Sunday, August 2, 2026
Google search engine
Home Blog Page 117

Jadi Top Skor EPA Liga 1 U-16, Fardan Ary Setyawan Ingin Terus Berkembang

0
Pemain Madura United U-16, Fardan Ary Setyawan, keluar sebagai top scorer EPA U-16 2024/2025. (istimewa)

Laga.id, Jakarta – Satu talenta muda mulai unjuk gigi di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-16. Sosok tersebut adalah penyerang andalan Madura United U-16, Fardan Ary Setyawan, yang sukses meraih gelar pencetak gol terbanyak EPA Liga 1 U-16.

Meskipun hanya membawa Laskar Sappe Kerrab meraih posisi ketiga di EPA Liga 1 U-16, Fardan berhasil mencuri perhatian sepanjang kompetisi. Ia berhasil mencetak 24 gol. Pemuda kelahiran Jakarta ini juga selalu menjadi pilihan utama dan andalan Madura United.

“Alhamdulillah, semua ini berkat kerja sama tim. Dengan bantuan rekan setim, saya bisa mencetak 24 gol,” ungkapnya.

Pemain yang sempat dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia U-16 ini menyatakan bahwa ia tidak ingin cepat berpuas diri dengan gelar top skor yang diraih. Perjalanan kariernya masih sangat panjang.

Lulusan Farmel Isvil Football Academy ini mengungkapkan bahwa ia masih berharap dapat kembali mendapat kesempatan untuk membela Indonesia U-16. Ia pun menegaskan siap bersaing untuk masuk ke skuad utama di bawah asuhan pelatih Nova Arianto.

“Jika saya diberi kesempatan lagi, tentu saya akan berusaha semaksimal mungkin,” harapnya.

Fardan menjelaskan bahwa gelar top skor di EPA Liga 1 U-16 bukanlah tujuan utamanya. Ia sudah sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk berkompetisi di EPA U-16 bersama Madura United.

“Gelar ini akan saya jadikan motivasi untuk terus berkembang. Yang terpenting bagi saya adalah mencari pengalaman untuk bermain sepak bola dengan benar dan sportif,” jelasnya.

Berkat gelar top skor EPA Liga 1 U-16 tersebut, Fardan mendapat kesempatan untuk menimba ilmu di Spanyol pada Maret mendatang.

Ia menjadi salah satu dari 18 pemain EPA Liga 1 U-16 lainnya yang akan diberangkatkan ke Spanyol untuk mengikuti program EPA Future Stars Camp 2024-2025.

“Semoga di sana saya mendapatkan banyak ilmu yang berguna untuk karier saya di masa depan,” harapnya.

Bikin Risau, KONI Ajukan Permohonan Revisi Permenpora 14/2024

0
KONTROVERSI: Ketua Umum KONI Marciano Norman (kanan) yang didampingi Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil memastikan pihaknya mengajukan revisi Permenpora 14/2024 ke Menpora Ario Bimo Nandito Ariotedjo. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Keluarnya Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 tahun 2024 dianggap menghambat pembinaan olahraga. Bahkan menimbulkan kegelisahan diantara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) daerah-daerah maupun induk-induk organisasi olahraga.

Salah satu isi Permenpora Isi Permenpora tersebut antara lain melarang KONI memberikan gaji kepada staf pegawai KONI dari dana hibah yang diterima. Gaji harus diberikan dari usaha KONI sendiri (dana organisasi) yang dicari sendiri.

Untuk itu, Ketua Umum KONI Marciano Norman berkirim surat kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk mengajukan permohonan revisi Permenpora nomor 14 tahun 2024 Tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Lingkup Olahraga Prestasi.

Saat memberi sambutan dalam kegiatan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jawa Timur di Surabaya, Selasa (25/2/2025), Marciano menyatakan pihaknya telah menggelar rapat dengar pendapat umum dengan Komisi X DPR RI dan diperkuat kajian akademis dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terkait aturan tersebut.

“Bahwa kritik yang disampaikan merupakan masukan konstruktif demi kemajuan pembinaan olahraga prestasi Indonesia,” ucap Marciano

Meskipun begitu, Marciano menegaskan jika permohonan revisi tersebut bukanlah bentuk penentangan terhadap pemerintah, melainkan bentuk dukungan dan masukan agar wibawa pemerintah tetap terjaga

Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi kontribusi mahasiswa S2 Unesa atas kritik konstruktifnya melalui kajian akademis terkait Permenpora nomor 14 tahun 2024 tersebut.

“Saya yakin kajian ini bukan hasil diskusi singkat, tetapi telah melalui proses panjang. Insya Allah pemerintah akan menerima masukan ini dengan besar hati demi kemajuan olahraga Indonesia,” tuturnya.

Sebelumnya, mahasiswa pascasarjana (S2) Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) turut mengkritisi Permenpora yang ditandatangani Menpora Ario Bimo Nandito Ariotedjo, 18 Oktober 2024 lalu, melalui kajian akademis terkait.

Juru bicara peneliti Unesa, M. Noval Bagaskara, menyebutkan jika dalam kajian awal, perumusan Permenpora dinilai tidak transparan dan tidak didukung oleh naskah akademis yang memadai.

Hal tersebut menyebabkan banyaknya poin dalam peraturan yang bertentangan dengan Piagam Olimpiade (Olympic Charter), yang mengedepankan netralitas politik dan otonomi dalam pengelolaan organisasi olahraga.

Belum lagi sejumlah isu kritis lainnya, terutama terkait independensi organisasi olahraga nasional. Alhasil, Noval menekankan dampak dari Permenpora tersebut akan membatasi tugas KONI dan cabang olahraga sehingga berpotensi menurunkan prestasi atlet Indonesia.

Oleh karena itu, jika intervensi pemerintah semakin dalam, Indonesia bisa menghadapi pembekuan oleh IOC, seperti yang pernah dialami PSSI oleh FIFA. (*)

Gelar Rakerprov 2025,KONI Jatim Fokus pada Persiapan Porprov dan Pembinaan Atlet Muda

0
SATUKAN VISI: KONI Jatim menggelar Rakerprov 2025 yang tidak hanya melaksanakan agenda rutin organisasi, tetapi juga membahas berbagai hal penting. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) 2025, Selasa (25/2/2025) di Surabaya. Kegiatan ini dihadiri oleh 116 anggota yang terdiri dari 38 KONI daerah dan 78 pengurus provinsi cabang olahraga (pengprov cabor).

Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya melaksanakan agenda rutin organisasi, tetapi juga membahas berbagai hal penting. Salah satunya adalah persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX 2025 yang akan diselenggarakan di Malang Raya, serta strategi pembinaan olahraga di masa depan.

Menurut Nabil, Jawa Timur mengalami peningkatan prestasi di PON XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara, meskipun secara peringkat masih berada di bawah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Oleh karena itu, pada Rakerprov kali ini, KONI Jatim bersama cabang olahraga dan KONI daerah merumuskan langkah-langkah untuk lebih meningkatkan prestasi olahraga di Jawa Timur. Salah satunya adalah membatasi nomor pertandingan yang disesuaikan dengan nomor di PON.

“Tidak boleh ada nomor yang melebihi nomor PON di cabang olahraga yang sama,” tegas Nabil.

Selain itu, Nabil menekankan pentingnya regenerasi atlet, mengingat banyak atlet yang sudah memasuki masa pensiun. KONI Jatim meminta masing-masing cabang olahraga untuk membentuk tim talent scouting guna mencari bibit-bibit potensial, agar tidak terjadi kekosongan atlet di nomor tersebut.

“Jangan sampai ketika purna terjadi kekosongan atlet di nomor tersebut,” tambahnya.

Langkah ini sesuai dengan bukti bahwa banyak atlet jebolan Porprov yang berhasil meraih prestasi terbaik di PON.

Sementara Ketua KONI Pusat, Marciano Norman, memberikan apresiasi atas kerja keras KONI Jatim selama ini. menurutnya, meskipun pembinaan olahraga di Jatim tidak mudah, tetapi sudah menunjukkan hasil yang positif, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Marciano berharap, melalui Porprov, atlet muda dari Jatim dapat muncul dan menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia. Dia juga meminta agar KONI dan cabang olahraga mendukung program efisiensi anggaran pemerintah, namun tetap berfokus pada pencapaian prestasi olahraga.

“Efisiensi anggaran bukan alasan untuk tidak berprestasi. Prestasi dicapai dengan penggunaan anggaran yang tepat guna, tepat sasaran, dan tepat waktu,” ujar Marciano.

Di sisi lain, Kadispora Jatim, Hadi Wawan Guntoro, yang hadir mewakili Gubernur Jatim, juga memberikan apresiasi atas pencapaian KONI Jatim dalam pembinaan olahraga. Ia menegaskan bahwa KONI Jatim memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga prestasi.

Hadi Wawan juga menambahkan bahwa olahraga tidak hanya berdampak pada prestasi, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat. Olahraga, menurutnya, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan menciptakan industri olahraga yang berkelanjutan.

“Olahraga tidak hanya tentang prestasi, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong perekonomian daerah,” ujar Hadi Wawan. (*)

PSBS Ingin Segera Bangkit dari Hasil Negatif

0
Para pemain PSBS Biak. (dok. PSBS)

Laga.id, Gianyar – PSBS Biak bertekad bangkit dari keterpurukan saat menjamu Persik Kediri di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (21/2/2025).

Pertandingan pekan ke-24 BRI Liga 1 2024/25 ini menjadi momentum penting bagi tim asuhan Marcos Guillermo Samso untuk keluar dari tren negatif.

Dalam enam laga terakhir, PSBS Biak belum merasakan manisnya kemenangan. Kondisi ini membuat mereka terpuruk di papan bawah klasemen dan terancam zona degradasi. Marcos Samso pun menyadari betul tantangan yang dihadapi timnya.

“Kami harus keluar dari situasi ini untuk mendapatkan momen positif (kemenangan),” tegas Marcos Samso.

Meski baru saja menelan kekalahan 1-0 dari Persebaya di pekan sebelumnya, Marcos tetap optimistis anak asuhnya mampu meraih poin penuh di kandang sendiri.

Ia yakin para pemainnya akan tampil lebih baik dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.

“Semua pemain di tim ini besok harus dapat memanfaatkan peluang yang ada. Kami semua harus kompak dan percaya diri. Persik Kediri punya kualitas dan pemain bagus,” ujar pelatih asal Argentina itu.

Senada dengan sang pelatih, pemain PSBS Biak, Takuya Matsunaga, juga mengungkapkan tekadnya untuk meraih kemenangan.

Ia mengaku timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh pasca kekalahan dari Persebaya.

“Kami percaya dengan kerja keras kami bisa meraih 3 poin di pertandingan besok,” kata Matsunaga.