Monday, August 24, 2026
Google search engine
HomeBolaAkhirnya, Xabi Alonso Lupakan 1 Musim Kelabu di Real Madrid demi The...

Akhirnya, Xabi Alonso Lupakan 1 Musim Kelabu di Real Madrid demi The Blues

Laga.id, Sydney – Xabi Alonso lupakan masa lalu dengan Real Madrid demi memusatkan seluruh energinya untuk membangkitkan performa skuad Chelsea. Terlebih lagi, pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa dirinya telah sepenuhnya beranjak maju dari pengalaman pahit sebelumnya.

Dia kini siap menatap tantangan baru di panggung kompetisi Premier League musim ini. Sebelumnya, petualangan Alonso di Santiago Bernabeu hanya bertahan selama tujuh bulan dan berakhir usai kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol pada Januari lalu.

Oleh karena itu, periode singkat tersebut sempat diwarnai isu perselisihan dengan pemain senior, khususnya Vinicius Junior. Akibatnya, kepergian dari Madrid sempat mencoreng reputasinya usai sukses membawa Bayer Leverkusen juara Bundesliga tanpa terkalahkan.

Xabi Alonso Lupakan Masa Lalu dengan Real Madrid Demi Tantangan Baru

Berbicara pada tur pramusim Chelsea di Australia, pelatih berusia 44 tahun itu mengungkapkan bahwa luka dari masa lalunya kini telah pulih total. Selain itu, ia mengaku siap menatap babak baru kariernya bersama klub raksasa asal London Barat tersebut.

Dengan demikian, motivasi tinggi kini mendasari setiap langkah persiapannya jelang bergulirnya musim kompetisi.

“Beruntung tidak terlalu banyak luka dalam karier saya. Jadi, oke, saya mendapat satu luka, tetapi ini sudah sembuh,” tutur Alonso dilansir dari ESPN.

“Sekarang luka itu sudah sembuh, dan saya sangat termotivasi serta bertekad untuk menikmati langkah selanjutnya ini sebagaimana yang saya lakukan saat memulai di Madrid.”

Pelatih Xabi Alonso memimpin sesi latihan pramusim skuad Chelsea di lapangan latihan Sydney, Australia.
PIMPIN LATIHAN: Xabi Alonso saat memimpin sesi latihan skuad Chelsea selama pramusim di Sydney dengan intensitas tinggi guna mempersiapkan taktik menghadapi kompetisi Premier League 2026/2027. (Laga.id/Darren Walsh – Chelsea FC via Getty Images)

“Melihat ke belakang, saya mengambil hal-hal positif dan hal-hal yang tidak berjalan baik. Saya sangat kritis terhadap diri sendiri, memikirkan apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik karena semuanya tidak berjalan sesuai harapan.”

Selanjutnya, Alonso menilai bahwa masa-masa sulit di Madrid telah memberikan pelajaran berharga yang membentuk kapasitas kepelatihannya saat ini. Di samping itu, pengalaman tersebut mengajarkannya cara beradaptasi serta mengelola dinamika ruang ganti pemain secara lebih matang.

Oleh sebab itu, ia memandang seluruh kejadian tersebut sebagai paket lengkap proses pendewasaan profesional.

“(Dari segi positif) ada banyak pengalaman, adaptasi yang harus saya lakukan, beberapa hal yang berhasil dan beberapa yang tidak dari sudut pandang permainan maupun pengelolaan pemain. Ini adalah campuran dari semuanya,” tambah Alonso.

Misi Besar Membangkitkan Chelsea di Premier League

Kini, Alonso mengemban tugas berat untuk mengembalikan kejayaan Chelsea setelah klub London Barat itu melewati musim 2025-2026 yang kelam. Terlebih lagi, pasca berganti tiga pelatih dan finis di posisi 10 klasemen, The Blues harus rela absen dari panggung Eropa musim ini.

Kendati demikian, ia tetap optimistis menyambut tantangan besar tersebut dengan kepala dingin. Mengenai alasannya menerima pinangan klub, Alonso mengaku mendasarkan keputusannya pada logika pertimbangan matang dan pilihan hati yang mendalam.

Oleh karena itu, ia yakin bahwa atmosfer Stamford Bridge adalah tempat yang tepat untuk melanjutkan rekam jejak kariernya. Pada akhirnya, tekad baja sang juru taktik menjadi garansi utama kebangkitan The Blues di kancah sepak bola Inggris.

“Keputusan ini harus berasal dari sini dan juga dari sini,” ungkap Alonso sembari menunjuk ke arah kepala dan hatinya.

Selain itu, Alonso juga mengaku sangat terkesan dengan prospek skuad Chelsea serta potensi besar yang dimiliki oleh para pemain mudanya. Dengan demikian, ia percaya bahwa kelemahan musim lalu dapat segera diperbaiki melalui kerja keras seluruh elemen tim.

Pada akhirnya, era baru kepelatihan di bawah komando sang maestro asal Spanyol siap membawa The Blues kembali terbang tinggi. “Saya melihat ini adalah saat yang tepat bagi klub, saat yang tepat untuk diri saya sendiri, serta sebuah kesempatan yang bagus,” ujar Alonso.

“Ini adalah tim yang bermain sangat baik belakangan ini dan situasinya tidak seburuk kelihatannya di akhir musim lalu. Ada potensi besar untuk berkembang dan mari kita lihat berapa lama waktu yang dibutuhkan,” tandasnya. (*)

Editor: Dian Kurniawan
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

BACA JUGA