Sunday, August 2, 2026
Google search engine
Home Blog Page 130

BHS Pimpin Pengprov IPSI Jawa Timur Audiensi dengan KONI Jawa Timur

0
BERTEMU: Ketua Umum Pengprov IPSI Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono (tengah) menjawab awak media usai bertemu Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil, Jumat (24/1/2025). (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono (BHS) melakukan audiensi di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Jumat (24/1/2025).

Kedatangan Bambang Haryo, yang juga merupakan anggota DPR RI, disambut oleh Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, bersama jajaran pengurus KONI. Audiensi tersebut membahas perkembangan dan kemajuan olahraga seni bela diri pencak silat, termasuk persiapan untuk PON 2028 dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX 2025.

Sebagai Ketua Umum IPSI Jatim, Bambang Haryo meminta Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil untuk duduk sebagai Ketua Dewan Pembina IPSI Jatim, yang merupakan jabatan ex officio.

“Selain untuk silaturahmi, kami juga memohon agar beliau berkenan menjabat sebagai Dewan Pembina,” ungkap BHS, yang telah menerima Surat Keputusan (SK) dari Ketua Umum IPSI Pusat, Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu, kedua belah pihak membahas berbagai hal terkait persiapan IPSI Jatim menuju PON XXII 2028 di NTB-NTT dan Porprov IX 2025, serta pembinaan atlet ke depan.

“Tadi, beliau (Ketua KONI Jatim) menargetkan agar kami bisa meningkatkan perolehan medali di PON. Jika sebelumnya kami memperoleh dua emas, maka pada PON berikutnya minimal empat emas. Tentunya, kami berharap bisa meraih gelar juara umum pada PON 2028,” jelas Bambang Haryo.

Bambang Haryo memastikan bahwa IPSI Jatim akan melakukan pembinaan lebih intensif kepada para atlet, mengingat Jatim dikenal sebagai gudang pesilat.

“Kami akan melakukan pembinaan secara totalitas,” ujar Bambang Haryo.

Atlet berbakat maupun atlet berprestasi akan diwadahi dalam pelatihan bersama demi memperkuat IPSI Jatim.

“Termasuk dalam hal pelatih, kami akan menyiapkan tenaga pelatih profesional. Kami harap pemusatan latihan menjelang PON nanti bisa berjalan lebih baik dari sebelumnya,” tambah Bambang Haryo.

Pembinaan prestasi ini bertujuan untuk menyaring atlet pesilat berbakat dari seluruh kabupaten dan kota di Jatim melalui seleksi di ajang Porprov Jatim.

Selain itu, IPSI Jatim juga mengajukan sejumlah tokoh untuk duduk sebagai Dewan Pembina, antara lain Kapolda, KONI, Gubernur Jatim, serta beberapa tokoh dari instansi pemerintahan dan dunia usaha, guna mendukung kejuaraan-kejuaraan silat rutin.

“Salah satunya adalah BHS Cup, yang saya inisiasi untuk mengadakan kejuaraan-kejuaraan tingkat Jatim. Ini akan menjadi sarana seleksi para atlet,” jelas Bambang Haryo.

“Bahkan, meski seorang atlet tidak juara, kami akan tetap menyaring mereka yang memiliki bakat untuk memperkuat IPSI Jatim,” tambahnya.

Selain itu, IPSI Jatim juga melakukan pembenahan dalam hal kepelatihan, baik untuk kategori tanding maupun TGR (Tenaga Guru Raga) seni.

“Karena di Jatim banyak atlet berbakat dengan prestasi, kemampuan, dan semangat yang tinggi, kami akan membina mereka dengan serius agar bisa lebih baik lagi. Kami juga akan memastikan adanya kedekatan antara atlet, pelatih, dan pengurus untuk memaksimalkan potensi atlet tersebut,” papar Bambang Haryo.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil menyatakan bahwa olahraga seni bela diri pencak silat memiliki potensi besar di Jatim, salah satunya dapat dilihat dari banyaknya perguruan pencak silat yang tumbuh subur. Perguruan-perguruan ini telah mencetak atlet-atlet silat profesional.

“Pencak silat merupakan cabang olahraga yang seksi dan memiliki daya tarik besar. Anggota perguruan yang banyak menunjukkan adanya potensi besar untuk mencapai prestasi, dan hal ini mendapat respon positif dari Pak Bambang,” ujar Nabil.

IPSI Jatim juga sering mengadakan kejuaraan-kejuaraan single event untuk meningkatkan prestasi, membangun kepercayaan diri pesilat, serta memberikan ruang ekspresi bagi para pesilat untuk meningkatkan jam terbang mereka.

“Tadi kami sarankan agar setahun diadakan rata-rata empat kejuaraan provinsi untuk merekrut atlet baru,” tambah Nabil.

Nabil berharap pada Porprov Jatim 2025, IPSI Jatim sudah mempersiapkan sistem talent scouting untuk memantau pesilat-pesilat baru yang berpotensi menjadi atlet yang tergabung dalam Puslatda.

“Mereka yang memiliki potensi harus mulai dipersiapkan untuk jenjang berikutnya, meski tidak instan dari Porprov menuju PON,” pungkas Nabil. (*)

Kunjungi KONI Jatim, Danlanud TNI AU Abdulrrahman Saleh Bahas Hal Ini

0
BANGUN SINERGI: Danlanud TNI AU Abdulrahman Saleh Marsma TNI Firman Wirayuda (kiri) menyerahkan cenderamata kepada Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil saat berkunjung ke KONI Jawa Timur, Jumat (24/1/2025) siang. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Komandan Pangkalan TNI AU Abdulrahman Saleh (Danlanud TNI AU Abdulrahman Saleh) Marsekal Pertama (Marsma) TNI Firman Wirayuda melakukan kunjungan ke Kantor KONI Jawa Timur, Jumat (24/1/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Marsma TNI Firman Wirayuda yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) Jawa Timur, berkomitmen untuk menjalin kerja sama yang lebih erat guna mendukung perkembangan olahraga, khususnya olahraga dirgantara di Jawa Timur.

FASI Jatim telah memberikan kontribusi signifikan dalam PON XXI Aceh-Sumut, dengan meraih total 11 medali emas. Rincian medali emas tersebut meliputi Aeromodelling (tiga emas), Gantole (empat emas), Terbang Layang (dua emas), Paralayang (satu emas), dan Paramotor (satu emas). Sayangnya, Jatim gagal meloloskan atlet terjun payung ke PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Marsma TNI Firman Wirayuda menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung atlet dan pengembangan sarana olahraga dirgantara di Jawa Timur, terutama untuk cabang olahraga terjun payung. FASI Jatim berencana untuk memperbaiki fasilitas dan memberikan pelatihan yang lebih baik guna meningkatkan prestasi atlet di bidang tersebut.

Kunjungan ini disambut dengan hangat oleh Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil yang mengapresiasi dukungan FASI Jatim. Nabil menegaskan pentingnya kerja sama antara KONI Jatim dan FASI Jatim untuk memajukan olahraga ekstrem, yang semakin diminati oleh generasi muda.

DUKUNGAN PENUH: Danlanud TNI AU Abdulrahman Saleh Marsma TNI Firman Wirayuda beserta staf berkunjung ke kantor KONI Jawa Timur ditemui langsung Ketua Umum Muhammad Nabil dan jajaran pengurus, Jumat (24/1/2025) siang. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sarana dan prasarana untuk mendukung atlet terjun payung agar dapat meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Marsma TNI Firman Wirayuda menambahkan bahwa FASI Jatim siap memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan atlet terjun payung, baik dari segi fasilitas maupun pelatihan. Salah satu langkah konkret yang sedang dipersiapkan adalah peningkatan fasilitas latihan dan area terjun yang dapat dimanfaatkan oleh para atlet untuk mengasah kemampuan mereka.

“Dengan fasilitas yang memadai dan pelatihan yang berkualitas, kami yakin atlet terjun payung di Jawa Timur dapat meraih prestasi yang lebih baik. Kami juga berharap kerja sama ini dapat memperkuat sinergi antara FASI dan KONI dalam memajukan olahraga dirgantara, khususnya terjun payung di Jawa Timur,” ujar Marsma Firman.

Nabil menyambut baik inisiatif tersebut. Ia berharap bahwa dengan adanya dukungan dari FASI Jatim, para atlet terjun payung akan semakin termotivasi untuk berlatih lebih keras dan meraih prestasi yang membanggakan.

“Kami siap mendukung penuh upaya FASI dalam mencetak atlet berprestasi, dan kami akan terus berkoordinasi untuk memastikan segala kebutuhan atlet terjun payung dapat terpenuhi,” ungkap Nabil.

Kunjungan ini menjadi langkah positif dalam membangun kolaborasi antara dua lembaga besar yang memiliki visi serupa dalam memajukan olahraga di Jawa Timur. Dengan adanya kerja sama yang solid, diharapkan akan ada peningkatan signifikan dalam kualitas atlet dan fasilitas yang mendukung mereka.

Olahraga terjun payung merupakan salah satu cabang olahraga yang memerlukan keterampilan tinggi dan fasilitas yang sangat spesifik.

Oleh karena itu, perhatian terhadap kualitas sarana dan pelatihan sangat diperlukan agar para atlet dapat berkembang secara optimal. Kerja sama ini menandakan komitmen bersama untuk mengembangkan olahraga di Jawa Timur dan membuka peluang bagi atlet terjun payung untuk mencapai potensi maksimal mereka di tingkat nasional maupun internasional.

Marsma TNI Firman juga berkomitmen untuk memantau perkembangan atlet, terutama yang berasal dari anggota TNI AU, seperti atlet terjun payung dan menembak di Jawa Timur. Hal ini penting untuk memastikan kualitas dan kesiapan para atlet dalam mengikuti berbagai kompetisi serta memberikan dukungan yang diperlukan untuk prestasi mereka.

Dengan pemantauan yang lebih intensif, diharapkan dapat tercipta atlet yang lebih unggul dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

TNI AU, khususnya yang berada di Lanud Abdulrahman Saleh, juga siap berpartisipasi dalam menyemarakkan upacara pembukaan dan penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025 di Malang Raya.

Dukungan ini akan menambah kemeriahan acara dan menunjukkan peran aktif TNI AU dalam mendukung olahraga serta membangun semangat kebersamaan di antara masyarakat. Kehadiran mereka dalam acara tersebut juga dapat memperkuat hubungan antara TNI AU dan komunitas lokal, serta memberikan semangat bagi para atlet yang berlaga. (*)

Mandiri Challenge Series 2025: Laga Pertama, Garuda Muda Menguji Yordania U-20

0
AJANG SIMULASI: Pelatih Timnas Indonesia U-20 Indra Sjafri (tengah) menjadikan turnamen internasional Mandiri Challenge Series 2025 sebagai persiapan akhir jelang terjun di Piala Asia U-20 2025, Februari mendatang. (Laga.id/Putu Aditama)

Laga.id, Surabaya – Tidak ada target juara yang dibebankan kepada Timnas Indonesia U-20 pada ajang Mandiri Challenge Series 2025. Turnamen internasional yang dihelat di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, 24-30 Januari itu dijadikan arena simulasi skuad Garuda Muda menghadapi Piala Asia U-20 2025.

Selain tuan rumah Indonesia U-20, turnamen juga diikuti oleh Suriah U-20, Yordania U-20, dan India U-20. Setiap tim akan saling berhadapan dengan jeda waktu antar pertandingan selama dua hari.

Pelatih Timnas Indonesia U-20 Indra Sjafri mengatakan jumlah tim peserta hingga jeda waktu antar pertandingan disesuaikan dengan Piala Asia U-20 2025. Bahkan, bola yang digunakan pun sama.

“Pertandingan ini selain untuk melihat kualitas pemain Timnas U-20, kami juga memanfaatkan event ini untuk simulasi Piala Asia U-20 di China nanti. Maka saya berterima kasih kepada PSSI, yang bisa mengundang tiga tim di sini,” kata Indra Sjafri dalam konferensi pers, Kamis (23/1/2025).

Untuk diketahui, pada laga pertama yang digelar mulai besok sore mempertemukan India U-20 kontra Suriah U-20, tepatnya pukul 16.00 WIB, yang dilanjut Timnas Indonesia U-20 vs Yordania U-20 malam harinya.

Selanjutnya di laga kedua, Senin (27/1/2025), Yordania U-20 akan bertemu India U-20. Kemudian, malam harinya, berlangsung duel antara Timnas Indonesia U-20 dan Suriah U-20.

Dan di laga pamungkas, Kamis (30/1/2025), Suriah U-20 berhadapan dengan Yordania U-20, dan dilanjutkan laga Timnas Indonesia U-20 melawan India U-20.

“Skemanya sama persis dengan yang ada di Piala Asia U-20. Istirahatnya juga sama, interval dua hari, bola yang dipergunakan juga sama, peraturan pertandingan juga sama. Kami memanfaatkan ini untuk memaksimalkan Timnas U-20 untuk Piala Asia U-20 di China,” tutup Indra Sjafri.

Turnamen ini menjadi bagian dari persiapan akhir skuad Garuda Muda jelang tampil di Piala Asia U-20 2025 pada 12 Februari hingga 1 Maret mendatang. Di ajang itu, Timnas Indonesia U-20 tergabung di Grup C bersama Uzbekistan U-20, Iran U-20, dan Yaman U-20. (*)

Optimis! Persiapan Garuda Muda Menuju Piala Asia U-20

0
LATIHAN INTENS: Skuad Timnas Indonesia U-20 tengah menjalani latihan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, sebagai persiapan menyambut Piala Asia U-20 dengan sasaran lolos ke Piala Dunia U-20. Salah satunya melalui simulasi turnamen bertajuk Mandiri Challenge Series 2025. (Laga.id/istimewa PSSI)

Laga.id, Surabaya – Timnas Indonesia U-20 dalam posisi on the track demi mewujudkan target besar lolos Piala Dunia U-20 2025 yang akan digelar di Chile pada 27 September hingga 19 Oktober mendatang.

Hal ini diungkapkan Indra Sjafri, Pelatih Timnas Indonesia U-20, Kamis (23/1) jelang persiapan akhir Garuda Muda menuju putaran final Piala Asia U-20 yang berlangsung mulai 12 Februari hingga 1 Maret di Shenzen, China.

“Sejak awal jenjang prestasi Timnas Indonesia U-20 sudah diprogram. Mulai dari ikut AFF, lalu kualifikasi Piala Asia U-20, besok putaran final Piala Asia U-20 dengan sasaran lolos ke Piala Dunia U-20,” ujar Indra Sjafri seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Kamis (23/1/2024).

“Kini, di bawah arahan Ketum Erick Thohir, kita mempersiapkan dengan lebih baik sehingga on the track menuju target besar tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, Dony Tri Pamungkas dan kawan-kawan berhasil menjadi juara Piala AFF U-19 2024 dan di kualifikasi Piala Asia U-20 2025 berhasil keluar sebagai juara grup. Fase penting berikutnya akan ditentukan di Shenzen, China.

Pada ajang tersebut, skuad Garuda Muda akan tergabung di grup C bersama Uzbekistan, Iran dan Yaman. Indra Sjafri optimis dengan persiapan yang baik bisa lolos persaingan grup C.

“Selain serangkaian program yang sudah dijalankan sebelumnya, sekarang kita akan mengikuti turnamen Mandiri Challenge Series sebagai persiapan akhir. Dua dari tiga tim di grup sudah pernah kita hadapi sebelumnya dan peluang lolos dari grup jelas sangat realistis,” terangnya.

Turnamen Mandiri Challenge Series 2025 yang digelar di Sidoarjo yang akan bergulir dari tanggal 24 hingga 30 Januari. Ajang ini dijadikan pelatih Indra Sjafri sebagai simulasi Piala Asia U-20 2025, untuk mempersiapkan Starting Eleven dan berbagai opsi taktikal serta strategi.

“Persiapan nya sejauh ini sangat baik, tim sudah ada di tahap persiapan akhir menghadapi Piala Asia U-20. Tentu saja kita akan mempersiapkan 11 pertama, tetapi dalam turnamen kita harus memiliki berbagai opsi,” ujar pelatih yang mempersembahkan medali emas SEA Games 2023 Kamboja.

“Turnamen ini akan kami jadikan sebagai simulasi Piala Asia U-20, kita bermain di waktu yang sama, jeda pertandingannya sama, bola dan peraturan pertandingan nya juga sama, sehingga kita bisa mendapatkan gambaran jelas ketika Piala Asia nanti,” tandas Indra Sjafri. (*)