Sunday, August 2, 2026
Google search engine
Home Blog Page 126

Kecut… Arsenal Urung Gaet Satu pun Pemain Anyar

0
MERINGIS: Manajer Arsenal Mikel Arteta seolah bergidik lantaran timnya tidak memaksimalkan perekrutan pemain anyar pada bursa transfer Januari 2025. (Laga.id/istimewa Robbie Jay Barratt via Getty Images)

Laga.id, London – Tidak ada pemain baru yang bersandar ke Arsenal pada bursa transfer musim dingin 2025. Padahal, The Gunners sempat dikaitkan dengan sejumlah nama penyerang di Eropa setelah Bukayo Ayoyinka Gabriel Temidayo Saka dan Gabriel Fernando de Jesus cedera.

Kegagalan The Gunners mendatangkan pemain anyar membuat manajer Mikel Arteta Amatriain merasa kecewa. Dia berulang kali menegaskan apabila Arsenal tidak sembarang merekrut pemain karena ‘keharusan’ yang datang dari tekanan fans.

“Kami punya niat yang jelas, yaitu selalu ketika ada kesempatan untuk mengeksplorasi peluang guna meningkatkan skuad kami dengan pemain yang dapat memberi pengaruh,” kata Arteta dikutip dari Tribalfootball, Rabu (5/2/2025).

“Dengan adanya pemain yang cedera, kami terkena dampak dan belum mencapainya. Kami kecewa dalam hal itu. Tetapi, kami juga sangat sadar kami hanya ingin mendatangkan pemain-pemain tertentu dan kami harus sangat disiplin dalam hal itu. Saya pikir begitulah adanya,” lanjutnya.

Untuk diketahui, beberapa nama striker yang diburu The Gunners adalah Ollie Watkins, Mathys Tel, Alvaro Morata, serta Dusan Vlahovic. Sayangnya, tak ada satu pun dari nama-nama tersebut yang berhasil digaet Arsenal.

Watkins memutuskan tetap bertahan di Aston Villa, Tel memilih bergabung ke Tottenham Hotspur, Morata hengkang ke Galatasaray, sedangkan Vlahovic masih betah di Juventus.

Sejatinya, performa Arsenal saat ini konsisten dan baru mengalahkan Manchester City dengan skor 5-1 di Premier League. Namun, Arsenal juga masih bersaing di Piala Liga, Liga Champions, hingga mereka butuh banyak pemain tersedia.

“Pemain yang kami yakini (akan gabung) dapat membuat kami jauh lebih baik. Secara finansial, ada banyak cara, banyak hal yang harus kami lakukan agar tetap berada di jalur yang telah membawa kami sejauh ini, dan dari sana mencoba untuk meningkatkan kemampuan,” pungkas Mikel Arteta. (*)

Resmi! Indra Sjafri Coret Lima Pemain, 3 Pemain Abroad Terpilih

0
PEMAIN PILIHAN: Sebanyak 23 pemain Timnas Indonesia U-20 untuk terjun di ajang Piala Asia U-20 2025 di China telah terpilih. (Laga.id/istimewa PSSI)

Laga.id, Jakarta – Komposisi skuad Timnas Indonesia U-20 untuk menghadapi Piala Asia U-20 2025 telah terpilih. Sebanyak 23 pemain memperkuat skuad Garuda Muda pada turnamen yang rencananya dihelat di China pada 12 Februari hingga 1 Maret mendatang.

Pelatih Timnas Indonesia U-20 Indra Sjafri telah memilih para pemain terbaik usai menjalani serangkaian pemusatan latihan hingga tampil pada mini turnamen di Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Pasca turnamen itu Indra Sjafri mencoret lima pemain. Mereka yang dicoret oleh Indra Sjafri antara lain Meshaal Hamzah (PSBS Biak), Tirie Adriano (Waanal Brothers FC), Riski Afrisal (Madura United), Arkhan Kaka (Persis Solo), dan Gala Pagamo (Semen Padang FC).

Dua pemain keturunan yang baru direstui DPR-RI untuk mendapatkan paspor Indonesia, Dion Markx dan Tim Geypens juga dipastikan tak masuk skuad. Pasalnya, mereka baru akan mengambil sumpah sebagai WNI (Warga Negara Indonesia) pada Sabtu (8/2/2025) mendatang.

Sementara itu, tiga pemain yang berkarier di luar negeri, yakni Welber Jardim (Sao Paulo), Marselinus Ama Ola (UD Logrones), dan Jens Raven (FC Dordrecht) masuk dalam skuad.

Pada Piala Asia U-20 2025, Timnas Indonesia U-20 tergabung di Grup C bersama Uzbekistan, Iran, dan Yaman. Empat tim terbaik alias semifinalis berhak atas tiket ke Piala Dunia U-20 2025.

Daftar Pemain Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2025:
Kiper: Ikram Algiffari (Semen Padang FC), I Wayan Arta Wiguna (Bali United), Fitrah Maulana Ridwan (Persib Bandung)
Belakang: M Alfharezzi Buffon (Borneo FC Samarinda), Rizdjar Nurviat (Borneo FC Samarinda), Sulthan Zaky (PSM Makassar), Kadek Arel Priyatna (Bali United), Mufli Hidayat (PSM Makassar), M Iqbal Gwijangge (Barito Putera), Fava Shefa Rustanto (PSPS), Achmad Zidan (PSS Sleman), Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta)
Tengah: Welber Jardim (Sao Paolo),Toni Firmansyah (Persebaya Surabaya), Evandra Florasta (Bhayangkara FC), Fandi Bagus (Bhayangkara FC), Aditya Warman (Persija Jakarta)
Depan: Marselinus Ama Ola (UD Logrones), Arlyansyah Abdulmanan (PSIM), Jehan Pahlevi (Persiku), M Ragil (Bhayangkara FC), Aulia Rahman (PSIS), Jens Raven (FC Dordrecht). (*)

Aklamasi, Hakim Pimpin KONI Kabupaten Kediri

0
KETUA BARU: Hakim Rahmadsyah resmi menjadi Ketua KONI Kabupaten Kediri dalam ajang Musorkab yang digelar di Pendopo Panjalu Jayati, Selasa (4/2/2025) sore. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Kediri – Hakim Rahmadsyah Parnata mendapat kepercayaan menakhodai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri. Dia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Kediri untuk periode 2025-2029.

Dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab), hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Sekretaris KONI Jatim Akmal Budianto, Kabag Kesra Pemkab Kediri Sumarlan serta tamu undangan lainnya di Pendopo Panjalu Jayati, Selasa (4/2/2025) sore.

Akmal mengatakan jika Musorkab ini membahas penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ), penyusunan program masa mendatang dan yang terpenting ialah pemilihan Ketua Umum KONI Kabupaten Kediri masa bakti 2025-2029.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 39 pengurus cabang olahraga (cabor) yang hadir sepakat secara aklamasi mendukung Hakim untuk 4 tahun ke depan. Setelah dinyatakan terpilih, dia berterima kasih kepada seluruh pengurus cabor atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Dia lantas mengajak seluruh elemen olahraga di Kabupaten Kediri untuk bersatu dalam meningkatkan prestasi daerah di bidang olahraga. Setelah ini, Hakim mengaku akan segera membentuk susunan kepengurusan baru bersama tim formatur yang telah ditentukan.

“Saya berterima kasih atas dukungan dari seluruh cabang olahraga di KONI Kabupaten Kediri,” katanya.

Begitu kepengurusan terbentuk, yang akan menjadi fokus adalah mempersiapkan atlet untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI 2025 di Malang Raya.

KONI Kabupaten Kediri di bawah kepemimpinannya akan menaruh perhatian khusus pada pembinaan atlet. Salah satu program utama yang akan dijalankan adalah pemusatan latihan untuk setiap cabang olahraga yang berpotensi menyumbang medali bagi Kabupaten Kediri.

Selain fokus pada Porprov 2025, Hakim juga berencana menggelar berbagai event olahraga tingkat kabupaten sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing atlet lokal.

“Kami juga akan mengadakan event olahraga tingkat Kabupaten Kediri, khususnya untuk cabang olahraga yang berkembang di daerah ini. Selain itu, kami akan melakukan tes parameter bagi para atlet serta mengadakan try out untuk beberapa cabang olahraga unggulan guna meningkatkan pengalaman bertanding mereka,” terang Hakim.

“Kami berharap sinergi antara pengurus, atlet, serta pelatih semakin kuat. Prestasi olahraga Kabupaten Kediri juga semakin meningkat dan mampu bersaing di berbagai ajang kejuaraan di masa mendatang,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sumarlan menyambut baik dilaksanakan musyawarah ini sebab menjadi ruang untuk bersama-sama merumuskan kebijakan dalam rangka memajukan olahraga di Kabupaten Kediri. (*)

Unesa Beri Penghargaan, Ini Pemenang dan Kategori Bidangnya

0
BERI APRESIASI: Unesa memberikan penghargaan kepada sejumlah perguruan tinggi, lembaga atau instansi dalam dan luar negeri. (Laga.id/istimewa Humas Unesa)

Laga.id, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan penghargaan kepada sejumlah perguruan tinggi, lembaga atau instansi dalam dan luar negeri yang memiliki komitmen di bidang olahraga, seni-budaya, dan disabilitas, di Auditorium Utama (Auditum) Rektorat Unesa, Kampus 2 Lidah Wetan, Selasa (4/2/2025).

Penghargaan diberikan Unesa kepada lembaga dan instansi yang berpartisipasi dalam tiga pemeringkatan yang diselenggarakan Unesa yaitu Unesa-Dimetric (pemeringkatan bidang disabilitas), Unesa-Artric (pemeringkatan bidang seni-budaya), dan Unesa-Sporttric (pemeringkatan bidang olahraga).

Mewakili Rektor Unesa, Nurhasan atau Cak Hasan, Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi dan Science Center, Bambang Sigit Widodo mengatakan, ada beberapa aspek yang dinilai dalam pemeringkatan ini.

Misalnya, pemeringkatan bidang olahraga fokus pada komitmen lembaga dalam mengembangkan olahraga, penyediaan fasilitas, dan menjadikan olahraga sebagai habituasi dan membugarkan civitas.

Termasuk bagaimana instansi menyediakan para atlet yang mendukung negara dalam meraih prestasi baik di level nasional maupun internasional, selain itu juga dari aspek pekerja profesional di bidang olahraga.

Sementara pemeringkatan bidang disabilitas, menilai bagaimana layanan dan aksesibilitas yang disiapkan lembaga bagi penyandang disabilitas. Untuk pemeringkatan seni-budaya fokus bagaimana lembaga atau instansi mengembangkan seni-budaya, menguatkan local wisdom, dan menjadikan budaya sebagai kepribadian bangsa Indonesia.

“Kemajuan Indonesia tidak hanya ditopang pembangunan ekonomi, tetapi juga melalui potensi dan keunggulan bidang olahraga, seni-budaya, dan disabilitas. Mudah-mudahan penghargaan ini menjadi sebuah spirit bagi perguruan tinggi, dan lembaga untuk memajukan Indonesia,” harapnya.

Direktur Inovasi, Pemeringkatan, dan Publikasi Ilmiah Nadi Suprapto menjelaskan bahwa pemeringkatan Unesa-Dimetric diluncurkan sejak 2022 dan sudah berjalan dua episode penilaian. Sementara untuk Unesa-Artric dan Unesa-Sporttric baru episode pertama penilaian dan awarding.

“Partisipasinya luar biasa ya. Total partisipasinya puluhan lembaga yang berasal dari dalam dan luar negeri. Mereka dinilai oleh tim penilai dari internal dan mitra atau pakar-lembaga eksternal,” beber guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) itu.

Dia menambahkan, pemeringkatan yang diselenggarakan Unesa ini mendukung Asta-Cita khususnya butir empat, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, penguatan perempuan, penyandang disabilitas, dan seni budaya.

“Dengan pemeringkatan ini diharapkan, perguruan tinggi semakin terdorong untuk meningkatkan kualitas dan relevansi program yang dijalankan, demi menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, sehat, dan berbudaya,” harapnya.

Adapun pada pemenang dan penerima penghargaan pada pemeringkatan Unesa-Dimetric secara berurutan sebagai berikut:
1. University of Alicante, Spanyol;
2. The Open University, UK (Inggris);
3. Universitas Negeri Surabaya, Indonesia;
4. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Indonesia;
5. Universitas Brawijaya, Indonesia;
6. Universitas Jember, Indonesia;
7. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia;
8. Universitas Hamzanwadi, Indonesia;
9. Universitas Bina Mandiri Gorontalo, Indonesia; dan
10. Universitas PGRI Argopuro Jember, Indonesia.
Selain itu, pemenang dan penerima penghargaan pada pemeringkatan Unesa-Artric yaitu;
1. Universitas Sebelas Maret;
2. Universitas Negeri Surabaya;
3. Institut Seni Indonesia Surakarta;
4. Universitas PGRI Mahadewa Indonesia;
5. Universitas Trunojoyo;
6. Universitas Dinamika;
7. Universitas Muhammadiyah Surabaya;
8. Institut Kariman Wirayudha;
9. Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional; dan
10. Universitas Udayana.
Berikutnya, pemenang dan penerima penghargaan pada pemeringkatan Unesa-Sportric yaitu;
1. Universiti Malaysia Terengganu, Malaysia;
2. Universitas Negeri Surabaya, Indonesia;
3. Mariano Marcos State University, Philippines;
4. Universitas Negeri Medan, Indonesia;
5. Universitas Cenderawasih, Indonesia;
6. Universitas Pendidikan Mandalika, Indonesia;
7. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Indonesia;
8. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna, Indonesia;
9. STKIP PGRI Trenggalek, Indonesia; dan
10. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia. (*)