Laga.id, Surabaya – Tim voli putra Surabaya Samator harus mengakui keunggulan Jakarta LavAni Livin’ Transmedia setelah kalah dengan skor 1-3 (25-23, 15-25, 16-25, 13-25). Kekalahan telak ini terjadi pada laga lanjutan putaran pertama babak Final Four Proliga 2026 yang berlangsung di Jawa Pos Arena, Surabaya, Minggu (5/4/2026) malam.
Manajer Surabaya Samator, Hadi Sampurno, mengungkapkan bahwa skuadnya sebenarnya sempat tampil apik pada awal laga. Namun, ia menilai dominasi pemain muda di dalam tim membuat stabilitas permainan mudah goyah saat ditekan lawan.
“Karena pemain-pemain kami didominasi pemain muda, secara psikologis kurang matang, dan terburu-buru, akhirnya kita semua tahu, kita kalah lawan LavAni,” tuturnya usai laga kepada awak media.
Selain masalah mental, Lyvan Taboada Diaz dkk dinilai kehilangan momentum setelah memenangi set pertama. Meskipun demikian, pihak manajemen tetap optimis menatap laga berikutnya di sisa putaran Final Four. “Apalagi nanti melawan Garuda Jaya,” tukas Hadi.
Senada dengan manajer, outside hitter Jordan Michael Imanuel Dwi Susanto mengakui bahwa timnya banyak melakukan kesalahan sendiri akibat bermain terlalu terburu-buru. Namun, ia merasa bangga karena timnya masih mampu memberikan perlawanan meski skuad sedang tidak dalam kondisi lengkap.
“Meski tanpa Rama (Fazza Fauzan), kami bisa mengambil satu set melawan LavAni, itu luar biasa,” ujar pemain bernomor punggung 99 ini.

Di sisi lain, Jakarta LavAni tampil semakin percaya diri berkat dukungan langsung dari Presiden RI ke-6 sekaligus pembina klub, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kehadiran SBY di tribun penonton tampak membakar semangat Boy Arnes Arabi dkk untuk membalikkan keadaan. Hasilnya, LavAni sukses mendominasi tiga set terakhir dengan skor yang cukup mencolok.
Asisten pelatih Jakarta LavAni, Erwin Rusni, menjelaskan bahwa timnya tetap membutuhkan evaluasi meski berhasil meraih poin penuh. Menurutnya, kegagalan pada set pertama menjadi pelajaran penting agar pemain tidak meremehkan lawan sejak awal laga.
“Seperti tadi di set pertama kami kalah, tapi dengan kemampuan yang ada di tim kami, Alhamdulillah kami hari ini bisa mengambil kemenangan,” jelasnya.
Kemenangan ini membuat Jakarta LavAni kini menempel ketat Jakarta Bhayangkara Presisi di papan atas klasemen. Oleh karena itu, Erwin menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah mempersiapkan taktik untuk menghadapi sang juara bertahan.
“Terus terang kami masih menganggap Bhayangkara Presisi sebagai lawan terberat,” tutup Erwin Rusni.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Samator untuk segera berbenah sebelum ambisi melangkah ke Grand Final benar-benar tertutup. (*)



