Laga.id, Surabaya – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong bela Radovan Pankov secara terbuka setelah sang bek melakukan kesalahan fatal yang berujung kekalahan tipis bagi Macan Kemayoran.
Persija Jakarta harus takluk 0-1 dari Persebaya Surabaya pada laga Grup B Piala Presiden Elite 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (26/7/2026).
Insiden bermula ketika Radovan Pankov yang mendapatkan pressing dari Alex Martins melakukan backpass kepada kiper Persija, Aqil Savik, di dalam kotak penalti. Namun, posisi Aqil terlalu ke depan sehingga bola yang dioper Pankov malah masuk ke gawang sendiri dan menjadi gol untuk Persebaya.
Shin Tae-yong atau yang populer dengan sapaan STY, gol itu terjadi karena ada kesalahan komunikasi antara Aqil dan Pankov. Oleh karena itu, ia menegaskan kejadian serupa tidak boleh terulang kembali di masa mendatang.
“Ke depannya tidak boleh lagi terjadi kesalahan seperti itu,” kata STY.
Meskipun mencetak gol bunuh diri, secara keseluruhan STY menilai Pankov tampil sangat baik di jantung pertahanan. Selain itu, bek asal Serbia tersebut tampil solid bersama Denis Kolinger yang membuat para penyerang Persebaya mati kutu.
“Saya sampaikan ke Pankov, dia tidak perlu berkecil hati dan harus tetap semangat. Kita bisa memperbaiki kesalahan ini untuk lebih baik lagi ke depannya,” ujar pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Di sisi lain, Persija sejatinya punya kesempatan mengakhiri laga dengan hasil imbang melalui aksi Denis Kolinger. Bek anyar asal Kroasia itu sempat merobek gawang Persebaya lewat kepalanya usai menerima umpan Pratama Arhan di masa injury time, namun dianulir wasit karena offside.
Terkait gol Kolinger yang dianulir, STY menyatakan menerima keputusan perangkat pertandingan dengan lapang dada. Kendati demikian, ia tetap akan mengevaluasi ulang situasi tersebut demi memastikan akurasi keputusan.
“Keputusan wasit adalah hal yang harus diterima, karena saya menganggap hakim garis dan wasit utama melihatnya dengan akurat, tetapi setelah kembali ke penginapan, saya rasa saya perlu melihat tayangan ulangnya terlebih dahulu sebelum berbicara lebih lanjut,” tutur mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Secara hasil, juru taktik asal Negeri Ginseng itu tidak menampik rasa kecewanya atas kekalahan perdana tim asuhannya. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa jajaran pelatih serta para pemain tidak boleh patah semangat.
“Secara hasil memang sangat disayangkan karena kami kalah 1-0, tapi tim kepelatihan dan para pemain tidak perlu berkecil hati. Jika kami menjalankan rencana ke depan dengan baik, semuanya akan berjalan lancar,” kata STY usai laga.
Kendala persiapan yang singkat menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kekambuhan performa skuad di lapangan. Sebelum tampil di turnamen pramusim ini, Persija hanya punya waktu sekitar dua pekan untuk persiapan akibat bentrok jadwal.
Bahkan, awalnya manajemen berencana menurunkan tim Elite Pro Academy (EPA) U-20 karena skuad utama diproyeksikan menjalani pemusatan latihan di Thailand. Selain itu, sejumlah pilar utama saat ini sedang bergabung dengan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, seperti Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Dony Tri Pamungkas, dan Muhammad Rayhan Hannan.
Evaluasi Menyeluruh Macan Kemayoran di Piala Presiden 2026
Kegagalan meraih poin di kandang Persebaya membuka mata jajaran pelatih untuk segera memperbaiki koordinasi tim yang compang-camping.
Meskipun badai absennya pemain pilar dan minimnya persiapan menjadi kendala nyata, kebangkitan mentalitas skuad muda tetap menjadi prioritas utama.
Oleh karena itu, tangan dingin STY kini diuji untuk meracik ulang strategi yang lebih solid sebelum mengarungi ketatnya kompetisi resmi yang sesungguhnya. (*)



