Laga.id, Surabaya – Felipe Americo Martins Goncalves adalah salah satu wajah baru di jajaran staf pelatih Persebaya Surabaya. Pelatih kiper berdarah Brasil ini resmi bergabung dengan tim kebanggaan Kota Pahlawan tersebut menjelang dimulainya musim 2025/2026.
Meskipun menyandang status pelatih kiper asing, Felipe Americo tak memerlukan bantuan penerjemah saat membimbing anak asuhnya. Instruksi dan arahannya selama sesi latihan mengalir begitu lancar, mudah diserap, dan langsung diaplikasikan oleh para pemain.
Ternyata, Felipe memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang patut diacungi jempol. Pelatih berusia 42 tahun ini mengawali karier kepelatihannya di negara asalnya bersama tim muda Botafogo, salah satu klub elite di Negeri Samba.
Keahliannya dalam berbahasa Indonesia bukanlah hal yang kebetulan. Sejak tahun 2017, Coach Felipe telah menjejakkan kakinya di berbagai klub Liga Indonesia, menjadikannya akrab dengan kultur dan bahasa setempat.
Petualangan internasionalnya di Indonesia dimulai pada 2017, kala ia menerima tawaran dari Barito Putera sebagai pelatih kiper di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1.
Sejak momen itu, namanya kian familiar di kancah sepak bola nasional. Setelah dari Barito, Felipe sempat menukangi Arema FC dan RANS Nusantara, sebelum akhirnya berlabuh di Persita Tangerang pada musim 2023/2024.
“Sebagai pelatih kiper, detail sangat penting. Bahasa yang jelas dan dimengerti pemain jadi faktor besar. Itulah kenapa saya belajar bahasa Indonesia sejak pertama kali datang,” ujar Felipe Americo.
Selama berada di Indonesia, ia dengan cepat beradaptasi dan membaur. Dukungan penuh dari sang istri turut mempercepat proses adaptasi bahasanya. Peran istrinya inilah yang semakin membuatnya fasih berbahasa Indonesia.
“Dari 2017 di sini saya belajar sedikit-sedikit jadi bisa. Saya belajar otodidak. Saya coba terus karena takut ada yang salah. Istri dari Malang, jadi semakin memperkaya juga bahasanya,” imbuhnya.
Kecakapannya dalam berkomunikasi ini sangat mempermudah para penjaga gawang Persebaya, termasuk Andhika Ramadhani, untuk dengan cepat memahami metode latihan yang ia terapkan.
Sesi latihan pun terasa lebih hidup dan produktif lantaran setiap instruksi dapat dipahami tanpa kendala. Tak ada lagi hambatan komunikasi antara pelatih kiper dan para penjaga gawang Persebaya.
“Sebelumnya memang saya sering melihat bagaimana beliau melatih dan komunikasi antar pemain. Alhamdulillah kami sebagai kiper bisa menyerap materi dengan cepat apa yang di sampaikan oleh Coach Felipe,” tutur Andhika.
Persebaya sendiri saat ini masih menjalani masa pramusim, termasuk agenda ke Australia. Mereka berhasil meraih kemenangan 2-0 dalam laga uji coba melawan Football West All Star pada 9 Juli 2025 lalu.
Dalam waktu dekat, Persebaya dijadwalkan akan melakoni satu pertandingan uji coba lagi pada 19 Juli 2025. Mereka akan menjamu PSS Sleman dalam duel bertajuk “Team Launching Game” yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.



