Sunday, August 2, 2026
Google search engine
Home Blog Page 139

Partisipasi FORDA II Jatim 2024 Tinggi, Pegiat Olahraga Masyarakat Meningkat

0
PESERTA MENINGKAT: Aksi salah satu Inorga dalam opening ceremony FORDA II/2024 Jatim di Kota Surabaya, Jumat (29/11/2024) malam. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Jumlah peserta penyelenggaraan Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) II Jawa Timur 2024 mengalami peningkatan. Ajang yang dihelat Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jatim di Kota Surabaya itu diikuti 3.677 pegiat olahraga masyarakat.

“Saat (pelaksanaan) FORDA I di Kota Malang hanya ada 21 kabupaten/kota, kini menjadi 33 kabupaten/kota,” ucap Ketua Umum KORMI Jawa Timur Hudiyono, Jumat (29/11/2024) malam.

Selain itu, kata dia, jumlah pegiat FORDA II Jatim di Surabaya juga turut meningkat sebanyak 40 persen dari penyelenggaraan tahun lalu. Sebelumnya, diikuti 2.186 pegiat olahraga masyarakat.

TAKJUB: Ketua Umum KORMI Jawa Timur Hudiyono usai membuka FORDA II/2024 Jatim di Surabaya. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Cak Hud, sapaan akrabnya, menjelaskan sedangkan untuk jumlah Induk Organisasi Olahraga Masyarakat (Inorga) yang dipertandingkan juga turut naik. Dari sebelumnya yang hanya 31 kini menjadi 36 Inorga ditambah dua Inorga yang menggelar pertandingan eksibisi.

Untuk itu, dia berharap dengan penyelenggaraan FORDA II bisa mempersiapkan kontingen Jatim ke Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) 2025. Rencananya, FORNAS VIII/2025 bakal diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Untuk Jatim sendiri secara tidak langsung sudah siap karena mendahului daerah lain untuk seleksi FORNAS, dengan begitu bisa target menjadi juara umum,” kata Cak Hud.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur Bobby Soemiarsono berpesan kepada seluruh pegiat olahraga masyarakat yang mengikuti FORDA II, jika dalam perlombaan yang terpenting juga bukan hanya menjadi juara namun keluar sebagai patriot bangsa dan budaya.

“Sehingga kita bisa bersama-sama memujudkan masyarakat Jawa Timur yang sehat jiwanya, sehat raganya dan sehat seni dan budaya masyarakatnya,” katanya.

“Buktikan jika patriot olahraga Bumi Mojopahit jadi yang terbaik dan tidak gentar dalam menghadapi lawan di medan laga,” tutup Bobby. (*)

Barongsai Akan Dilombakan di Porprov IX 2025

0
SUDAH PRESTASI: Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil beserta jajaran bersama pengurus FOBI Jatim dan atlet-atlet Barongsai Jatim. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Cabang olahraga Barongsai bakal dilombakan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur yang digelar 2025 mendatang di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu (Malang Raya). Rencananya ada 14 nomor yang akan dilombakan lebih banyak dibandingkan saat PON XXI lalu yang hanya melombakan 12 nomor.

“Kami berharap cabang olahraga Barongsai dilombakan di Porprov IX nanti, sebagai upaya mencari atlet dan mengembangkan olahraga ini di seluruh Jawa Timur. Apalagi pada PON XXI lalu barongsai Jatim berhasil meraih dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu,” harap Ketua FOBI Jatim Chandra Wurianto Woo saat bertemu dengan Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil di Kantor KONI Jatim, Selasa (26/11/2024).

Hari ini, Nabil menyerahkan piagam penghargaan bagi atlet dan pelatih cabor Barongsai yang tampil tidak mengecewakan di PON XXI Aceh-Sumut 2024, September lalu.

Menanggapi permintaan ini, Nabil berjanji akan menyampaikan ini kepada seluruh ketua KONI Kota/Kabupaten agar juga bersiap untuk menyiapkan atletnya sehingga barongsai bisa dipertandingkan karena pengkot dan pengkab FOBI sudah terbentuk di Jawa Timur.

“Secara umum saya setuju Barongsai dilombakan di Porprov IX, apalagi kita sudah meraih medali emas di PON XXI Aceh-Sumut lalu. Namun saya juga berharap FOBI Jatim segera membentuk FOBI di seluruh Kota/Kabupaten Jawa Timur, sehingga kemudian tim akselerasi cabor di KONI Jatim bisa menggelar cabor ini di Porprov IX 2025 mendatang,” kata Nabil.

Sementara menurut Kabid Binpres FOBI Jatim Chriswanto Agus saat ini sudah ada 12 Pengkot/Pengkab FOBI di Jawa Timur, dan mereka sudah siap apabila Barongsai digelar di Porprov IX Jatim tahun depan.

Cabang olahraga barongsai Jawa Timur berhasil meraih empat medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXI tahun 2024. Terinci dua medali emas, satu perak dan satu perunggu.

Koleksi medali itu diraih dari kategori halang rintang satu medali emas, nomor kecepatan satu medali emas, satu medali perak kategori ketangkasan Zou Tou dan satu medali perunggu kategori barongsai tradisional. Capaian ini melebihi target yang diharapkan atas usaha latihan sejak Januari 2024. (*)

KONI Jawa Timur Gelar Tasyakuran dan Pembubaran Satgas PON XXI Aceh-Sumut 2024

0
MOMEN HARU: Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil (kanan) menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan cabor saat acara tasyakuran dan pembubaran Satuan Tugas (Satgas) PON XXI Aceh-Sumut 2024. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menggelar acara tasyakuran dan pembubaran Satuan Tugas (Satgas) PON XXI Aceh-Sumut 2024, Jumat (1/11/2024).

Acara ini sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para atlet dan tim Satgas dari internal KONI Jatim yang berhasil mengharumkan nama Jawa Timur di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut.

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri oleh para atlet, pelatih, serta pengurus cabang olahraga yang berkontribusi dalam mengamankan prestasi Jawa Timur.

Sebagai bagian dari tasyakuran, diadakan pemotongan tumpeng yang diserahkan langsung kepada perwakilan cabang olahraga yang berhasil meraih gelar juara umum pada PON Aceh-Sumut.

Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 ada 13 cabang olahraga yang menjadi juara umum, yaitu: Selam, Wushu, Gantole, Muathay, Triathlon, Tenis Lapangan, Panjat Tebing, Ski Air, Balap Sepeda Road Race, Balap Sepeda MTB, Balap Motor dan Jujitsu.

Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para atlet yang telah memberikan yang terbaik untuk provinsi ini.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras dan dedikasi seluruh tim. Ini adalah momentum bagi Jawa Timur untuk terus meningkatkan prestasi di kancah nasional maupun internasional,” ujar Nabil.

Acara ini juga menjadi momen refleksi bagi KONI Jawa Timur dalam menyusun strategi dan persiapan untuk event olahraga berikutnya, terutama PON XXII yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat pada 2028 mendatang.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari seluruh elemen olahraga, diharapkan Jawa Timur terus menjadi kekuatan yang diperhitungkan dalam dunia olahraga nasional.

PON XXI Aceh-Sumut memang telah usai, namun semangat dan dedikasi para atlet akan terus bergelora, menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus berprestasi di bidang olahraga.

Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, kontingen Jawa Timur menempati peringkat ketiga klasemen perolehan medali dengan koleksi 146 medali emas, 136 perak, dan 143 perunggu. (*)

Rudie Riesdianto Terpilih sebagai Ketua Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Jatim 2024-2027

0
CABOR BARU: Kepengurusan cabor baru padel tenis dengan Ketua PBPI Jatim Rudie Riesdianto siap menyambut PON XXII 2028 di NTT-NTB serta berupaya dipertandingkan pada PORPROV 2025 mendatang. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Rudie Riesdianto terpilih sebagai Ketua Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Jawa Timur untuk periode 2024-2027. Setelah terbentuk, Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menyampaikan ucapan selamat dan mendorong kepengurusan baru untuk segera melakukan pembinaan dan membentuk kepengurusan di daerah. Ini bertujuan untuk menggeliatkan sosialisasi dan pengembangan olahraga padel di masyarakat.

PBPI telah diakui secara resmi oleh KONI Pusat sebagai induk asosiasi cabang olahraga padel tenis di Indonesia sejak 9 Agustus 2023. Olahraga padel masih relatif baru di Indonesia, sehingga ada upaya untuk memperkenalkannya lebih luas di Tanah Air.

“Daerah tidak harus memiliki venue padel. Beberapa daerah mungkin tidak memiliki fasilitas, tetapi ada atlet berbakat. Oleh karena itu, pembentukan pengurus daerah harus segera dilakukan,” ungkap Nabil, Kamis (31/10/2024).

Nabil juga mengungkapkan bahwa cabang olahraga padel hampir pasti akan dipertandingkan di PON XXII 2028 di NTT-NTB, setelah sukses menggelar eksebisi di PON XXI 2024 Aceh-Sumut. “Ketika padel dipertandingkan di PON, kami harus mulai mempersiapkan. Ruang rekrutmen akan dilakukan di PORPROV, dan kami berupaya menggelar pertandingan padel di PORPROV 2025,” tambahnya.

Menurut Nabil sekarang ini yang paling penting dilakukan oleh PBPI Jatim adalah melakukan sosialisasi ke masyarakat, dan segera mencari atlet di daerah agar mereka bisa tampil di PORPROV 2025 mendatang. “Saya optimistis ini bisa dilakukan pengurus yang baru terbentuk ini, karena sekarang ini sebenarnya komunitas Padel sudah ada dan terbentuk di Jawa Timur,” kata Nabil.

Ketua PBPI Jatim Rudie Riesdianto menyatakan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh KONI Jatim. Ia berkomitmen untuk segera membentuk kepengurusan daerah guna mempercepat sosialisasi padel kepada masyarakat.

“Padel sudah ada di dunia sejak lama, tetapi baru populer beberapa tahun terakhir. Di Indonesia, respon masyarakat cukup baik, sehingga Ketua KONI meminta agar kepengurusan segera dibentuk,” jelas Rudie.

Berdasarkan regulasi IPF (Federasi Padel Internasional), lapangan padel memiliki ukuran sepertiga lapangan tenis, yang dikelilingi oleh kaca di setiap sisi. Panjang lapangan adalah 20 meter dengan lebar 10 meter, dan dinding kaca belakang setinggi 4 meter serta dinding samping setinggi 3 meter.

Net lapangan padel memiliki lebar 10 meter dengan tinggi 0,92 meter, dan lantai lapangan terbuat dari rumput buatan yang dicampur pasir halus. Dinding kaca juga berfungsi dalam permainan, karena pemain dapat memantulkan bola ke kaca.

Raket padel berbeda dari raket tenis atau badminton yang memiliki senar. Raket padel terbuat dari bahan semikarbon dan plastik fiber, dengan ketebalan 38 sentimeter dan lebar 2,6 cm. Panjang raket dari gagang hingga kepala adalah 45,5 cm. Bola padel mirip dengan bola tenis, memiliki diameter 6,77 cm dan berat 59,4 gram. (*)