Thursday, July 30, 2026
Google search engine
Home Blog Page 68

Buang-buang Peluang, Persebaya Awali Super League 2025/2026 dengan Kekalahan

0
START NEGATIF: Upaya pemain Persebaya Arief Catur (belakang) menghentikan lawan pada laga yang berkesudahan 0-1 untuk PSIM Yogyakarta di pekan pertama Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya malam ini. (Laga.id/Putu Aditama)

Laga.id, Surabaya – Tiga poin gagal diraih Persebaya Surabaya pada laga pertamanya di BRI Super League 2025/2026. Mereka harus menelan kekalahan dari PSIM Yogyakarta dengan skor 0-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (8/8/2025) malam.

PSIM membuat Persebaya tertunduk malu di depan pendukung sendiri. Apalagi, permainan PSIM di babak kedua lebih bagus ketimbang Persebaya. Padahal, laga tampak akan berakhir imbang lantaran kedua tim tak kunjung mencetak gol.

PSIM berhasil cetak gol di menit injury time melalui sundulan Ezequiel Vidal. Berawal dari tendangan bebas Ze Valente yang bisa ditepis oleh kiper Ernando Ari di menit ke-90+2. Namun, bola muntah jatuh di kaki Dede Sapari yang lantas memberikan umpan kepada Vidal.

Tuan rumah berusaha menyamakan kedudukan. Hanya saja, hingga laga usai skor 0-1 untuk keunggulan Laskar Mataram tak berubah. Persebaya harus menelan pil pahit di pertandingan pertama BRI Super League musim ini.

“Dalam pertandingan ini, pada babak pertama, kami memiliki peluang untuk mencetak setidaknya dua gol. Pada babak kedua, kami ingin mengendalikan pertandingan lebih banyak. Seandainya kami mencetak gol pada babak pertama, (hasilnya) akan berbeda,” keluh pelatih Persebaya Eduardo Perez usai laga.

“Tentu saja saya sangat kecewa (kalah). Di sisi lain, (sudah ada) gambaran (permainan) yang saya inginkan terlihat pada babak pertama, tentu kami perlu terus berusaha. Saya sangat bangga dengan (kerja keras) para pemain,” tambahnya.

Berdasarkan statistik, Bajul Ijo menciptakan enam peluang mencetak gol dari total 9 tendangan dengan hanya dua yang tepat sasaran. Buruknya penyelesaian akhir Persebaya diakui gelandang Bruno Moreira.

“Secara keseluruhan, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk meraih hasil positif. Sayangnya, kami tidak berhasil (menang) di hadapan para pendukung kami. Kami tidak mencari alasan. Kami kalah. Itulah kenyataannya,” terang Bruno.

“Seperti yang dikatakan pelatih, kami melewatkan beberapa peluang yang seharusnya tidak boleh terlewatkan. Tapi kami memiliki kesempatan lain untuk mendapatkan tiga poin dan terus berjuang untuk naik di klasemen,” tandas pemain asal Brasil itu. (*)

Hasil Super League 2025/2026: Hanya Satu Tuan Rumah yang Menang

0
BIKIN MALU: Selebrasi pemain PSIM Ezequiel Vidal usai bobol gawang Persebaya pada laga pembuka Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025) malam. (Laga.id/istimewa I League)

Laga.id, Surabaya – Kompetisi kasta tertinggi di sepak bola Indonesia, Super League 2025/2026 akhirnya resmi bergulir. Tiga pertandingan tersaji pada pekan pertama, Jumat (8/8/2025).

Hasilnya, dua tuan rumah gagal meraih poin penuh. Hanya satu tim yang bermain di kandang sendiri bisa meraih kemenangan.

Pada laga pembuka Super League 2025/2026, PSIM Yogyakarta berhasil mempermalukan Persebaya Surabaya 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, malam WIB.

Dalam laga tersebut, kedua tim bermain menarik, jual-beli serangan terjadi. Namun, PSIM bisa mencuri kemenangan pada menit akhir lewat sepakan Ezequiel Vidal, tepatnya 90+2′.

AWAL MANIS: Borneo FC berhasil meraih tiga poin dari tamunya Bhayangkara FC pada laga pekan pertama Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, sore tadi. (Laga.id/istimewa I League)

Pada pertandingan lainnya, Persijap Jepara nyaris dipermalukan tim tamu, PSM Makassar. Kedua tim harus puas bermain imbang 1-1 di Stadion Bumi Kartini, Jepara, Jumat (8/8) malam WIB.

PSM unggul lebih dahulu melalui Victor Dethan pada menit ke-6. Hanya saja, Persijap bisa menyamakan kedudukan jelang pertandingan berakhir, lewat Franca pada menit ke-90+9′.

Sementara itu, Borneo FC Samarinda menjadi satu-satunya tuan rumah yang meraih poin sempurna. Mereka menang 1-0 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC melalui gol Mariano Ezequiel Peralta Bauer di menit ke-66 di Stadion Segiri. (*)

Asyik, Persebaya Kembali Gandeng Sponsor Lama

0
CLBK: Prosesi penandatanganan sponsor lama Persebaya yang kembali yakni Antangin untuk bekerja sama mengarungi Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya sore tadi. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Persebaya kembali menjalin kerja sama dengan satu sponsor lama yang akan terpasang di jersey pada kompetisi Super League 2025/2026. Tim asal Kota Pahlawan itu sudah menyepakati kerja sama dengan produk herbal cair, yakni Antangin.

Antangin merupakan official partner Persebaya pada 2017, saat kembali ke kancah sepak bola nasional. Musim ini mereka memutuskan untuk menjalin hubungan lagi dengan tim kebanggaan Bonek tersebut.

Tak tanggung-tanggung, Antangin yang merupakan brand obat herbal untuk masuk angin terpercaya dan terkemuka di Indonesia itu sudah menyepakati kerja sama dengan Persebaya untuk jangka waktu tiga musim ke depan, hingga tahun 2028.

Langkah ini semakin mempertegas komitmen Persebaya dalam membangun pondasi kuat dengan para mitra bisnisnya. Selain itu, menjadi bukti kepercayaan yang terus tumbuh dari pihak sponsor terhadap Bajul Ijo.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Senior Brand Manager PT Deltomed Laboratories, Yunita Pratiwi, dan Direktur Operasional Persebaya, Candra Wahyudi di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025) sore. Hadir pula dalam acara ini beberapa pemain Persebaya, termasuk Koko Ari Araya dan Leo Lelis.

“Persebaya mempunyai target besar menjelang 100 tahun. Ada hal-hal yang kami canangkan untuk dua tahun kedepan yang semoga bisa diraih oleh Persebaya,” ujar Candra.

Candra menyebutkan bahwa dukungan dari para mitra, termasuk Antangin, sangat berarti bagi Persebaya dalam mewujudkan ambisi besar tersebut. Menurutnya, pola kemitraan multi-year ini mencerminkan keyakinan dan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja serta visi tim.

“Kami bangga dengan kembalinya Antangin sebagai sponsor. Antangin adalah bagian dari keluarga besar Persebaya. Antangin memiliki tema kampanye Pejuang Pantang Tumbang, sama dengan kami di Persebaya yang selalu Wani dan pantang menyerah menghadapi semua tantangan, mengejar prestasi tertinggi,” tegas Candra.

Sementara itu, Yunita menjelaskan latar belakang keputusan mereka untuk kembali berkolaborasi dengan Persebaya dalam durasi yang panjang. Ia menekankan bahwa hubungan antara Antangin dan Persebaya jauh lebih dalam dari sekadar urusan bisnis.

“Kami hadir untuk menemani sekaligus mengapresiasi Persebaya dari sisi suporter, pemain, hingga manajemen. Antangin dan Persebaya punya sejarah bersama. Kami bukan sekadar sponsor, tapi bagian dari perjalanan perjuangan besar ini,” sebut Yunita.

Kolaborasi ini diharapkan akan semakin mengokohkan posisi Persebaya, baik di dalam maupun di luar lapangan, sembari terus memberikan motivasi kepada tim untuk meraih prestasi tertinggi. (*)

Super League 2025/2026: Tantangan PSIM, Reva Adi Ingin Permalukan Persebaya

0
ANTUSIAS: Pelatih PSIM Jean-Paul Van Gastel (dua dari kiri) ditemani kapten tim Reva Adi Utama jelang menantang Persebaya pada laga perdana Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. (Laga.id/istimewa Official ILeague)

Laga.id, Surabaya – Ambisi besar diusung PSIM Yogyakarta yang akan menjalani laga perdananya di Super League 2025/2026. PSIM semakin bersemangat lantaran pertandingan pertamanya menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (8/8/2025) malam WIB.

Pelatih PSIM Jean-Paul Van Gastel mengaku tak mempermasalahkan rentetan hasil negatif sepanjang pramusim. Dari enam pertandingan uji tanding, tim berjulukan Laskar Mataram itu hanya mampu memetik dua kemenangan.

Kendati demikian, Van Gastel menegaskan jika skuad Kota Gudeg itu begitu antusias menjalani pertandingan pertama di kasta tertinggi setelah menjadi juara Pegadaian Liga 2 2024/2025.

“Saya sangat antusias untuk laga di Surabaya ini. Kami sudah mempersiapkan tim dengan baik juga karena saya tahu pertandingan nanti akan tidak mudah untuk kami. Saya juga senang pertandingan nanti dihadiri oleh banyak penonton,” katanya dikutip dari laman resmi ILeague.

“Sepak bola itu adalah sulit diprediksi. Suatu saat, kita tidak dapat hasil seperti yang diharapkan. Tapi inilah sepak bola. Saya penasaran tim ini dapat tampil dengan baik di laga pembuka nanti. Saya harap pemain bisa menjaga level intensitas di Super League, untuk tetap stabil,” tegasnya menambahkan.

Sementara itu, Reva Adi Utama mengaku sangat tertantang dapat kembali ke Surabaya, meski sebagai lawan. Seperti diketahui, bek berusia 28 tahun itu pernah memperkuat Green Force pada BRI Liga 1 2022/2023 dan 2023/2024.

“Senang bisa kembali ke Stadion Gelora Bung Tomo. Tapi saya datang saat ini sebagai lawan. Saya sangat bersemangat dan antusias. Secara pribadi, saya tipikal yang suka tantangan,” terang kapten anyar PSIM tersebut.

“Saya tidak mau banyak bicara, terpenting fokus dan kerja keras. (Karena) PSIM baru saja naik ke kasta tertinggi dan (laga pembuka) bisa jadi pembuktian bagi kami kalau memang layak ke Super League,” pungkas bek kiri asal Makassar tersebut. (*)