Sunday, August 2, 2026
Google search engine
Home Blog Page 127

Gelar Coaching Clinic, Kolaborasi Unesa dan FORKI Gandeng Dua Karateka Dunia

0
BERBAGI PENGALAMAN: Dua pelatih karate Luigi Busa dan Stanislav Horuna menjadi pengisi kegiatan coaching clinic hasil kolaborasi Unesa dan FORKI di GOR Futsal Unesa, Jumat (31/1/2025) lalu. (Laga.id/istimewa Humas Unesa)

Laga.id, Surabaya – Dua karateka internasional dari Italia dan Ukraina menjadi bintang tamu dalam kolaborasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI).

Unesa dan FORKI menyelenggarakan coaching clinic yang dihadiri pelatih atau karateka, Jumat (31/1/2025) lalu. Sebanyak 250-an atlet karate dari berbagai dojo yang tersebar di berbagai daerah antusias meramaikan kegiatan di GOR Futsal Unesa, Kampus II Lidah Wetan, Surabaya.

Dalam keterangan resmi yang diterima Laga.id, dua pelatih karate internasional yang hadir adalah Luigi Busa, Italia, dan Stanislav Horuna, Ukraina. Coaching clinic ini berfokus pada kumite karena, 2 pelatih merupakan atlet kumite dengan pengalaman di kejuaraan Eropa hingga kejuaraan dunia.

Pelatih yang hadir membagikan ilmu dan pengalaman yang meliputi metode latihan fisik, teknik, taktik, hingga aktivitas geraknya permainan yang bervariasi.

ANTUSIAS BELAJAR: Ada 250-an karateka yang ambil bagian pada coaching clinic yang dihadiri oleh dua pelatih karate internasional. (Laga.id/istimewa Humas Unesa)

Afifan Yulfadinata, penanggung jawab kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali karateka atau atlet karate Jawa Timur agar memiliki wawasan dan pengalaman langsung dari pelatih yang memiliki pengalaman malang melintang pada kejuaraan bergengsi di tingkat dunia.

“Dengan belajar langsung bagaimana pengalaman dan teknik pelatih yang disampaikan, harapannya agar atlet-atlet karate di Jawa Timur bisa lebih berkembang dan berprestasi. Jadi ini lebih ke penguatan mental, teknik, dan strategi sebagai atlet karate yang berjiwa kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ucapnya.

Dia menambahkan, teknik-teknik yang dimiliki dua pelatih tersebut sangat luar biasa dan penting juga dikuasai para atlet karate tanah air. Dengan bekal yang didapat dari coaching clinik ini, atlet karate Jatim bisa lebih berkembang dan meningkat prestasinya.

“Tentu apa yang didapat dari kegiatan ini harus benar-benar menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan teknik,” imbuh dosen Unesa itu.

Kemampuan olahraga termasuk karate, menurutnya, tidak cukup untuk disimpan atau dihafal di luar kepala, tetapi juga harus dilatih, terus dilatih sehingga menjadi muscle memory atau membentuk refleksi fisik yang harmoni sesuai teknik. Baginya, kegiatan seperti ini penting diselenggarakan, karena itu bisa dijadikan agenda tahunan. (*)

Kejurprov Tarung Derajat Usia Dini: Surabaya Juara Umum, Koarmada II Beri Motivasi Petarung Usia Dini

0
SANG JUARA: Kontingen Tarung Derajat Kota Surabaya menerima trofi Piala Panglima Koarmada II 2025 usai dipastikan menjadi juara umum Kejurprov Tarung Derajat Usia Dini yang digelar di Indoor Sport Koarmada II, 1-2 Februari kemarin. (Laga.id/istimewa Humas Kodrat Jatim)

Laga.id, Surabaya – Perhelatan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tarung Derajat Usia Dini memperebutkan Piala Panglima Koarmada II telah usai. Kontingen Tarung Derajat Kota Surabaya menjadi juara umum pada ajang yang digelar di Indoor Sport Koarmada II, 1-2 Februari kemarin.

Kejurprov usia dini yang diikuti ratusan petarung se-Jawa Timur itu menjadi ajang perdana untuk menggenjot pembinaan. Kejuaraan ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin.

Kepala Staf Koarmada II Laksma TNI, Isswarto, M.Tr.Opsla, memberikan apresiasi kepada seluruh atlet, panitia dan Pengprov Keluarga Tarung Derajat (Kodrat) Jatim yang menyukseskan kegiatan.

“Semua yang bertanding di matras adalah juara. Karena sudah menunjukan sebagai generasi muda tangguh, disiplin dan berkarakter. Ini yang diperlukan untuk membangun Indonesia ke depan. Kami akan terus mendukung kegiatan-kegiatan olahraga,” ujarnya memberi motivasi.

Untuk diketahui, Surabaya memboyong Piala Bergilir Panglima Koarmada II setelah mendulang 7 medali emas, 1 medali perak dan 4 medali perunggu. Tujuh medali emas yang diraih Surabaya tiga diantaranya diraih di kelompok umur 11-12 tahun. Yaitu Aldino Putra Andika di kelas 41,1-45 kg, Moch. Gibranov (45,1-50 kg) dan Alifiah Asyila kelas 35,1-45 putri.

Disusul kontingen Tarung Derajat Jombang yang membuat kejutan dengan berada di peringkat kedua mendulang 4 medali emas dan satu perunggu. Di Kelompok Umur 10-11 tahun, kontingen Jombang merebut dua medali emas lewat Az-Sifaul Umma Annur kelas 20,1-25 kg putri dan Nizar Azam kelas 20,1-30 kg putra.

Sedangkan posisi ketiga diraih Sidoarjo dengan perolehan 1 medali emas dan 4 perak. Total Kejurprov Usia Dini Tarung Derajat Jatim Piala Panglima Koarmada II yang baru pertama kali digelar ini mempertandingan 15 kelas dengan tiga kategori kelompok umur.

Sebelumnya, Ketua Harian Kodrat Jatim, Erwin H. Poedjono mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Panglima Koarmada II yang memberikan wadah kompetisi bagi atlet-atlet muda tarung derajat Jawa Timur.

Selain dihadiri jajaran Koarmada II, acara penutupan juga datang anggota Komisi E DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso SH, MH. Politisi muda dari Partai Gerindra ini merupakan mantan atlet tarung derajat peraih medali emas Piala Presiden. (*)

Persik Kediri Kena Semprit PT LIB, Ada Apa?

0
KENA TEGUR: Kondisi lapangan Stadion Brawijaya yang tidak memadai saat menjamu PSS Sleman mendapat teguran dari PT Liga Indonsia Baru. (Laga.id/istimewa Instagram Persik Kediri)

Laga.id, Kediri – Persik Kediri mendapat menerima teguran dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait kondisi lapangan di Stadion Brawijaya, Kediri. Lapangan stadion yang dibangun pada tahun 1983 dan mengalami pembenahan pada tahun 2000 itu dinilai kurang memadai saat pertandingan melawan PSS Sleman, Minggu (19/1/2025) lalu.

Direktur Persik Kediri Souraiya Farina Al Haddar menegaskan bahwa kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi seluruh pihak, mengingat tim berjulukan Macan Putih ini memiliki sejarah besar di Kediri.

“Ini menjadi perhatian khusus bagi kita semua ya. Karena Persik Kediri, ya Kediri. Marwahnya di sini. Kita ingin tetap ada di rumah kita sendiri. Makanya, di setiap pertandingan, di eboard ada rumah kita sendiri, itu pakai tanda seru,” katanya, Senin (3/2/2025).

Pihak Persik mengakui adanya beberapa catatan hasil inspeksi dari Liga terkait kondisi stadion. Ketika ditanya mengenai jumlah item yang perlu diperbaiki, Souraiya menyebutkan bahwa daftar tersebut cukup rinci.

“Kalau catatan dari Persik, berdasarkan hasil inspeksi dari Liga, tentu ada catatannya,” kata wanita berusia 43 tahun tersebut.

“Ada berapa item? Cukup rinci. Tidak hanya area lapangan, dan ada beberapa area safety-nya juga, diperhatikan kenyamanan, bukan hanya undangan, tetapi penonton,” lanjut Souraiya.

Manajemen Persik telah membicarakan hal ini dengan Pemerintah Kota Kediri. Manajemen berharap ada tindaklanjut dari pemkot sebagai pemilik stadion.

Dalam beberapa laga kandang terakhir, jumlah penonton yang hadir di Stadion Brawijaya mengalami penurunan. Meski demikian, pihak manajemen menduga bahwa faktor cuaca turut mempengaruhi animo suporter.

“Kalau yang saya dengar dari kawan-kawan, hujan ya, yang sering turun di sore hari. Itu yang kita terima feedback-nya,” terang Souraiya.

Sebelumnya, pertandingan antara Persik dan PSS menjadi sorotan utama. Kondisi lapangan yang tergenang air akibat curah hujan tinggi menghambat jalannya pertandingan.

Situasi ini mendapat kritik dari pelatih PSS Mazola Junior serta pelatih Persik Marcelo Rospide. Mereka menilai bahwa lapangan yang tidak memadai membuat strategi permainan sulit diterapkan.

Genangan air serta permukaan yang licin menjadi faktor utama yang menghambat performa pemain di lapangan. Akibatnya, laga berakhir dengan skor imbang tanpa gol. (*)

Arsenal 5-1 Man City: Obok-obok The Citizens, Mikel Arteta Semringah

0
SUPERIOR: Para pemain Arsenal merayakan gol yang dicetak Ethan Nwaneri yang memastikan kemenangan 5-1 atas Manchester City di Emirates Stadium, Minggu (3/2/2025) malam WIB. (Laga.id/istimewa Catherine Ivill via Getty Images)

Laga.id, London – Arsenal tampil sangat meyakinkan bahkan terlalu digdaya untuk tim tamu Manchester City. Keperkasaan Arsenal terpampang saat bentrok dengan Man City pada Premier League pekan ke-24 yang berkesudahan 5-1 di Emirates Stadium, Minggu (3/2/2025) malam WIB.

Arsenal unggul cepat lewat gol Martin Odegaard saat laga baru berjalan dua menit. Namun, penampilan superior The Gunners tidak membuat skor 1-0 berubah hingga akhir babak pertama.

Pada babak kedua, The Citizens menyamakan kedudukan lewat Erling Haaland di babak kedua (55′). Hanya saja, Arsenal kembali unggul melalui gol-gol Thomas Partey (56′), Myles Lewis-Skelly (62′), Kai Havertz (76′), dan Ethan Nwaneri (90+3′).

Manajer Arsenal Mikel Arteta Amatriain mengatakan kemenangan tersebut membuat hari ini menjadi menyenangkan untuknya. Dia juga belum mau ambil pusing soal peluang Arsenal menjadi juara musim ini. Ia memilih fokus terhadap timnya untuk bisa terus meraih kemenangan.

“Ini hari yang menyenangkan. Mempertimbangkan komposisi yang kami mainkan, hasil yang kami dapatkan dan cara kami melakukannya, itu menjadikannya hari yang istimewa. Banyak hal harus berjalan sesuai keinginan Anda,” kata Arteta, dilansir dari BBC Sports, Senin (3/2/2025).

“Kami perlu terus melakukan hal-hal yang bisa kami kendalikan. Hari ini adalah permainan yang sulit bagi kami, dan kami masih berhasil melakukannya,” ucapnya.

Hasil ini membuat Arsenal kukuh di peringkat kedua dengan 50 poin. Mereka terus menguntit Liverpool yang berada di puncak klasemen sementara dengan selisih enam poin. (*)