Friday, July 31, 2026
Google search engine
Home Blog Page 104

Waduh! Imbas Permenpora 14 Tahun 2024, Dispora Jatim Bakal ‘Rebut’ Pembinaan Olahraga Prestasi

0
Kantor KONI Jawa Timur. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga atau Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 menimbulkan kegelisahan induk-induk organisasi olahraga. Peraturan yang ditandatangani Menpora Dito Ariotedjo pada 18 Oktober 2024 itu menimbulkan kontroversial sekaligus bertentangan dengan Piagam Olimpiade (Olympic Chapter).

Pengaruh kkibat peraturan tersebut turut dirasakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur. Pasalnya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur akan segera mengambil alih peran pembinaan cabang olahraga prestasi di wilayahnya.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap diberlakukannya Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Lingkup Olahraga Prestasi.

Kepala Dispora Jatim Hadi Wawan mengungkapkan hal tersebut saat melakukan kunjungan resmi ke kantor KONI Jawa Timur, Rabu (4/6/2025) kemarin. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan bahwa kewenangan pembinaan akan beralih ke Dispora Jatim, menyesuaikan regulasi baru dari Kemenpora.

“Menurut penjelasan Kadispora Jatim, Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 akan mulai berlaku pada Oktober mendatang. Hal ini sesuai dengan ketentuan bahwa peraturan akan efektif satu tahun setelah diundangkan,” tegas Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jatim Dudi Harjantoro dalam keterangannya kepada awak media, Senin (9/6/2025).

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jatim Dudi Harjantoro. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Menurut Dudi, peraturan baru ini secara langsung memberikan pemerintah kewenangan untuk mengatur penyusunan kepengurusan organisasi olahraga hingga proses pembinaan atlet di berbagai cabang olahraga prestasi. Hal tersebut menuai sorotan dari berbagai pihak, terutama karena dianggap bertentangan dengan prinsip yang diatur dalam Olympic Charter.

“Kalau mengacu pada Olympic Charter, pemerintah tidak boleh ikut campur secara langsung. Pembinaan seharusnya dikelola oleh profesional yang menguasai bidangnya,” tegas Dudi.

Kritik terhadap Permenpora 14/2024 datang bukan tanpa alasan. Sejumlah pasal dinilai membuka ruang intervensi pemerintah secara langsung terhadap organisasi olahraga prestasi. Di antaranya:
Pasal 10 Ayat (2): Forum tertinggi organisasi olahraga hanya dapat diselenggarakan setelah mendapat rekomendasi dari kementerian, menggantikan sistem persetujuan mayoritas anggota.
Pasal 16 Ayat (4) dan (5): Pengangkatan tenaga profesional dan pemberian kompensasi harus dibiayai dari sumber pendanaan organisasi di luar APBN/APBD.
Pasal 21 Ayat (2): Menteri berhak membatalkan perubahan kepengurusan yang tidak direkomendasikan oleh kementerian.
Pasal 28 Ayat (1): Menteri memiliki wewenang membentuk tim transisi bila terjadi sengketa yang menghambat pembinaan atlet.

Menurut Dudi yang mantan atlet gulat nasional, mengingatkan agar pengelolaan olahraga prestasi tidak diberikan kepada pihak yang tidak memahami proses pembinaan secara mendalam.

“Kalau dikelola oleh yang tidak paham, pembinaan prestasi akan jauh dari harapan. Kita ingin Indonesia Emas 2045, bukan Indonesia Cemas,” ketusnya.

Menanggapi kontroversi tersebut, sejumlah akademisi telah melakukan kajian kritis terhadap Permenpora ini, menggandeng para praktisi olahraga. Tujuannya adalah mendorong perbaikan kebijakan agar pembinaan olahraga prestasi di Indonesia bisa berjalan lebih baik, adil, dan sesuai standar internasional.

Dengan polemik yang tengah berlangsung, Dispora Jatim dan KONI Jatim diharapkan dapat segera menemukan titik temu, demi menjaga keberlanjutan dan integritas pembinaan atlet menuju prestasi nasional dan internasional.

Namun agaknya Dispora Jatim akan tetap bertekad untuk mengambil alih tugas KONI Jatim, apapun yang terjadi meskipun menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, Komite Olahraga Nasional (KONI) adalah organisasi olahraga nasional yang bersifat mandiri, profesional, dan independen.

KONI bukan bagian dari struktur pemerintahan formal. Tugas pokok KONI adalah membina, mengembangkan, dan mengkoordinasikan olahraga prestasi di tingkat nasional, daerah, dan internasional. (*)

Kualifikasi Piala Dunia 2026: Tekad Garuda akan Tampilkan Permainan Terbaik Melawan Jepang

0
SIAP TEMPUR: Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert bersama gelandang Joey Pelupessy dalam sesi jumpa pers jelang menantang Jepang di Stadion Panasonic Suita, Osaka, besok malam WIB. (Laga.id/istimewa Kaoru Watanabe via Gekisaka)

Laga.id, Osaka – Timnas Indonesia akan melawan Jepang di laga terakhir mereka di grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ronde ketiga, Selasa (10/6/2025) besok WIB. Duel kedua tim akan berlangsung di Stadion Panasonic Suita, Osaka, Jepang.

Skuad Garuda tiba di Osaka sejak Sabtu (7/6/2025) kemarin. Sebelumnya, Indonesia menang 1-0 atas Tiongkok di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Dikutip dari laman resmi PSSI, pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivet mengatakan bahwa dirinya dan tim sangat senang dan menikmati berada di Osaka, apalagi Jepang sudah lolos langsung ke Piala Dunia 2026, dan Indonesia lolos ke babak keempat.

“Saya rasa pertandingan besok akan menjadi laga yang sangat menarik, baik untuk disaksikan maupun dimainkan dengan penuh kegembiraan tentunya. Kami datang dengan rasa percaya diri yang tinggi,” kata Patrick Kluivert, Senin (9/6/2025) malam WIB.

“Jepang adalah pemimpin grup C. Menurut saya, mereka adalah tim terbaik di grup ini. Kami harus bermain dengan gaya kami sendiri. Meskipun akan menjadi pertandingan yang sulit, semua orang tahu itu. Tapi kami sudah mempersiapkan diri dan berusaha memberikan yang terbaik besok,” tambah pelatih asal Belanda tersebut.

Terkait rotasi pemain atau perubahan strategi, Patrick Kluivert mengisyaratkan ada.

“Kita lihat saja besok. Mungkin saja ada perubahan. Saya belum bisa bilang berapa pemain yang akan diganti atau apakah akan ganti. Tentu kami sudah pelajari laga Jepang melawan Australia,” pungkasnya.

Sementara itu, gelandang Joey Pelupessy mengaku sudah menantikan duel melawan Jepang. Apalagi dirinya dan rekan-rekan yang lain sudah melakukan persiapan dengan baik untuk laga besok.

“Saya menantikan pertandingan ini, melawan tim top di Asia, pemuncak grup tentunya. Jepang selalu menjadi tim besar, khususnya di Asia. Jadi bagi kami ini juga merupakan tantangan besar serta pertandingan yang menyenangkan, dan mereka sudah lolos,” kata Joey Pelupessy.

“Kalau saya bisa bicara soal seluruh tim, kami semua sangat menantikan pertandingan ini. Mereka sudah lolos, kami juga ke babak selanjutnya, jadi ini akan jadi laga yang menarik,” tambah pemain asal klub Lommel SK tersebut.

Indonesia saat ini menempati posisi keempat klasemen Grup C dengan perolehan 12 poin hasil dari sembilan pertandingan yang sudah dijalani. Skuad Garuda sudah dipastikan lolos ke babak keempat.

Sedangkan Jepang sudah dipastikan menjadi juara grup. Karena sejak tanggal 20 Maret 2025, Samurai Biru memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 sekaligus menjadi tim pertama yang ke turnamen bergengsi tersebut selain tiga tim tuan rumah.

Pertandingan Jepang melawan Indonesia akan kick off besok pada pukul 17.35 WIB. Indonesia akan memakai jersey warna putih dan Jepang warna biru. (*)

Sudah Dimulai, Ini Alasan Hapkido Awali Perhelatan Porprov IX Jawa Timur 2025

0
PERDANA: Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil bersama atlet-atlet cabor Hapkido yang mengawali perhelatan Porprov IX Jatim 2025 di GOR Kanjuruhan, Kabupaten Malang. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Malang – Perhelatan cabang olahraga (cabor) Hapkido membuka gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Hapkido menjadi pertandingan perdana dalam Porprov Jatim 2025 dan digelar GOR Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (9/6/2025).

Cabor seni bela diri tradisional Korea Selatan itu digelar lebih awal dari jadwal resmi, yakni 28 Juni hingga 5 Juli 2025. Hapkido memulai laga lebih dahulu karena pada saat Porprov berlangsung, akan bersamaan dengan penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur Muhammad Nabil menyampaikan bahwa penyelenggaraan pertandingan Hapkido ini didasarkan pada beberapa pertimbangan. Selain karena berbarengan dengan Kejurnas, pemanfaatan tempat pertandingan yang digunakan oleh beberapa cabor juga menjadi alasan.

“Itu soal pengaturan waktu, kemudian ada percepatan-percepatan terkait tempat dan sebagainya. Saat ini memang ada percepatan untuk mengurangi beban pelaksanaan ke depan serta menghindari benturan dengan kegiatan cabor lain juga,” ujar Nabil.

Meski demikian, Nabil menegaskan bahwa percepatan ini tidak mengganggu maupun mengurangi semangat pelaksanaan Porprov. Menurutnya, Porprov merupakan wadah penting dalam upaya pembinaan atlet muda yang diharapkan dapat mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional bahkan internasional.

Berdasarkan data yang ada, ia menyebut bahwa perolehan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) sebagian besar disumbang oleh atlet-atlet lulusan Porprov. Oleh karena itu, ia berharap melalui ajang ini akan lahir atlet-atlet berprestasi.

“Porprov ini adalah tempat bagi semua atlet untuk mengekspresikan prestasi. Jika tampil bagus, ada jenjang berikutnya untuk bergabung dengan Puslatda Jatim dan ikut PON, lalu ke tingkat nasional. Semua harus memiliki optimisme dalam bertanding, bahwa ketika hari ini meraih prestasi, itu bukan akhir dari segalanya,” ungkap mantan komisioner KPU Jatim itu.

Untuk itu, ia menekankan kepada para atlet maupun perangkat pertandingan agar menjunjung tinggi sportivitas di lapangan. Dengan demikian, atlet terbaiklah yang akan meraih prestasi tertinggi. “Saya berharap ada prestasi luar biasa dalam Porprov kali ini,” pungkas Nabil. (*)

Kejurprov Sambo Jatim 2025 Jadi Tolok Ukur Kemampuan Jelang Porprov IX

0
POTENSIAL: Atlet cabor Sambo asal Kabupaten Kediri berhasil meraih prestasi pada ajang Kejurprov Sambo Jawa Timur 2025 di GOR Judo, Surabaya, 17-18 Mei kemarin. Mereka diharapkan kembali berprestasi pada Porprov Jawa Timur IX 2025 mendatang. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Kabupaten Kediri)

Laga.id, Surabaya – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sambo Jawa Timur 2025 tuntas digelar di GOR Judo, Surabaya, 17-18 Mei. Ajang ini juga dijadikan Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Jawa Timur untuk menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri I/2025.

Kejurprov Sambo 2025 mempertandingkan dua nomor yaitu sport dan combat. Untuk sektor sport putra ada tujuh kelas berat badan yakni -53Kg, -58Kg, -64Kg, -71Kg, -79Kg, -98Kg dan diatas 98Kg.

Kemudian combat putra mempertandingkan lima kelas berat badan yaitu -53Kg, -58Kg, -64Kg, -71Kg dan -98Kg. Sementara itu pada sektor putri total ada 10 kelas berat badan.

Masing-masing di nomor sport putri -47Kg, -50Kg, -54Kg, -59Kg dan -65Kg. Dan pada nomor combat putri mempertandingkan -47Kg, -50Kg, -54Kg, -59Kg dan -65Kg.

Ajang kejurprov olahraga asal Rusia ini, yang menggabungkan berbagai gaya gulat dan sistem pertahanan diri lainnya seperti kick-boxing, diikuti 150 peserta dari 22 kota/kabupaten se-Jatim.

PROYEKSI: Para atlet yang tampil dalam Kejurprov Sambo Jawa Timur 2025 juga dipersiapkan untuk ajang PON Beladiri I/2025. (Laga.id/istimewa Persambi Jatim)

Ketua Umum Persambi Jawa Timur Fantas Setyadi mengatakan ajang ini memiliki sejumlah tujuan. Salah satunya adalah untuk persiapan menyambut PON Beladiri I/2025. Rencananya, ajang kompetisi olahraga beladiri nasional, di luar PON utama yang fokus pada cabang olahraga Olimpiade, akan dihelat di Kudus pada Oktober 2025 mendatang.

“Hasil kejurprov ini salah satu tujuan kita adalah untuk menilai (performa) atlet. Nanti akan ada PON Beladiri. Kita akan melihat atlet mana yang berpotensi mewakili Jawa Timur. Ini (kejurprov) hanya salah satu parameternya,” kata Fantas, Senin (19/5/2025).

“Nanti juga ditambah hasil dari Porprov. Dan juga tidak lupa masih ada atlet PON 2024 kemarin. Tetapi kami masih akan seleksi untuk menghasilkan yang terbaik bagi Jawa Timur, tidak serta merta ambil dari Kejurprov, Porprov atau yang (atlet) PON 2024,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Kediri Hakim Rahmadsyah Parnata bangga dengan capaian prestasi hasil kerja keras atlet Sambo. Namun dia mewanti-wanti atlet Sambo Kabupaten Kediri untuk tidak cepat puas.

“Dari total 13 atlet yang diproyeksikan ke Porprov 2025, Sambo Kabupaten Kediri hanya memberangkatkan 12 atlet pada Kejurprov ini. Ada dua atlet yang tidak diberangkatkan. Posisi keduanya digantikan oleh atlet yang dipromosikan membuktikan pembinaan atlet yang terencana dan berkesinambungan,” kata Hakim pada kesempatan terpisah.

“Tapi, saya minta atlet jangan cepat puas. Sebab, target kita raih emas sebanyak-banyaknya di Poprov 2025. Untuk hasil Kejurprov akan menjadi bahan analisa tim pelatih jelang Porprov nanti,” tandasnya. (*)

Hasil Kejurprov Sambo 2025
Perolehan Medali (Lima Besar)
Nomor Sport

NoKontingenEmasPerakPerungguTotal
1.Kota Surabaya3148
2.Lumajang3104
3.Kab. Kediri2136
4.Lamongan2114
5.Sidoarjo1113

Perolehan Medali (Lima Besar)
Nomor Combat

NoKontingenEmasPerakPerungguTotal
1.Kota Malang2103
2.Sidoarjo1124
3.Kota Surabaya1113
4.Kab. Kediri1012
5.Tuban1012