Laga.id, Surabaya – Persebaya Surabaya siap mempertahankan tren 13 laga tak terkalahkan di Super League 2025/2026 saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC untuk membuka pintu empat besar klasemen di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (14/2/2026) malam WIB.
Kekalahan dari Persija Jakarta menjadi titik balik. Sejak itu, grafik menanjak tajam. Energi ruang ganti berubah. Intensitas meningkat. Ya, Persebaya yang bangkit sejak ditangani pelatih baru, Bernardo Tavares, kini berada di ambang persaingan empat besar.
Tim asal Kota Pahlawan ini mencatatkan enam kemenangan, tujuh imbang. Bahkan, empat kemenangan lahir dalam lima laga terakhir sejak kedatangan pelatih baru asal Portugal tersebut.
Di tengah grafik yang menanjak, para pemain Persebaya menegaskan kesiapan meladeni Bhayangkara FC. Mereka tak gentar kendati tim berjulukan The Guardian datang dengan ambisi memutus rantai itu.
“Tentu saja para pemain siap untuk pertandingan nanti. Kami tidak akan menyerah, karena kami tahu mereka (Bhayangkara FC) juga akan mencoba memberikan yang terbaik,” terang Rachmat Irianto saat jumpa pers jelang pertandingan.
Mentalitas itu yang kini terasa berbeda. Ada energi baru di ruang ganti. Ada suara yang lebih keras sebelum kick-off. Ada motivasi yang tak sekadar taktik.
Rian -sapaan akrabnya- mengakui, setiap pelatih punya karakter berbeda. Ia bahkan menyebut bagaimana sentuhan Tavares terasa sampai ke detail kecil.
“Dengan pelatih sebelumnya kami sudah terbiasa. Pelatih baru membawa motivasi dan semangat baru bagi para pemain,” ujarnya.
“Kalian bisa lihat di pertandingan sebelumnya, ada banyak video motivasi sebelum laga. Memang seperti itulah dia. Dia bukan hanya seorang pelatih, tapi juga seorang motivator,” sambung Rian.
Di GBT, mental lebih tajam dari sekadar statistik. Rekor boleh indah, tapi hanya kemenangan yang menjaga bara tetap menyala. (*)



