Sunday, August 2, 2026
Google search engine
Home Blog Page 116

MotoGP Thailand 2025: Menangi Seri Pembuka, Marc Marquez Semringah

0
SENYUM: Gaya selebrasi pembalap Marc Marquez di podium usai memenangkan MotoGP Thailand 2025, setelah bersaing sengit dengan sang adik, Alex Marquez pada seri pembuka di Sirkuit Buriram, Thailand, Minggu (2/3/2025). (Laga.id/istimewa Mirco Lazzari via Getty Images)

Laga.id, Buriram – Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez meraih kemenangan dengan dramatis di MotoGP Thailand 2025 setelah pertarungan sengit di hampir sepanjang balapan. Dia menjadi pemenang setelah melakoni duel sengit dengan sang adik Alex Marquez di Sirkuit Buriram, Thailand, Minggu (2/3/2025).

Start dari posisi terdepan, Marc Marquez langsung memimpin, diikuti Alex Marquez dan Francesco Bagnaia. Di tikungan pertama, Alex Marquez dan Bagnaia sempat bersenggolan, meski keduanya tetap mampu melanjutkan balapan.

Marc Marquez terus mempertahankan posisinya hingga lap kelima dengan keunggulan 1,3 detik atas Alex Marquez. Namun di lap ketujuh, Alex Marquez memberikan kejutan dengan melesat melewati sang kakak untuk merebut posisi pertama.

Di kutip dari Antara, memasuki lima lap terakhir, persaingan makin sengit. Marc Marquez akhirnya menemukan celah dan berhasil menyalip Alex Marquez menjelang akhir balapan.

Marc Marquez pun finis pertama dengan catatan waktu 39 menit 37,244 detik, unggul 1,732 detik atas Alex Marquez yang finis kedua. Sementara itu, Francesco Bagnaia melengkapi podium di posisi ketiga.

Alhasil, Marc Marquez menjalani musim debutnya bersama Ducati meraih akhir pekan yang sempurna setelah meraih pole position, memenangi balapan Sprint, dan terakhir menutupnya dengan menjadi pemenang balapan utama.

“Selain hasil, yang terpenting adalah perasaan luar biasa yang saya miliki dengan motor dan tim. Strategi balapannya adalah berusaha keras di tahap awal untuk menciptakan celah dan kemudian mencoba mengelolanya,” ujar Marc Marquez dikutip dari laman resmi Ducati.

Pada balapan dengan 26 lap ini, berusia 32 tahun itu menyinggung persaingannya dengan sang adik, Alex Marquez. The Baby Alien -julukan Marc Marquez- sempat melambat pada lap ketujuh yang membuatnya disalip oleh adiknya Alex Marquez.

“Sangat sulit untuk berada di arus Alex dengan panas seperti ini saat saya kesulitan bernapas dengan benar. Saya menunggu saat yang tepat untuk kembali memimpin dan menciptakan margin yang tepat, dan segalanya berjalan sesuai harapan saya. Saya senang,” kata dia.

Kemenangan ini merupakan kemenangan pembuka MotoGP pertama bagi Marc Marquez selama 11 tahun sejak terakhir kali ia memenanginya bersama Honda pada musim 2014. Dia juga menjadi rider Ducati pertama yang meraih kemenangan pada musim debutnya setelah Casey Stoner pada 2007.

Selain itu, kemenangan ini membuatnya menyamai 112 podium MotoGP yang ditorehkan oleh Dani Pedrosa. Dan, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Marc Marquez memimpin klasemen sementara dengan 37 poin.

Ia unggul delapan poin dari Alex di posisi kedua dan unggul 14 poin dari rekan satu timnya Bagnaia. Selanjutnya, seri kedua MotoGP musim ini digelar di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, pada 14-17 Maret mendatang.

Hasil MotoGP Thailand 2025:
1. Marc Marquez – 39 Menit 37,244 detik
2. Alex Marquez – +1,732 detik
3. Francesco Bagnaia – +2,398 detik
4. Franco Morbidelli – +5,176 detik
5. Ai Ogura – +7,450 detik
6. Marco Bezzecchi – +14,967 detik
7. Johann Zarco – +15,225 detik
8. Brad Binder – +19,929 detik
9. Enea Bastianini – +20,053 detik
10. Fabio Di Giannantonio – +21,546 detik. (*)

Ganas! Terkam Persib 4-1, Ini Rahasia Kemenangan Bajul Ijo

0
MENANG TELAK: Ekspresi kegembiraan gelandang Fransisco Rivera yang mencetak gol terakhir dari kemenangan 4-1 Persebaya Surabaya atas Persib Bandung pada pekan ke-25 Liga 1 2024/2025 di Stadion Gelora Bung Tomo, malam ini WIB). (Laga.id/Putu Aditama)

Laga.id, Surabaya – Persebaya Surabaya meraih kemenangan meyakinkan saat menjamu Persib Bandung pada lanjutan Liga 1 2024/2025 pekan ke-25. Tak tanggung-tanggung, Bajul Ijo menerkam Maung Bandung 4-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu,(1/3/ 2025) malam.

Duel dua tim jebolan kompetisi perserikatan ini berlangsung terbuka sejak babak pertama. Namun, tak ada gol yang tercipta di babak pertama. Skor tetap 0-0 hingga turun minum.

Pada paro kedua, Persebaya tampil dominan dengan mengurung lini belakang Persib. Dimana tekanan Persebaya membuahkan hasil di menit ke-61.

Catur Pamungkas yang merangsek dari sisi kanan mencoba melepas umpan yang berusaha disapu Nick Kuipers. Hanya saja, sapuan Kuipers mengenai Marc Klok hingga memantul masuk ke gawang sendiri.

Keasyikan menyerang membuat Persib meninggalkan banyak celah di belakang. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Rizky Dwi Pengestu yang melepas sepakan keras dari depan kotak penalti di menit ke-79.

Unggul dua gol tak membuat Persebaya mengendurkan serangan. Kembali serangan balik Persebaya mematikan. Bruno Moreira memenangi duel dengan Kakang Rudianto yang jadi orang terakhir di lini pertahanan juga berhasil memperdayai kiper pengganti Putra Sheva Sanggasi di menit ke-82.

Meski demikian, Persib bisa menipiskan ketinggalan di menit ke-89. Ryan Kurnia melepas sepakan voli yang tak bisa dibendung Ernando Ari. Tapi, Persebaya langsung merespon gol tersebut dengan menambah keunggulan melalui sepakan Fransisco Rivera di menit ke-90+2. Persebaya menang 4-1.

Pelatih Persebaya Paul Christopher Munster menegaskan timnya telah menciptakan malam yang istimewa dan bersejarah. Ia juga berterimakasih atas dukungan dari Bonek.

“Pada babak pertama, kami bermain bagus. Kami terus menekan lawan. Kami lalu berbicara sedikit sebelum babak kedua untuk menambahkan detail kecil. Kami terus maju dan begitu bisa mencetak gol pertama, saya berkata bahwa kami bisa mencetak gol kedua, ketiga, dan keempat,” ujar Munster usai pertandingan.

“Ini adalah malam yang sangat istimewa. kami juga tim yang bagus dan kami percaya kami bisa memenangkan ini. Saya percaya pada pemain saya, saya percaya pada pemain saya dan itu terlihat malam ini,” tambah pelatih asal Irlandia Utara itu.

Sementara itu, pahlawan Persebaya Rizky Dwi Pangestu mengatakan laga ini merupakan pertandingan besar. Namun ia dan rekan-rekannya meyakini bahwa bisa memenangkan partai besar ini.

“Terimakasih kepada Coach Paul, semua staf pelatih, semua tim dan hari ini bisa memenangkan pertandingan,” kata penyerang berusia 25 tahun itu.

Hasil ini membuat Persebaya menipiskan jarak dengan Persib di puncak klasemen. Green Force berada di urutan ketiga dengan 44 poin. Mereka tertinggal tiga angka dari Dewa United di posisi kedua dan tujuh poin dari Persib. (*)

Resmi Dilantik, FOPI Jatim Fokus Pembinaan

0
TANCAP GAS: Rampingnya kepengurusan anyar FOPI Jatim periode 2024-2028 yang dinahkodai Dwi Cahyo Kartiko (kanan) resmi dilantik di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), sore tadi, bakal ngebut perkuat pembinaan genjot prestasi cabor Petanque di Jatim. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Peningkatkan kualitas pembinaan untuk menghasilkan atlet-atlet berprestasi menjadi fokus pengurus anyar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jawa Timur periode 2024-2028.

Kepengurusan FOPI Jatim pimpinan Cahyo Dwi Kartiko resmi dikukuhkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) FOPI, I Nyoman Yamadhiputra, di Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (26/2/2025). Jumlahnya tidak terlalu banyak, cukup ramping, hanya 20 orang.

Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, Jatim berhasil membawa pulang dua medali emas, lima perak dan tiga perunggu. FOPI Jatim pun bertekad meningkatkan pembinaan atlet dan tentunya meningkatkan prestasi Jatim pada gelaran PON XXII Nusa Tenggara Barat-Nusa Tenggara Timur 2028.

“Dengan pengurus yang ramping membuat kami lebih terkontrol. Minimal bisa sama dan kami bermimpi bisa melampaui hasil yang dicapai kemarin. Kami bertekad bisa membawa prestasi lebih baik,” ujar Cahyo setelah pelantikan.

Untuk itu, dalam kepengurusan kali ini, dibentuk badan tim daerah (BTD) yang akan fokus pada pembinaan dan rekrutmen atlet maupun pelatih. BTD akan memantau dan menentukan pelatih serta atlet perwakilan Jatim di PON mendatang.

PERLENGKAPAN BARU: Ketua Umum FOPI Jatim Dwi Cahyo Kartiko (empat dari kiri) bersama Ketua Umum PB FOPI Nurhasan memamerkan jersei khusus atlet petanque Jatim yang akan dikenakan saat bertanding. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Dalam waktu dekat ini, tim tersebut juga akan turun sebagai talent scouting pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX/2025 Malang Raya untuk mencari atlet terbaik. Untuk itu, Cahyo berharap dengan adanya BTD mampu menciptakan regenerasi atlet dan pelatih berkualitas melalui indikator penilaian yang transparan, termasuk aspek kepemimpinan dan peran sebagai role model.

“Mereka akan selalu memantau semua perkembangan atlet maupun pelatih. Dari situ nanti akan memutuskan siapa yang akan memegang Jatim di PON akan datang,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor IV Unesa itu.

“Begitu juga soal regenerasi mereka akan selalu memantau dan membuat roadmap bagaimana mereka bisa melaksanakan dan mengimplementasikan target dari FOPI Jatim. Semua indikator akan terbuka dan diumumkan kepada seluruh pengurus di Jatim,” tambah Cahyo.

Sementara itu, I Nyoman Yamadhiputra berharap Pengprov FOPI Jatim terus dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun dan mengembangkan olahraga Petanque di Indonesia.

“Kami harap bahwa kepengurusan yang ramping dan speed-nya luar biasa ini akan jadi role model bagi pengprov lain. Apalagi, berbagai program yang dijalankan FOPI Jatim sebelumnya telah memberikan dampak positif bagi provinsi lain. Dan ini yang kami berharap dari Jatim untuk Indonesia,” harap Yama.

Selain pengukuhan pengurus, FOPI Jatim juga sudah memamerkan jersei khusus atlet Petanque Jatim yang akan dikenakan saat bertanding. Dua jersey berwarna hijau dan kuning. (*)

Legenda Persebaya Sugiantoro Wafat Usai Bermain Sepak Bola

0
Bejo Sugiantoro (dok Deltras)

Laga.id, Surabaya – Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Indonesia. Legenda Timnas Indonesia dan Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro, menghembuskan napas terakhirnya di Surabaya pada Selasa (25/2/2025) sore.

Kepergian Bejo Sugiantoro yang mendadak ini mengejutkan banyak pihak, mengingat ia masih aktif sebagai pelatih Deltras FC yang akan berlaga di Pegadaian Liga 2 2024/2025.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bejo Sugiantoro mengikuti pertandingan sepak bola persahabatan bersama rekan-rekannya di Lapangan SIER, Surabaya. Beberapa mantan pemain Persebaya juga turut hadir dalam acara tersebut.

“Insiden ini terjadi sekitar pukul 16.50 WIB. Melihat kondisi tersebut, rekan-rekan almarhum dan tim SIER segera memberikan pertolongan pertama,” ujar Jefri Ikhwan, corporate secretary PT SIER, dalam keterangan tertulis yang diterima oleh Laga.id.

“Kami membawa beliau ke RS Royal Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, meskipun telah mendapatkan upaya medis maksimal dari pihak rumah sakit, Bejo Sugiantoro dinyatakan meninggal dunia.”

“Kami dari PT SIER menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya atas wafatnya legenda sepak bola Surabaya ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.”

Bejo Sugiantoro dikenal sebagai salah satu pemain andalan Timnas Indonesia pada era 1990-an. Ia merupakan bagian dari Timnas Primavera bersama Kurniawan Dwi Yulianto, Anang Ma’ruf, Bima Sakti, dan pemain lainnya.

Pria kelahiran 2 April 1977 ini juga tercatat dua kali mengantarkan Persebaya meraih gelar juara Divisi Utama, yaitu pada musim 1996-1997 dan 2004.

Setelah pensiun sebagai pemain, Bejo Sugiantoro melanjutkan kariernya sebagai pelatih, di antaranya menangani Persik Kediri pada 2017.

Pada 2018, ia sempat menjabat sebagai asisten pelatih Persebaya senior sekaligus pelatih kepala Persebaya U-19. Setahun kemudian, ia kembali menjadi asisten pelatih Persebaya hingga 2023.

Sebelum melatih Deltras FC di Liga 2 2024/2025, Bejo Sugiantoro sempat menangani Serpong City pada 2023-2024.