Monday, April 6, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeArenaSokong Indonesia, Atlet Jatim Dominasi Perolehan Medali Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2026...

Sokong Indonesia, Atlet Jatim Dominasi Perolehan Medali Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2026 di Tianjin

Laga.id, Surabaya – Kontingen wushu Jawa Timur tampil perkasa dengan mendominasi perolehan medali bagi Indonesia dalam ajang Kejuaraan Dunia Wushu Junior X/2026 di Tianjin, Tiongkok. Tercatat, sebanyak 4 emas, 5 perak, dan 3 perunggu berhasil dibawa pulang ke Tanah Air oleh para atlet asal Jatim sepanjang turnamen yang digelar pada 23-31 Maret 2026 tersebut.

Keberhasilan ini menjadi pilar utama prestasi nasional, mengingat tim Indonesia secara total mengoleksi 9 emas, 11 perak, dan 7 perunggu. Dengan demikian, hampir separuh dari total medali emas Indonesia disumbangkan oleh talenta-talenta muda dari Jawa Timur.

“Alhamdulillah, atlet-atlet Jatim mampu memberikan hasil terbaik dan menyumbang medali terbanyak dibanding daerah lain,” ujar Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Pengprov Wushu Indonesia (WI) Jatim, Bambang Sukendra Setyadi di Surabaya, Rabu (1/4/2026).

Dalam kejuaraan bergengsi tersebut, Jatim menurunkan lima atlet andalan yakni Utiqo Romadlona Ummi Auna, Vini Nur Azizah, Piper Danielle Tirto, Clara Abigail, dan Bradley Jason di bawah kawalan pelatih Probo Muljono. Clara Abigail menjadi bintang lapangan dengan torehan dua emas dan satu perak.

Capaian impresif tersebut disusul oleh Auna yang mengemas masing-masing satu emas, perak, dan perunggu. Sementara itu, Vini Nur Azizah turut menyumbang satu emas dan satu perak, serta Piper dan Bradley melengkapi koleksi dengan masing-masing satu perak dan perunggu.

Dominasi Jatim kian terlihat jika dibandingkan dengan kontribusi provinsi lain. DKI Jakarta menempati urutan kedua penyumbang medali dengan 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu, diikuti Jawa Tengah yang meraup 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Adapun Lampung hanya meraih satu perak serta satu perunggu, sementara Jawa Barat pulang tanpa raihan medali.

Bambang menegaskan bahwa prestasi di Tianjin merupakan manifestasi dari pola pembinaan yang terstruktur dan disiplin tinggi. Keberhasilan ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi regenerasi atlet wushu di masa depan.

“Hasil ini menjadi bukti bahwa pembinaan berjalan baik dan mampu mengharumkan nama Jawa Timur serta Indonesia di kancah dunia,” tegasnya mengakhiri pembicaraan dengan optimisme tinggi. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

BACA JUGA