Laga.id, Surabaya – Langkah agresif langsung diambil oleh manajemen Pacific Caesar Surabaya dalam menatap musim kompetisi mendatang. Klub basket kebanggaan warga Kota Pahlawan tersebut memilih untuk terbang ke Negeri Tirai Bambu demi melakoni pemusatan latihan intensif.
Keputusan ini diambil meskipun pengumuman resmi daftar pemain atau roster belum secara resmi dirilis ke publik. Keberangkatan skuad ke China sekaligus menjadi ajang uji coba tanding menghadapi klub-klub asing yang berkualitas tinggi.
Pacific Caesar Surabaya Bawa Jamarr Andre Johnson dan Pertahankan Coach Bedu

Kabar gembira ini langsung disambut antusias oleh para pendukung setia yang tergabung dalam Kaesar Family. Masalah mental bertanding yang kerap menjadi batu sandungan musim lalu coba diselesaikan secara tuntas oleh manajemen.
“Kami ingin mencari lawan untuk latih tanding dengan level yang lebih tinggi, khususnya dengan tim-tim dari negara-negara dengan peringkat di atas Indonesia. Sekalian ingin memoles mental bertanding pemain, dan mengajak mereka jalan-jalan,” ungkap Direktur Utama Pacific Caesar Surabaya, Irsan Pribadi Susanto, dikutip dari laman resmi iblindonesia, Rabu (9/9/2026).
Nama-nama pemain yang diboyong dalam rombongan ini telah diumumkan melalui kanal media sosial resmi klub. Kehadiran Jamarr Andre Johnson dalam daftar tersebut sukses mencuri perhatian setelah sempat absen pada musim 2025 usai memperkuat tim Hornbills.
Sementara itu, jajaran kursi kepelatihan dipastikan tidak mengalami perombakan signifikan untuk musim depan. “Pelatih kami masih Coach Bedu,” imbuh Irsan menegaskan posisi Andika Supriadi Saputra.
Evaluasi mendalam memang menjadi fokus utama manajemen menyusul hasil kurang memuaskan pada Indonesian Basketball League musim sebelumnya. Kegagalan menembus babak playoffs serta kendala performa pemain asing membuat mereka harus puas finis di peringkat kesepuluh klasemen akhir dengan rekor empat kali menang dan enam belas kali kalah.
Walaupun sempat bangkit di paruh musim berkat kehadiran Xavier Cannefax, langkah tersebut dinilai sudah terlambat. Belajar dari pengalaman pahit tersebut serta kepergian sejumlah pilar penting di masa jeda kompetisi, manajemen kini memastikan persiapan tim jauh lebih matang melalui agenda latihan luar negeri ini. (*)



