Wednesday, September 16, 2026
Google search engine
HomeArenaPredalion Fight Night Ajang Bibit Petinju Muda Jatim Terbaru

Predalion Fight Night Ajang Bibit Petinju Muda Jatim Terbaru

Laga.id, Surabaya – Predalion Fight Night kini hadir di Surabaya sebagai wadah baru pembibitan petinju profesional Jawa Timur. Sebanyak enam partai tinju profesional non-gelar resmi digelar untuk menguji kemampuan atlet muda.

Pertandingan tersebut berlangsung di GOR Hayam Wuruk, Komando Daerah Militer V Brawijaya, Kota Surabaya, Sabtu (23/8/2026) malam. Ajang ini sekaligus menjadi panggung pembuktian bagi petinju dari berbagai daerah.

Promotor acara, Dary Rafly Alifyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar pertandingan biasa. Selain itu, ia menyebut acara ini sebagai langkah nyata membangkitkan kembali gairah tinju profesional.

“Harapan saya dengan adanya acara tinju profesional di Surabaya ini menjadi pembibitan untuk atlet-atlet tinju dan menggaet antusias masyarakat. Agar tinju ini menjadi ramai kembali seperti dulu,” ujarnya di sela pertandingan.

Predalion Fight Night Jadi Solusi Ekosistem Tinju Jatim

Para peserta datang dari sejumlah sasana tinju yang tersebar di Surabaya, Jember, Solo, Gresik, dan Malang. Kehadiran petinju lintas kota itu memperlihatkan bahwa minat terhadap olahraga ini masih sangat besar.

Lebih jauh, Dary menilai ekosistem tinju di Jawa Timur sebenarnya memiliki potensi besar. Banyak sasana dan kamp latihan aktif membina atlet muda meski kerap kesulitan mencari panggung.

“Banyak dari komunitas, camp, atau sasana yang menunggu wadah event-event tinju. Alhamdulillah untuk saat ini sudah mulai banyak event tinju. Banyak anak-anak muda sekarang lebih berfokus untuk berlatih tinju,” katanya.

Para petinju menunjukkan aksi terbaik mereka pada ajang Predalion Fight Night.
AKSI KEMENANGAN: Petinju muda merayakan kemenangan mereka dalam ajang Predalion Fight Night dengan penuh semangat. (Laga.id/istimewa)

Penyelenggaraan acara ini juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat. Dary menyebut keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi ekonomi kreatif.

“Walaupun dari mungkin dari acara entertainment seperti band, tenant, komunitas, atau bahkan dari atlet tinju itu sendiri, yang bisa mencari karir atau penghasilan dari olahraga tinju,” ucapnya.

Predalion Fight Night Salurkan Energi Positif Pemuda

Ia juga menekankan bahwa kegiatan semacam ini punya efek sosial yang lebih luas. Dary berharap anak muda yang punya energi berlebih bisa menyalurkannya ke jalur positif.

“Itu juga menjadi perhatian kami kenapa banyak anak liar di jalan karena tidak ada wadah. Harapan kami, event tinju di Jatim membuka mata bahwa energi muda ini harus dikasih wadah,” tegasnya.

Ke depan, ia ingin para pemuda tidak berlatih secara sembarangan. Ia menyarankan mereka bergabung dengan sasana yang jelas demi persiapan matang.

“Jangan latihan ngawur. Cari sasana, cari camp yang benar, berlatih, dan tampillah di ring seperti ksatria. Jadilah ksatria di luar dan di dalam ring,” pungkasnya.

Kompetisi tinju ini pada akhirnya membuktikan bahwa energi pemuda Jawa Timur kini telah menemukan rumah bertarung yang terarah. (*)

Editor: Dian Kurniawan
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

BACA JUGA