Wednesday, July 29, 2026
Google search engine
Home Blog Page 48

Ketua Perbasi Jatim Apresiasi Dukungan Orang Tua di Ajang Bola Basket

0
PUJIAN: Ajang bola basket bertajuk Edu Fest 3X3 Competition mendapat apresiasi dari Ketua Umum Perbasi Jatim Grace Evi Ekawati dengan adanya keterlibatan dukungan dari orang tua kepada anak-anaknya untuk berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik tanpa intervensi. (Laga.id/istimewa dok. Edu Fest 3X3 Competition)

Laga.id, Surabaya – Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Timur Grace Evi Ekawati menegaskan bahwa peran orang tua sangat penting dalam mendorong anak-anak untuk berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Ajang bola basket bertajuk Edu Fest 3X3 Competition, di Grand City Mall Surabaya, 19-21 September 2025, membuat Grace Evi takjub. Pasalnya, terlihat antusiasme yang tinggi dari para orang tua yang hadir mendampingi anak-anak mereka.

“Saya melihat para orang tua sangat support kepada anak-anak mereka, itu (output-nya) sangat bagus. Anak punya (semangat) prestasi yang luar biasa. Saya sangat berterima kasih,” ungkapnya saat dihubungi awak media, Senin (22/9/2025).

Menurutnya, dukungan keluarga adalah fondasi utama dalam membentuk karakter dan daya juang para pebasket muda. Grace Evi mencontohkan capaian dua kakak beradik yang menjadi peserta.

PERAN ORANG TUA: Keterlibatan dukungan dari orang tua kepada anak-anaknya pada ajang bola basket bertajuk Edu Fest 3X3 Competition mendapat apresiasi dari Ketua Umum Perbasi Jatim Grace Evi Ekawati. (Laga.id/istimewa dok. Edu Fest 3X3 Competition)

Adanya dukungan dari orang tua membuat Javier Calixto Anwar dan Jovannie Cheverly Anwar berhasil memboyong gelar Most Valuable Player (MVP) alias pemain yang menunjukkan kontribusi dan kinerja terbaik dalam event tersebut.

“Orang tua mereka terlihat sekali jika mendukung anak-anaknya, bahkan saat keduanya digembleng di lapangan juga tidak ada intervensi dari orang tua dan hal itu membuat anak-anaknya bermain lebih baik lagi,” tegas Grace Evi.

Dukungan orang tua, lanjutnya, dapat melatih anak-anak untuk menjadi pemberani, percaya diri, serta berpikir cerdas dan strategis. Nilai-nilai inilah yang diyakini bisa menjadi bekal kesuksesan, baik di bidang olahraga maupun profesi lain di masa depan.

“Saya sering menghadiri event-event bola basket yang melibatkan anak-anak dengan kehadiran orang tuanya masing-masing. Janganlah ada pressure orang tua terhadap panitia pelaksana, kepada tim maupun pelatih,” harapnya.

“Berikan pelatih kebebasan melatih tim. Ini juga edukasi buat orang tua. Orang tua hadir dan mendapatkan experience terbaik. Jadi, nggak sekadar (ikut) event,” tambah Grace Evi yang juga Wakil Ketua Umum Zona Jawa DPP Perbasi itu mengingatkan.

Sosok yang kerap disapa Mama Evi itu sering menghadiri event-event bola basket di Jawa Timur maupun di seluruh Pulau Jawa. Dia memiliki komitmen yang tinggi terhadap perkembangan bola basket di Tanah Air.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada bapak ibu yang sudah mendorong anak-anaknya sejak usia dini untuk berlatih, bertanding, dan fokus mengembangkan talenta hebat untuk bola basket Jawa Timur dan Indonesia. Semoga akan terus muncul pebasket-pebasket nasional bahkan internasional dari Jawa Timur,” tandasnya. (*)

Langka! ‘Gara-gara Nonton’ Arsenal, Guardiola Keluhkan Padatnya Jadwal

0
TIDAK PUAS: Pelatih Manchester City Pep Guardiola mengeluhkan jadwal padat berimbas dengan hasil imbang 1-1 melawan Arsenal pada pekan kelima Premier League 2025/2026 di Emirates Stadium, tadi malam WIB. (Laga.id/istimewa John Walton/PA Images via Getty Images)

Laga.id, London – Manchester City gagal mempertahankan keunggulan pada pertandingan pekan kelima Premier League ketika bertandang ke markas Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (21/9/2025) malam WIB. Arsenal dan Manchester City berbagi poin pada laga yang berakhir 1-1.

Dalam laga ini, Manchester City hanya bisa melakukan serangan balik. Sedangkan Arsenal sejak awal sudah terlihat mendominasi permainan. City unggul lebih dahulu lewat gol Erling Haaland.

Gol City yang dicetak Haaland merupakan buah dari serangan balik. Di sisi lain, Arsenal menyamakan kedudukan lewat gol telat Gabriel Martinelli yang membuat laga berakhir 1-1.

Total, sepanjang pertandingan City tercatat hanya menguasai bola sebanyak 32,8 persen, terendah yang pernah didapat The Citizens di era Josep Guardiola Sala. Juru racik asal Spanyol itu menjunjung tinggi penguasaan bola hal ini tentu menjadi sebuah anomali.

“Saya tidak bisa tinggal di negara ini dengan catatan lain, jadi saya sangat bangga dengan itu. Saya memberikan banyak pujian kepada Arsenal atas apa yang mereka lakukan. Satu kali dalam sepuluh tahun tidak buruk, kan?” kata Guardiola dikutip ESPN, Senin (22/9/2025).

“Saya harus membuktikan diri lagi dengan strategi lain. Ini adalah pengalaman yang menyakitkan melihat tim saya menahan serangan demi serangan dari Arsenal. Saya tidak suka hal itu. Saya ingin bola jauh dari sisi Donnarumma, dekat dengan (David) Raya,” lanjutnya.

Guardiola juga menjelaskan bahwa permainan yang ditampilkan pasukannya tidak lepas dari faktor kelelahan setelah menjalani jadwal berat di mana mereka menghadapi Manchester United, Napoli, dan Arsenal dalam tiga hari.

“Kami sangat lelah. Pertandingan melawan Napoli sangat emosional dan setelah hari pemulihan itu, kami harus menempuh perjalanan empat atau lima jam ke London,” keluh Guardiola kepada Sky Sports.

“Arsenal bertarung keras dalam dua perebutan gelar terakhir dan mencapai semifinal Liga Champions, jadi ini sangat sulit. Banyak pemain kami kelelahan. Kami juga mengalami banyak cedera,” imbuh Guardiola.

“Kami hanya perlu melangkah demi langkah untuk mencoba mendapatkan poin. Kami harus menerima hasil ini. Musim ini saya tidak peduli dengan hasilnya. Saya ingin melihat semangat kembali di sesi latihan,” tandasnya.

Raihan satu poin ini membuat Man City tertahan pada peringkat kesembilan dengan tujuh angka. Sementara itu, Arsenal duduk pada urutan kedua klasemen sementara dengan 10 poin. (*)

Mikel Arteta Tak Risau Tertinggal Lima Poin dari Liverpool

0
KECEWA: Pelatih Arsenal Mikel Arteta tak puas lantaran tim asuhannya bermain imbang 1-1 dengan Manchester City pada pekan kelima Premier League 2025/2026 di Emirates Stadium, tadi malam WIB. (Laga.id/istimewa Catherine Ivill – AMA via Getty Images)

Laga.id, London – Arsenal harus puas berbagi poin dengan Manchester City pada pertandingan pekan kelima Premier League 2025/2026 yang berlangsung di Emirates Stadium, Minggu (21/9/2025) malam WIB.

Dalam laga ini, sejak awal Arsenal sudah terlihat mendominasi permainan, sedangkan City hanya bisa melakukan serangan balik. The Citizens sempat unggul lebih dahulu lewat gol Erling Haaland, tetapi Arsenal menyamakan kedudukan lewat gol telat Gabriel Martinelli yang membuat laga berakhir 1-1.

Pelatih Arsenal Mikel Arteta mengatakan bahwa timnya mencatat penguasaan bola tertinggi dalam sejarah melawan tim yang diasuh Guardiola, 67,2 persen. Namun, dia menolak anggapan bahwa para pemain The Gunners kurang ambisi.

“Mudah untuk mengatakan bahwa kami kurang ambisi, tapi kami memulai pertandingan dengan sangat baik dan menguasai permainan. City mencetak gol dan kemudian tidak melakukan apa-apa,” kata Arteta dikutip dari ESPN, Senin (22/9/2025).

“Semua orang mencoba untuk mendapatkan hasil terbaik, itu wajar. Tapi kami menguasai permainan dan hal itu sama di babak kedua. Saya sangat bangga dengan pemain dan tim saya, tapi sangat kecewa dengan hasilnya. Kebanggaan yang saya rasakan adalah bahwa kami menguasai pertandingan,” lanjut Arteta.

Arsenal saat ini teringgal lima poin dari pemuncak klasemen sementara Premier League Liverpool, namun Arteta percaya bahwa timnya akan baik-baik saja dalam persaingan gelar juara.

“Kami tidak bisa mengontrol hal itu. Mereka (Liverpool) menang setiap pertandingan. Ini akan sangat sulit, tapi jika kami bermain dengan level seperti yang kami lakukan melawan Manchester City, kami akan baik-baik saja,” ujar Arteta.

Dengan hasil ini, Arsenal duduk pada urutan kedua klasemen sementara dengan 10 poin. Sementara itu, Man City tertahan pada peringkat kesembilan dengan tujuh angka. (*)

Persiapan ke SEA Games 2025, Timnas 3×3 Putra Petik Pelajaran dari Manila Challenger

0
AJANG PEMANASAN: Timnas 3x3 Bola Basket Putra Indonesia yang menggunakan nama East Jakarta menjajal kemampuan pada ajang Manila Challenger sebagai persiapan jelang SEA Games 2025 Thailand. (Laga.id/istimewa Official IBL)

Laga.id, Jakarta – Timnas 3×3 Putra Indonesia akan mengikuti Manila Challenger yang berlangsung di Filipina pada 20-21 September 2025. Ini menjadi salah satu agenda dari rangkaian persiapan tim menuju SEA Games 2025 Thailand.

Dikutip dari laman resmi IBL, Minggu (21/9/2025), tim 3×3 Putra Indonesia akan memakai nama East Jakarta, dengan susunan pemain yang terdiri dari pemain senior dan junior IBL, seperti Nickson Damara Gosal, M. Sandy Ibrahim Aziz, Surliyadin, dan Diftha Pratama. Mereka diasuh oleh salah satu IBL Legends, yaitu Fandi Andika Ramadhani.

“Pemain yang berangkat untuk Manila Challenger memang semua sudah pernah tampil di 3×3. Akan tetapi, kami sedang mencoba dan melihat lagi mereka karena pertandingan 3×3 yang sekarang ini berbeda sekali dengan sebelumnya, yang sudah pernah mereka ikuti sebelumnya beberapa tahun lalu,” jelas Rama, sapaan akrab pelatih timnas 3×3.

Di ajang ini, East Jakarta memulai perjalanan dari babak kualifikasi. Berada di Grup B pada fase kualifikasi akan bersaing dengan Shanghai China dan SG Marina Bay Jumpshot SGP. East Jakarta telah memainkan pertandingan perdana hari ini. Mereka kalah dua kali. Masing-masing takluk 8-21 atas Shanghai China dan menyerah 16-21 dari SG Marina Bay Jumpshot Singapura.

“Manila Challenger bisa jadi pembelajaran yang baik untuk tim karena tim-tim yang berpatisipasi sangat bagus di Manila Challenger ini,” ungkapnya. (*)