Laga.id, Surabaya – Persaingan ketat di kolam pertandingan akhirnya melahirkan satu penguasa baru dalam cabang olahraga selam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur. Kota Surabaya berhasil mengamankan gelar juara umum setelah mengumpulkan total 19 medali, sekaligus mengungguli Kota Kediri yang memberikan perlawanan hingga persaingan terakhir.
Kontingen Surabaya menutup persaingan dengan raihan delapan medali emas, enam perak, dan lima perunggu. Hasil tersebut menempatkan Kota Pahlawan di posisi teratas, hanya unggul satu medali emas atas Kota Kediri yang mengoleksi tujuh emas, delapan perak, dan dua perunggu.
Persaingan kedua daerah memang menjadi salah satu cerita utama dalam perlombaan yang berlangsung selama dua hari tersebut. Sementara Surabaya tampil konsisten mengumpulkan medali, Kediri juga menunjukkan kekuatan melalui raihan delapan medali perak yang membuat perebutan gelar juara umum berlangsung kompetitif.
Surabaya Juara Umum Selam Popda XV Jatim, Regenerasi Atlet Jadi Sorotan

Keberhasilan Surabaya tidak terlepas dari kontribusi para atlet pelajar yang mampu menunjukkan performa kompetitif sepanjang kejuaraan. Dalam perlombaan yang berlangsung pada 3-4 November 2026 di Sportif Pool Arena Dispora Jawa Timur, Surabaya berhasil menjaga keunggulan hingga penentuan klasemen akhir.
Di bawah Surabaya dan Kediri, Kabupaten Malang menempati peringkat ketiga dengan tujuh emas, satu perak, dan tiga perunggu. Sementara itu, Kabupaten Sidoarjo berada di posisi keempat setelah mengumpulkan tiga emas, tiga perak, dan satu perunggu.
Hasil tersebut bukan sekadar menggambarkan keberhasilan satu daerah dalam mengumpulkan medali. Lebih jauh, Popda XV menjadi gambaran perkembangan pembinaan atlet selam usia pelajar yang selama ini menjadi salah satu perhatian penting dalam olahraga prestasi Jawa Timur.
Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengprov POSSI) Jawa Timur bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur menilai Popda memiliki fungsi strategis dalam menjaga kesinambungan regenerasi atlet. Ajang antarpelajar tersebut menjadi salah satu tahapan untuk mengidentifikasi bibit potensial yang nantinya dapat diproyeksikan menuju kompetisi dengan level lebih tinggi.
Kepala Dispora Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro, mengaku optimistis setelah menyaksikan langsung kemampuan para peselam muda yang tampil dalam kejuaraan tersebut. Menurutnya, sejumlah catatan waktu yang dibukukan atlet pelajar memberikan gambaran positif mengenai perkembangan pembinaan olahraga selam di berbagai daerah.
“Regenerasi cabor selam di Jawa Timur berjalan sangat bagus. Banyaknya event yang diselenggarakan memberi kita banyak pilihan saat membutuhkan atlet yang diproyeksikan untuk ajang lebih besar, baik di Popnas maupun PON,” ujar Hadi Wawan usai pengalungan medali kepada para juara.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur melalui jumlah medali yang diperoleh setiap daerah. Ketersediaan atlet potensial dengan kemampuan teknik dan catatan waktu kompetitif juga menjadi indikator penting untuk menyiapkan kekuatan Jawa Timur menghadapi kejuaraan nasional.
Karena itu, Hadi Wawan menilai setiap agenda kompetisi harus memiliki keterkaitan dengan sistem pembinaan jangka panjang. Kejuaraan tingkat daerah maupun turnamen lanjutan seperti Piala Gubernur diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian dari peta jalan pengembangan atlet yang terukur.
“Piala Gubernur nantinya menjadi bagian dari penataan pelapisan sesuai kebutuhan POSSI Jatim. Antara satu event ke event berikutnya harus ada strategi pembinaan agar tidak terjadi duplikasi, melainkan saling menguatkan penjenjangan atlet,” kata Hadi Wawan.
Guna menjaga momentum positif tersebut, induk organisasi selam Jatim kini tengah mematangkan persiapan turnamen skala nasional. Ajang lanjutan itu dijadwalkan bergulir pada pengujung tahun di fasilitas kolam renang bertaraf standar internasional yang terletak di Kota Pahlawan.
“Potensi mereka sangat luar biasa. Catatan waktunya sudah mendekati standar nasional, padahal pola latihannya masih tingkat kabupaten atau pelajar. Jika mereka nantinya masuk dalam sistem penjenjangan yang lebih mapan seperti Puslatda, progresnya tentu akan makin melonjak,” terang Ketua POSSI Jatim, Mirza Muttaqien.
Cabor selam sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu penyumbang medali emas bagi kontingen Jawa Timur dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Oleh sebab itu, keberadaan kompetisi pelajar menjadi penting untuk memastikan tidak terjadi kekosongan regenerasi ketika atlet senior mulai memasuki fase akhir kariernya.
Pembinaan yang berkesinambungan juga membutuhkan kompetisi dengan tingkat persaingan lebih tinggi. Para atlet muda tidak cukup hanya mengandalkan latihan rutin, tetapi perlu memperoleh kesempatan menguji kemampuan menghadapi peserta dari berbagai daerah dengan kualitas persaingan yang beragam.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, POSSI Jatim tengah mempersiapkan kejuaraan tingkat nasional yang direncanakan berlangsung di Surabaya, 18-20 Desember 2026. Agenda tersebut mendapat dukungan penuh Dispora Jatim dan diharapkan menjadi kesempatan bagi atlet untuk meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur perkembangan kemampuan mereka.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pengurus POSSI se-Indonesia serta PB POSSI. Harapannya jadwal tidak bentrok dan fasilitas kolam renang di Surabaya yang berstandar nasional ini siap dimanfaatkan kembali secara maksimal,” tutup Mirza.
Bagi Surabaya, gelar juara umum dengan delapan emas menjadi bukti keberhasilan pembinaan atlet pelajar di tingkat kota. Sementara bagi Jawa Timur secara keseluruhan, persaingan Surabaya, Kediri, Kabupaten Malang, dan Sidoarjo menunjukkan bahwa potensi atlet selam tersebar di sejumlah daerah dan membutuhkan sistem pembinaan yang saling terhubung. (*)



