Sunday, August 2, 2026
Google search engine
Home Blog Page 131

Keren! Punya Trek BMX Terpanjang di Dunia, Banyuwangi Diajukan Jadi Tuan Rumah World Cup BMX

0
KELAS DUNIA: Senior Vice President ACC Raja Sapta Oktahari (dua dari kanan) saat meninjau Sirkuit BMX Muncar, Banyuwangi yang bakal diajukan menjadi tuan rumah BMX Racing World Cup 2026, Selasa (21/1/2025) kemarin. (Laga.id/istimewa)

Laga.id, Banyuwangi – Konfederasi Balap Sepeda Asia atau Asian Cycling Confederation (ACC), mengajukan Banyuwangi sebagai tuan rumah BMX Racing World Cup 2026. Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini tengah merampungkan revitalisasi Sirkuit Internasional BMX Muncar Banyuwangi yang bakal memiliki lintasan terpanjang di dunia.

“Kami sudah berbincang dengan presiden UCI (Union Cycliste Internationale) dan hasilnya positif. Seluruh dokumen sudah kami siapkan untuk bidding tuan rumah World Cup BMX 2026. Rencananya kami serahkan bulan depan,” kata Senior Vice President, Raja Sapta Oktahari, saat mengunjungi sirkuit BMX di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Selasa (21/1/2025).

Saat ini Sirkuit BMX Muncar dalam proses revitalisasi menjadi sirkuit supercross berstandar Olimpiade, yang didanai oleh Kementerian PUPR. Progres pembangunan telah mencapai 95 persen. Ditargetkan sirkuit ini rampung Februari mendatang.

“World Cup digelar empat kali dalam setahun. Target kami sebenarnya pada 2027 atau 2028, Indonesia menjadi tuan rumah. Tapi karena sirkuit BMX Banyuwangi sudah hampir selesai, kami juga mengajukan untuk 2026,” jelas Raja Sapta.

Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi yang baru nanti, akan menjadi sirkuit dengan lintasan terpanjang di dunia dengan panjang track 465 meter. Ditambah obstacle 4 high jump yang merupakan terbanyak dari track manapun di dunia.

TINJAU LANGSUNG: Proses revitalisasi Sirkuit BMX Muncar, Banyuwangi melibatkan arsitek yang telah berpengalaman di dunia track BMX, Tom Ritzenthaler. (Laga.id/istimewa)

Selain itu juga dilengkapi dengan dua start gate dengan ketinggian 5 dan 8 meter, serta 7 line yang memiliki karekteristik berbeda dan bisa digunakan untuk perlombaan berbagai kelas. Sirkuit ini dibangun dengan standar sirkuit yang digunakan di Olimpiade dan kejuaraan dunia.

“Saya yakin akan terpilih menjadi tuan rumah karena sirkuit ini akan menjadi sesuatu yang baru, dan banyak atlet sepeda dunia yang penasaran mencoba sirkuit ini,” tambah pria yang juga Ketua Komite Olimpiade (NOC) Indonesia itu.

Pembangunan sirkuit BMX Muncar melibatkan arsitek yang telah berpengalaman di dunia track BMX, Tom Ritzenthaler. Sebelumnya Tom Ritzenthaler telah mendesain sirkuit Olimpiade di London 2012, Rio de Janeiro 2016, Jepang 2020, termasuk signature track untuk Asian Games 2018, serta beberapa sirkuit untuk kejuaraan dunia.

Sirkuit Muncar juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti pusat kebugaran, mess atlet, dan klinik kesehatan.

“Saya yakin sirkuit ini akan menjadi ikon wisata sepeda dunia, dan akan mendatangkan investasi di Banyuwangi,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani berterima kasih atas dukungan besar kepada Banyuwangi. Ipuk yakin dengan hadirnya sirkuit ini akan memberikan dampak positf bagi Banyuwangi.

“Keberadaan sirkuit berstandar Olimpiade ini tentu tidak hanya berdampak positif pada dunia olahraga, melainkan juga akan mendorong dunia investasi serta meningkatkan ekonomi warga Banyuwangi,” kata Ipuk.

Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi dibangun Pemkab Banyuwangi pada 2015. Di sirkuit yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektare ini telah digelar sejumlah kejuaraan internasional BMX yang diikuti sejumlah atlet internasional.

Sebelumnya Sirkuit BMX Muncar juga pernah menjadi tempat pemusatan latihan bagi atlet Timnas Indonesia untuk persiapan kejuaraan internasional. (*)

Gelar Kejurprov Usia Dini, Kodrat Jawa Timur Gandeng Koarmada II

0
BINA USIA MUDA: Pengprov Kodrat Jawa Timur berkomitmen untuk melakukan pembinaan atlet usia dini dengan menggelar kejuaraan memperebutkan Piala Pangkoarmada II. (Laga.id/istimewa)

Laga.id, Surabaya – Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jawa Timur akan menggelar kejuaraan usia dini di awal tahun 2025. Meski ajang pembinaan, kejuaraan khusus siswa SD dan SMP dipastikan bergengsi karena memperebutkan Piala Pangkoarmada II.

Ketua Harian Kodrat Jatim Erwin H. Poedjono mengatakan Kejurprov Usia Dini Piala Pangkoramada II ini rencananya akan digelar 31 Januari hingga 2 Februari 2025 di Indoor Sport Koarmada II Surabaya.

“Kami berterimakasih kepada Koarmada II yang memberikan dukungan memberikan wadah berkompetisi bagi atlet-atlet tarung derajat usia dini. Kejuaraan ini sebagai motivasi sekaligus kebanggaan bagi kami keluarga olahraga tarung derajat,” ujarnya.

Ditambahkan Erwin, Kodrat Jatim terus berkomitmen untuk melakukan pembinaan atlet usia dini. Sebab, tidak ada prestasi yang bisa diraih tanpa proses pembinaan. Di PON XIV Aceh-Sumatera Utara 2024 lalu, tarung derajat Jatim berhasil meraih medali emas dan 1 perunggu.

“Mendapatkan prestasi tidak bisa instan. Maka, untuk usia dini harus terus dipupuk dan dibina sebaik mungkin untuk menjadi kader-kader masa depan yang militan dan berkualitas untuk kebanggaan kita bersama di tarung derajat,” ujarnya.

Meski baru pertama kali digelar, ajang ini disambut antusias oleh 21 Pengcab yang tersebar di wilayah Jawa Timur. Tercatat, sudah ada 13 daerah siap tampil.

Diantaranya, Jombang, Lamongan, Batu, Kota Kediri, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kabupaten Mojokerto, Bondowoso, Kota Probolinggo dan Kabupaten Kediri.

“Proses pendaftaraan masih bergulir. Kita harapkan semua Pengcab mengirimkan atlet muda terbaiknya. Karena ajang ini sudah ditunggu-tunggu semua daerah,” ujar Wakil Ketua Kodrat Jatim, M. Muhsin.

Ditambahkan Muhsin, Kejurprov Usia Dini Tarung Derajat Piala Pangkoarmada II ini, tidak hanya kebanggaan bagi atlet tapi juga keluarga besar tarung derajat, khususnya di Jawa Timur.

“Kegiatan ini memberikan kesempatan untuk keluarga besar Kodrat Jatim bisa hadir sekaligus pengenalan kehidupan TNI khususnya AL sebagai benteng negara penjaga kedaulatan NKRI di laut. Selain itu, keluarga besar kodrat Jatim bisa dan berkesempatan melihat langsung kekuatan alutsista TNI AL di Koarmada II,” ujarnya. (*)

Kabar Baik! OCA Akhirnya Setuju Perjuangkan Pencak Silat Tampil di Asian Games

0
PERJUANGKAN EKSISTENSI: Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (tiga dari kanan) mendampingi Menpora Ario Bimo Nandito Ariotedjo bersama delegasi pencak silat saat pertemuan dengan Oympic Council of Asia (OCA) terus memperjuangkan eksistensi olahraga beladiri diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC). (Laga.id/istimewa NOC Indonesia)

Laga.id, Jakarta – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) terus memperjuangkan pencak silat untuk bisa menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di berbagai multievent internasional melalui diplomasi-diplomasi internasional yang dilakukan.

Pencak silat terus mendapatkan pengawalan ketat dari NOC Indonesia sejak demonstasi di tengah-tengah penyelenggaraan Olimpiade Paris 2024 dan Kejuaraan Dunia di Abu Dhabi 2024 lalu.

Hal itu sesuai dengan komitmen NOC Indonesia untuk memperjuangkan eksistensi pencak silat supaya bisa di-recognize atau diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan menjadi bagian dari Olympic Games. Termasuk juga mendorong pencak silat di multievent internasional lainnya, seperti di Asian Games mendatang.

Hal itu diungkapkan Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari usai pertemuan dengan Oympic Council of Asia (OCA) yang diwakili Director General Captain Husain Al-Mussalam dan OCA Deputy Director General Vinod Kumar Tiwari di Kuwait beberapa waktu lalu.

“Dalam kesempatan itu, OCA menyatakan setuju untuk memperjuangkan pencak silat supaya bisa dipertandingkan di Asian Games berikutnya,” tegas Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari.

Pencak silat terakhir dipertandingkan di ajang multievent internasional terbesar se-Asia tersebut pada edisi Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Oleh sebab itu, NOC Indonesia gencar untuk memperjuangkan pencak silat yang merupakan olahraga warisan asal Indonesia itu bisa kembali tampil di Asian Games.

Terlebih President International Federation Pencak Silat (Persilat) merupakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Presiden Prabowo kan Presiden IF dan satu-satunya dari Indonesia, tentu kita semua sangat bangga apalagi beliau Presiden RI. Jadi ini PR dan tanggung jawab bersama kami di NOC Indonesia supaya pencak silat sebagai heritage dan kebanggaan kita semua bisa terus mendunia. Keluarga pencak silat di dunia juga ingin Pak Prabowo tetap menjadi Presiden Dunia dan sama-sama berjuang sampai bisa di-recognize oleh IOC dan tampil di Olimpiade,” terang Okto.

Selain itu, Okto juga menjelaskan jika pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2024 di Abu Dhabi lalu, NOC Indonesia juga turut mengundang perwakilan dari Dakar sebagai tuan rumah Youth Olympic 2026. Ini juga menjadi salah satu upaya supaya pencak silat bisa masuk di Youth Olympic 2026 mendatang.

“Mereka (Dakar) sudah mulai tertaik untuk memasukkan pencak silat, jadi NOC Indonesia akan memaksimalkan peluang ini, supaya pencak silat bisa menjadi bagian dari Youth Olympic. Sebab, kalau sudah menjadi bagian dari Youth Olympic dengan sendirinya akan dikenal sebagai bagian dari Olympic,” terang Okto.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (Persilat) Teddy Suratmadji mengungkapkan saat ini sedang menjalani proses assessment untuk menjadi signatory WADA (World Anti-Doping Agency). Setelah itu, pencak silat juga harus menjadi anggota AIMS (Alliance of Independent Recognized Members of Sport) dan melalui proses assessment yang juga tidak mudah.

“Kedua assessment itu Insya Allah bisa diselesaikan dalam tahun 2025 ini, sehingga pada tahun 2026 proses untuk menjadi anggota IOC bisa dimulai, dan mudah-mudahan pada 2027 keanggotaan IOC sudah diperoleh, sehingga pada Olympics 2028 di Los Angeles sudah bisa dipertandingkan, atau minimal ekshibisi,” ujar Teddy.

Di sisi lain, Persilat juga sedang berusaha untuk membantu federasi di negara-negara yang sudah memiliki National Federation (NF) untuk training camp serta peralatan supaya atlet-atlet pencak silat di seluruh dunia bisa berkompetisi dan berprestasi di multi event dunia.

“NOC-Indonesia sangat berperan didalam mengusulkan Pencak Silat untuk dipertandingkan lewat diplomasi yang dilakukan. Sebab yang mengusulkan memasukkan Pencak Silat di berbagai multievent itu adalah NOC negara-negara yang sudah memiliki federasi Pencak Silat. Keputusan untuk memasukkan Pencak Silat dibuat di rapat-rapat IOC atau OCA yang dihadiri oleh NOC-NOC dari berbagai negara,” tutup Teddy. (*)

Keren! Persebaya Vs Malut United Rencananya Dipimpin Pengadil Lapangan dari Korea Selatan

0
WASIT ASING: Pengadil lapangan asal Korea Selatan Ko Hyung-jin disebut-sebut akan memimpin pertandingan pekan ke-19 Liga 1 2024/2025 antara Persebaya Surabaya menjamu Malut United di Stadion Gelora Bung Tomo sore nanti. (Laga.id/istimewa Karim Jaafar/AFP via Getty Images)

Laga.id, Surabaya – Laga antara Persebaya Surabaya melawan Malut United pada pekan ke-19 Liga 1 2024/2025 di Stadion Gelora Bung Tomo akan berjalan menarik. Ini karena wasit asal Korea Selatan, Ko Hyung-jin, akan menjadi pengadil lapangan pada laga Jumat (17/1/2025) sore nanti.

Info yang beredar, PSSI kabarnya menunjuk wasit asing untuk memimpin laga antara Persebaya kontra Malut United. Bagi kedua tim, ini adalah kali pertama mereka dipimpin wasit asing di musim ini.

Disinyalir rencana kehadiran wasit asing ini merupakan respons dari federasi lantaran pelatih Persebaya Paul Christopher Munster. Juru racik berpaspor Irlandia Utara itu kerap mengeluhkan kepemimpinan pengadil lapangan dalam laga-laga yang dilakoni sebelumnya.

“Kita lihat nanti saja di lapangan,” kelit Paul Munster tidak mau banyak berkomentar.

Seperti diketahui, Munster beberapa kali mengungkapkan kekecewaan dengan kepemimpinan wasit lokal Liga 1, termasuk di laga terakhir saat Persebaya kalah 3-1 dari PSS Sleman, Sabtu (11/1/2025) lalu.

Di sisi lain, pelatih Malut United Imran Nahumarury menghormati kehadiran wasit asing dalam laga nanti. Dia berharap wasit asing bisa lebih jeli dalam membuat keputusan karena sudah jauh-jauh didatangkan dari negeri asalnya.

“(Sebenarnya) mau wasit lokal ataupun asing, yang penting (wasit) bisa memimpin laga dengan peraturan dan tidak meninggalkan masalah,” ujarnya.

“Dan ingat, yang paling penting adalah laga bisa berjalan aman, lancar, dan sukses,” tambah mantan pelatih PSIS Semarang tersebut.

Hal senada diharapkan gelandang Malut United Ahmad Wadil. Menurutnya, kehadiran wasit asing seharusnya bisa membawa hal positif untuk sepak bola Indonesia.

“Intinya, siapa pun yang memimpin laga nanti, dia bisa menjaga laga agar tetap berjalan adil,” ucapnya.

Untuk diketahui, Ko Hyung-jin sebelumnya sudah memimpin dua pertandingan Liga 1 pada pekan ke-18. Yang pertama antara Dewa United menjamu Arema FC, kemudian Borneo FC menantang Semen Padang. (*)