Friday, April 17, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeArenaKONI Jatim Selektif ke PON Bela Diri II 2026, Hanya Peraih Medali...

KONI Jatim Selektif ke PON Bela Diri II 2026, Hanya Peraih Medali Emas yang Berangkat

Laga.id, Surabaya – KONI Jawa Timur memastikan hanya atlet berpeluang emas yang dikirim ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II 2026. Hal ini demi efektivitas anggaran dan target prestasi maksimal, dengan seleksi ketat serta pemantauan berlapis menuju ajang nasional di Manado, Sulawesi Utara, akhir Juli 2026.

Tak ada ruang bagi coba-coba. Di tengah keterbatasan anggaran, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim memilih realistis sekaligus agresif: kirim yang paling siap, pulang dengan emas. Strategi ini menjadi fondasi pembinaan jangka menengah dan panjang.

Siapa yang lolos? Hanya atlet dengan rekam jejak kuat di PON 2024, kejuaraan nasional, hingga SEA Games 2025. Selebihnya, harus siap tersisih.

Direktur Bapel Puslatda KONI Jatim, Dr. Irmantara Subagio, menegaskan pembatasan kuota bukan semata soal prestasi, tetapi juga rasionalisasi anggaran.

“Dengan kondisi yang ada, kami harus memastikan pembinaan benar-benar fokus pada atlet yang memiliki potensi prestasi tertinggi. Karena itu, seleksi dilakukan secara ketat,” ujar Irmantara, Kamis (29/1/2026).

Irmantara—akrab disapa Ibag—menyebut prioritas diberikan kepada peraih emas dan perak yang secara kalkulatif berpeluang naik podium tertinggi. Seleksi ulang pun terbuka untuk memastikan konsistensi performa.

“Bagi cabang olahraga yang saat ini belum memiliki atlet, seperti tinju, kami akan memantau atlet-atlet eks Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Sabtu (31/1/2026) nanti juga akan digelar seleksi di Ngawi yang akan kami pantau langsung,” kata Ibag.

Jika stok atlet belum memenuhi kriteria, opsi lintas cabang disiapkan. Atlet potensial dari cabor lain bisa direkrut sebagai solusi realistis menjaga peluang medali.

Tantangan tak ringan. Dari delapan cabor—Muaythai, Kurash, Anggar, IBCA MMA, Tinju, Kick Boxing, Hapkido, dan Yongmoodo—baru Muaythai yang dinilai paling stabil.

“Dari delapan cabor tersebut, Muaythai menjadi cabor yang sejauh ini memiliki prestasi paling menjanjikan,” kata Ibag.

Untuk Yongmoodo, KONI Jatim mengandalkan atlet unsur TNI, sebagian berlatar Judo, namun tetap melalui seleksi.

“Nanti tetap akan kami lihat dan pilih sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Usai seleksi, atlet wajib menjalani latihan maksimal dengan tes fisik dan pemeriksaan kesehatan berkala. Pelatih juga diminta memperbarui peta kekuatan lawan.

“Kami ingin para pelatih benar-benar memahami kekuatan kompetitor, sehingga persiapan taktis bisa dilakukan sejak dini,” tegasnya.

Targetnya jelas: emas. Tanpa kompromi. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

BACA JUGA