Laga.id, Surabaya – Super League 2025/2026 sudah masuk putaran kedua, persaingan kompetisi makin panas. Bursa transfer paruh musim masih terbuka, dan Persebaya Surabaya menjadi salah satu klub yang sukses memancing rasa penasaran publik.
Empat pemain asing sudah didatangkan, tapi tanda tanya besar masih menggantung: cukup sampai di situ, atau masih ada “nama terakhir” yang disembunyikan?
Persebaya sebelumnya resmi memperkenalkan Bruno Paraiba, Jefferson Silva, Gustavo Fernandes, dan Pedro Matos. Kedatangan mereka langsung mengerek ekspektasi suporter. Apalagi, tiga di antaranya sudah mencicipi debut, dengan Bruno Paraiba mencuri perhatian lewat gol di laga perdananya melawan PSIM Jogjakarta.
Namun saat publik menunggu kepastian lanjutan, pelatih Bernardo Tavares justru memilih bermain aman. Sebelum memimpin latihan di Lapangan ABC, Kompleks Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (28/1/2026), pelatih asal Portugal itu tak memberi jawaban tegas. Ia hanya menegaskan bahwa bursa masih berjalan dan segala kemungkinan tetap terbuka.
“Bursa memang belum tutup. Bisa saja tidak ada tambahan, tapi bisa juga ada. Semua masih mungkin sampai tanggal terakhir,” ujar Bernardo, setengah melempar bola panas ke arah spekulasi.
Di balik sikap irit bicara itu, fokus Tavares tetap pada performa tim. Ia mengakui masih ada pekerjaan rumah, terutama soal transisi permainan. Menurutnya, Persebaya perlu lebih rapi saat berubah dari bertahan ke menyerang maupun sebaliknya, tanpa kehilangan organisasi tim.
“Setelah laga terakhir, kami melihat masih ada kekurangan, terutama dalam transisi dari bertahan ke menyerang dan sebaliknya. Kami punya waktu satu minggu dan itu akan kami manfaatkan semaksimal mungkin untuk persiapan pertandingan berikutnya,” ucap Tavares.
Menjelang duel kontra Dewa United pada Minggu (1/2/2026) di Stadion GBT, Persebaya membawa modal tren yang cukup stabil. Menariknya, dalam lima laga terakhir, Bajul Ijo menunjukkan grafik naik-turun yang terkendali. Masing-masing dua kali menang dan imbang serta sekali kalah.
“Target kami adalah memperbaiki transisi offensive dan defensive, tanpa melupakan organisasi bertahan dan menyerang sebagai satu kesatuan,” tegas mantan pelatih PSM Makassar itu.
Dengan tren yang mulai membaik, waktu persiapan satu pekan, dan bursa yang belum tertutup, situasi Persebaya kian bikin deg-degan. Tavares tenang, Bonek menunggu, dan kejutan masih mungkin datang di detik-detik terakhir. (*)



