ROTASI PEMAIN: Aksi pemain muda Persebaya Dicky Kurniawan (tengah) dalam laga spesial 99 Anniversary Game melawan PSIS Semarang menjadi sinyal positif mengantisipasi jadwal padat Piala Presiden 2026. (Laga.id/Aditya Wijaya)
Laga.id, Surabaya – Padatnya jadwal pertandingan pada turnamen Piala Presiden 2026 bakal memaksa tim pelatih Persebaya Surabaya memutar otak. Skuad berjuluk Bajol Ijo tersebut dijadwalkan melakoni tiga laga krusial dalam waktu yang sangat singkat.
Oleh sebab itu, manajemen fisik pemain menjadi kunci utama keselamatan tim. Kondisi kebugaran para pemain Persebaya saat ini diakui belum menyentuh level ideal untuk pertandingan berintensitas tinggi. Untuk itu, pelatih Bernardo Tavares mengambil langkah tegas dengan merencanakan rotasi pemain secara berkala.
Langkah ini kian memungkinan karena regulasi turnamen memberikan kelonggaran pergantian pemain yang cukup banyak. Hasilnya, tim pelatih dapat menguji kedalaman skuad tanpa harus mengorbankan kondisi fisik pilar utama.
“Dengan aturan delapan pergantian pemain, besar kemungkinan kami akan memanfaatkannya,” ujar Tavares dalam keterangan resmi yang diterima Laga.id, Jumat (24/7/2026).
“Kondisi fisik pemain saat ini memang belum sesuai dengan yang kami inginkan. Sehingga rotasi menjadi hal yang penting selama turnamen,” lanjutnya.
Selain menjaga stamina, rotasi ini juga difungsikan untuk memantau performa seluruh pilar dalam atmosfer kompetitif. Sebab, jajaran pelatih membutuhkan data komparatif antara performa latihan dan pertandingan resmi.
Tavares menyadari bahwa kejenuhan fisik dan kelelahan bakal membayangi para pemainnya sepanjang turnamen. Namun demikian, situasi tersebut dinilai sebagai proses pematangan yang wajib dilewati pada masa pramusim.
“Bagi saya, Piala Presiden adalah kesempatan untuk membangun tim,” terangnya.
“Saya ingin mengetahui pemain mana yang paling siap bermain dalam atmosfer pertandingan sesungguhnya,” pungkasnya.
Keputusan melakukan rotasi besar-besaran ini menjadi bukti nyata bahwa keselamatan dan ketahanan jangka panjang tim jauh lebih bernilai dibanding memaksakan kemenangan instan. (*)
BIDIK PRESTASI: Sebanyak 5 atlet Woodball Jawa Timur bakal memperkuat Timnas Indonesia berfoto bersama Wakil Ketua KONI Jatim, Deddy Suhajadi, dan pengurus IWbA Jatim. (Laga.id/istimewa KONI Jatim)
Laga.id, Surabaya – Prestasi gemilang pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Woodball 2026 mengantarkan lima atlet Jawa Timur memperkuat Tim Nasional Indonesia pada ajang The 10th World Cup Woodball yang berlangsung di Perlis, Malaysia, 24-30 Juli 2026.
Pemanggilan tersebut menjadi buah dari dominasi kontingen Jatim yang berhasil meraih gelar juara umum Kejurnas Woodball 2026 dengan koleksi 10 medali emas, 8 perak, dan 5 perunggu.
Capaian tersebut sekaligus menjadikan Jatim sebagai penyumbang atlet terbanyak di skuad Merah Putih. Dari total 14 atlet yang memperkuat Indonesia, lima di antaranya berasal dari provinsi ujung timur Jawa itu.
Sekretaris Indonesia Woodball Association (IWbA) Jatim, Nurul Hidayati, mengatakan keberhasilan di Kejurnas menjadi dasar penentuan atlet yang dipanggil membela Indonesia di kejuaraan dunia.
“Setelah hasil Kejurnas kemarin, alhamdulillah Jatim memperoleh 10 emas, 8 perak, dan 5 perunggu. Dari hasil tersebut dilakukan seleksi atlet-atlet yang akan mengikuti World Cup di Malaysia,” ujar Nurul, di Kantor KONI Jatim, Kamis (23/7/2026).
Lima atlet Jatim yang akan mengenakan seragam Merah Putih ialah Erif Nurachmad Satrio, Eka Candra Apriliyanto, Ardiningrum June Candrawati, Nur Izza Nova Mindayati, dan Laily Maulidia Aprylia. Mereka akan bergabung dengan atlet dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.
Pada ajang World Cup Woodball 2026, setiap atlet berpeluang tampil di berbagai nomor pertandingan, yakni single stroke, team stroke, double stroke putra-putri, double fairway putra-putri, serta mixed stroke dan mixed fairway.
Nurul optimistis para atlet mampu bersaing di level dunia. Seluruh atlet telah menjalani pemusatan latihan di Sidoarjo sebagai bagian dari persiapan menghadapi karakter lapangan di Malaysia yang berbeda dengan lapangan latihan di Indonesia.
“Adik-adik benar-benar mempersiapkan diri. Mudah-mudahan nanti bisa cepat menyesuaikan diri karena kondisi lapangannya berbeda. Di sini kita memiliki lapangan yang datar, sedangkan di sana menggunakan lapangan golf. Semoga mereka bisa segera beradaptasi dan memaksimalkan permainannya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua KONI Jatim Deddy Suhajadi memberikan apresiasi atas pencapaian Woodball Jatim yang kembali menjadi juara umum sekaligus menjadi penyumbang atlet terbanyak bagi Timnas Indonesia.
Menurut Deddy, keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi untuk mengukir prestasi di tingkat internasional. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kekompakan antaratlet karena mereka kini membawa nama bangsa.
“Harus menjalin konektivitas dengan atlet dari daerah lain karena sekarang sudah mewakili Merah Putih. Kebersamaan harus dibangun sejak sebelum pertandingan agar chemistry dalam tim semakin kuat,” tuturnya.
Deddy berharap lima atlet dari provinsi dengan slogan Jer Basuki Mawa Beya itu mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi membanggakan bagi Indonesia pada The 10th World Cup Woodball 2026 di Malaysia. (*)
BANGUN TIM: Pelatih Persebaya Bernardo Tavares memberikan instruksi tactical kepada skuad Bajol Ijo saat menghadapi PSIS Semarang di 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya beberapa waktu lalu, sebagai persiapan menghadapi Piala Presiden 2026. (Laga.id/Aditya Wijaya)
Laga.id, Surabaya – Persebaya Surabaya memandang turnamen Piala Presiden 2026 sebagai langkah strategis membangun fondasi tim sebelum mengarungi kompetisi musim 2026/2027. Di tengah proses pembentukan skuad dengan sejumlah wajah baru serta waktu persiapan yang terbatas, turnamen pramusim ini dimanfaatkan untuk mengasah permainan.
Oleh karena itu, setiap laga menjadi kesempatan emas untuk memperkuat chemistry sekaligus mengukur kesiapan tim.
Persebaya tergabung di Grup B bersama Persija Jakarta, PSMS Medan, dan wakil Thailand, Port FC. Bajol Ijo akan mengawali perjuangannya dengan menjamu Persija di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (26/7/2026).
Jelang laga perdana tersebut, pelatih Persebaya Bernardo Tavares menegaskan timnya tetap memiliki tekad meraih hasil terbaik pada setiap pertandingan. Namun demikian, ia menilai proses membangun tim tetap menjadi prioritas utama pada fase pramusim ini.
“Piala Presiden kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi. Tentu kami ingin memenangkan setiap pertandingan, tetapi kami juga harus realistis melihat kondisi tim yang masih dalam proses pembentukan,” ujar Tavares, Jumat (23/7/2026).
“Banyak pemain belum mencapai kondisi ideal, sehingga kami membutuhkan waktu untuk menyempurnakan semuanya,” lanjut pelatih berlisensi UEFA Pro itu.
Selanjutnya, pelatih asal Portugal itu menambahkan bahwa pertandingan memberikan gambaran yang jauh lebih lengkap dibandingkan sesi latihan biasa. Sebab, dari pertandingan langsung itulah ia dapat menilai komunikasi dan adaptasi pemain terhadap tekanan.
“Kami ingin melihat kemampuan seluruh pemain,” ucapnya.
“Ada beberapa pemain yang baru pertama kali tampil di Indonesia sehingga mereka membutuhkan waktu untuk membangun chemistry dengan rekan-rekannya,” jelaskannya.
“Itu menjadi bagian penting dari proses yang sedang kami jalani,” tambahnya.
Meskipun sejarah mencatat juara pramusim tak menjamin gelar liga, Persebaya pantang menyerah. Pasalnya, pondasi kokoh yang dibangun hari ini merupakan kunci utama untuk menguasai panggung kompetisi resmi mendatang. (*)
SERUAN KEBANGKITAN: Dalam pidato sambutannya Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerukan kebangkitan total gerakan koperasi untuk menjadi kekuatan ekonomi raksasa yang mandiri bagi rakyat pada acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta. (Laga.id/istimewa)
Laga.id, Jakarta – Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) sukses menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat Nasional Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta. Perhelatan akbar ini dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, yang menegaskan komitmen kuat jajaran pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat paling bawah.
Dalam pidatonya di hadapan ribuan pengurus dan pegiat koperasi dari seluruh penjuru tanah air, Presiden Prabowo menyerukan kebangkitan total gerakan koperasi sebagai kekuatan ekonomi raksasa yang kokoh, mandiri, dan berkeadilan. Presiden mengibaratkan filosofi koperasi layaknya kekuatan sebuah sapu lidi yang terikat utuh.
“Koperasi adalah alatnya orang lemah. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tapi kalau bergabung, itu kekuatan, Saudara-Saudara sekalian. Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia! Kekuatan ekonomi yang tidak akan membawa uang lari dari Indonesia,” tegas Presiden Prabowo yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan peserta.
Ketua Umum DEKOPIN, Bambang Haryadi, S.E., menilai bahwa kehadiran langsung Kepala Negara dalam perhelatan akbar ini menjadi titik balik sakral bagi sejarah pergulatan ekonomi kerakyatan. Pasalnya, setelah hampir tiga dekade, gerakan koperasi dinilai kurang mendapat perhatian yang sepadan dengan amanat luhur Pasal 33 Ayat (1) UUD 1945.
“Baru dalam pemerintahan Bapak Presiden, gerakan koperasi mendapat perhatian penuh dan bertransformasi menjadi program prioritas penguatan ekonomi masyarakat secara struktural,” ungkap Bambang Haryadi.
BENTUK DUKUNGAN: Kehadiran langsung Presiden RI Prabowo Subianto tiba di kawasan Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dari akar rumput melalui koperasi. (Laga.id/istimewa)
Lebih lanjut, Bambang mematahkan anggapan usang dan keliru yang kerap disematkan pada institusi koperasi. Menurutnya, menganggap koperasi sebagai alat ekonomi kuno, tradisional, dan berskala kecil adalah sebuah kesalahan besar yang tidak relevan dengan realitas global saat ini.
“Kami contohkan klub-klub sepakbola raksasa di Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen dikelola secara modern dengan menggunakan sistem koperasi. Bahkan salah satu perbankan terbesar di Belanda, Rabobank, sepenuhnya dimiliki oleh entitas koperasi. Untuk itu kami sangat meyakini, koperasi akan bangkit kembali memimpin pasar di era kepemimpinan Bapak Presiden,” tutur Bambang optimis.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DEKOPIN sekaligus Ketua Pelaksana Puncak Harkopnas ke-79, Gilang Widya, menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas suksesnya penyelenggaraan acara di Indonesia Arena ini. Keberhasilan ini tidak lepas dari eratnya jalinan sinergi strategis antara DEKOPIN dan Kementerian Koperasi.
Gilang menambahkan bahwa masa depan keberlanjutan ekonomi koperasi berada di tangan generasi muda. Oleh sebab itu, DEKOPIN berkomitmen penuh untuk menggaet para pelaku usaha dari generasi Gen Z agar aktif berkoperasi lewat pendekatan yang modern, berbasis digital, serta relevan dengan tren gaya hidup masa kini.
Semangat adaptasi zaman tersebut dibuktikan nyata melalui kehadiran stan (booth) khusus bertajuk Koperasi Gen Z dalam pameran rangkaian acara. Booth tersebut menampilkan berbagai jenis inovasi bisnis kreatif berbasis teknologi digital yang dikembangkan secara mandiri oleh anak-anak muda berprestasi. DEKOPIN bertekad kuat mengubah persepsi masa lalu dan membuktikan kepada generasi muda bahwa koperasi adalah wadah kolaborasi ekonomi yang paling keren, adaptif, serta berdaya saing global.
“Kehadiran Bapak Presiden, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, serta jajaran Kabinet Merah Putih merupakan suntikan energi luar biasa bagi kami di lapangan. Keberhasilan acara di Indonesia Arena ini juga menjadi bukti nyata bahwa DEKOPIN dan gerakan koperasi bersifat inklusif serta mampu berkolaborasi secara strategis dengan siapapun, termasuk sektor korporasi skala besar,” urai Gilang.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif dan dukungan penuh dari jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkemuka nasional, seperti Bank Mandiri, BSI, BRI, BTN, BNI, Pupuk Indonesia, PLN, Pertamina, MIND ID, hingga ANTAM. Sinergi ini dinilai sebagai perwujudan konkret kemitraan hulu-hilir untuk membangun kedaulatan ekonomi bangsa.
Melalui momentum historis Harkopnas ke-79 ini, DEKOPIN menyatakan optimisme yang tinggi bahwa dengan disahkannya Undang-Undang Perkoperasian yang baru pada tahun ini untuk menggantikan UU Nomor 25 Tahun 1992, gerakan koperasi nasional akan segera memiliki payung hukum yang jauh lebih kokoh, progresif, dan dinamis demi membawa kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)