Laga.id, Malang – Sebanyak 71 atlet binaraga dari 17 kabupaten/kota berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Cabor Binaraga yang dipertandingkan di Gedung Serba Guna Sasana Krida, kompleks Universitas Negeri Malang, Kota Malang, ini memperebutkan 8 medali emas.
“Ada tiga daerah yang tidak ikut serta, karena tidak memiliki atlet binaraga usia muda. Kita bisa memahami, karena membina atlet Binaraga tidak mudah,” ujar Ketua Pengprov Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Jatim Raja Siahaan kepada wartawan, Selasa (1/7/2025).
Pihaknya memberikan peringatan keras (warning) terhadap kabupaten/kota yang tidak mengikuti Porprov dua kali berturut-turut. Mereka bakal dikenai sanksi administratif berupa pembekuan. Untuk diketahui, peserta kali ini berasal dari 17 kabupaten/kota dari 20 daerah yang sudah membentuk pengkab/kota.
“Kita bekukan kalau tidak mengikuti dua kali Porprov. Harus ada sanksi. Sebaliknya, pengcab yang aktif akan kita berikan reward. Biar adil dong,” tegasnya.
Raja juga bersyukur seluruh atlet yang berlaga tidak bermasalah. Keabsahan mereka sudah dilakukan pemeriksaan ketat oleh bidang keabsahan atlet.
“Membina atlet binaraga itu tidak mudah. Butuh proses. Jadi, semua pengcab pasti tahu atlet yang dimiliki masing-masing daerah,” paparnya.
Soal peta kekuatan, Raja menyebut Kabupaten Malang masih dominan di Binaraga. Prestasi itu sudah ditunjukkan dari gelaran Porprov tahun-tahun sebelumnya. Pada Porprov VIII Jatim 2023 di Sidoarjo, Kabupaten Malang tampil sebagai juara umum dengan meraih 3 emas dan 2 perak.
Raihan medali Kabupaten Malang itu lebih banyak dibanding Porprov VII Jatim yang hanya mendapat 1 emas dan 2 perak. “Yang pasti untuk Porprov tahun ini tidak ada atlet puslatda. Kita bebaskan daerah mengirimkan atlet mudanya, sehingga persaingan jadi ketat,” tandas Raja. (*)



