini serang serta organisasi pertahanan tim jelang bergulirnya Championship 2026/2027. Pembenahan taktik tersebut dipicu oleh hasil kurang memuaskan sepanjang rangkaian uji coba pramusim yang menuntut perbaikan mendesak sebelum sepak mula resmi digelar.
Dari empat laga persahabatan melawan Madura United, PSIS Semarang, Arema FC, dan PSIM Yogyakarta, skuad The Lobster mencatatkan rapor miring dengan mencetak 1 gol serta kebobolan 9 gol. Catatan minor ini direspons cepat sang arsitek melalui skema latihan khusus guna mematangkan efektivitas penyelesaian akhir di area pertahanan lawan.
Selama pramusim, Deltras FC menelan kekalahan masing-masing saat menghadapi Madura United (0-3), PSIS Semarang (1-2), Arema FC (0-2), dan PSIM Yogyakarta (0-2).
Leonard Tupamahu Evaluasi Sektor Vital
Langkah taktis ini diambil lantaran lini pertahanan juga kerap kehilangan konsentrasi hingga mudah ditembus lawan. Evaluasi mendalam menyasar detail koordinasi antar lini agar pertahanan tim asal Kota Udang ini jauh lebih disiplin dan kokoh.
“Dari hasil uji coba ini, kita minim sekali membuat gol. Jadi pasti (dibenahi) finishing touch dan juga passing di final third,” kata Leo -sapaan- Leonard Tupamahu.
“Selain itu ya dari sisi defense, ya kita juga kan kebobolan terus. Aku pikir kita perlu ada detail-detail kecil juga di sisi defending, terutama komunikasi dan organisasi defending,” tambahnya.
Eksperimen taktik serta perombakan komposisi pemain terus dilancarkan selama rangkaian sesi latihan harian. Upaya konsisten ini ditujukan demi meracik formula permainan terbaik yang mampu mendongkrak performa seluruh pemain secara optimal.
“Ya, kalau dibilang udah settle, saya masih berusaha untuk mencari formula terbaik dari si pemain. Saya berusaha terus, setiap hari memperbaiki apa yang menjadi kekurangan mereka,” ujar pelatih berusia 43 tahun itu.
“Kalau secara mental, mereka pemain yang bagus sih saya lihat. Mereka juga positif. Mereka mengikuti apa yang saya kasih, saya perintahkan, atau saya berusaha untuk mainkan. Menurut saya itu sinyal positif dari saya untuk melihat mental mereka,” tandas juru racik pria kelahiran Jakarta ini.
Sikap adaptif para penggawa tim kebanggaan Deltamania ini menjadi modal krusial untuk membentuk karakter juang yang solid di lapangan. Deltras FC diproyeksikan tampil lebih garang saat melakoni laga tandang melawan PSBS Biak di Stadion Gelora Joko Samudro pada 13 September 2026 mendatang. (*)



