Sunday, August 2, 2026
Google search engine
Home Blog Page 146

Sejarah! Indonesia Juara FIFAe World Cup 2024 Football Manager

0
JUARA DUNIA: Ichsan Rahmat Taufiq dan Budi Muhamad Manar Hidayat berhasil membawa Tim Indonesia menjuarai ajang FIFAe World Cup 2024 Football Manager edisi perdana. (Laga.id/istimewa via @fifae)

Laga.id, Liverpool – Indonesia menorehkan tinta emas di kancah game esports. Tim Garuda berhasil juara dalam ajang FIFAe World Cup 2024 Football Manager. Pertandingannya diselenggarakan di Liverpool, Inggris pada Minggu (1/9/2024) pukul 17.00 WIB.

Tim Indonesia diwakili oleh Ichsan Rahmat Taufiq sebagai manajer dan Budi Muhamad Manar Hidayat selaku asisten. Mereka mengukir prestasi yang gemilang dengan mengalahkan wakil dari Jerman di babak final.

Jerman, yang diperkuat Sven Goly sebagai manajer dan T Wheneett selaku asisten dan berhasil dikalahkan sehingga membuat Indonesia membawa pulang gelar FIFAe World Cup 2024 Football Manager edisi perdana.

Jerman takluk dari Indonesia dengan skor 3-0 dan 5-2 sehingga secara total menang 8-2. Perjalanan tim Indonesia mencapai final sangat luar biasa. Sebelumnya, Indonesia mengalahkan Inggris dengan skor akhir 5-3.

Di babak grup, Ichsan dan Budi ditugaskan melatih Sporting Lisbon bersama empat rival lain. Tim Indonesia melangkah ke semifinal setelah tampil sebagai juara grup dengan nilai 364.

Indonesia unggul dari negara-negara lain di Grup C yakni Polandia (343 poin), Prancis (331), Inggris (295), dan India (265).

LEGENDA: Ichsan Rahmat Taufiq dan Budi Muhamad Manar Hidayat berfoto bersama legenda Timnas Inggris dan Chelsea John Terry usai menjuarai FIFAe World Cup 2024 Football Manager. (Laga.id/istimewa via @fifae)

Poin yang dikumpulan Indonesia tersebut berasal dari tiga musim menangani Sporting dengan perincian 150 poin dari hasil di liga, 113 untuk turnamen, 65 untuk trodi, dan 36 poin dari penilaian manajemen.

Setelah pertandingan berakhir, Ichsan mengatakan bahwa Tim Indonesia percaya diri bisa menjuarai ajang ini.

“Sudah pasti menang sih, King Indo nih bos senggol dong,” ujar Ichsan dikutip dari Antara, Minggu malam WIB.

Sedangkan Budi menyebut bahwa kunci kemenangan Tim Indonesia di final adalah bermain menyerang dan cara menangani taktik lawan.

“Kita bermain attacking, yang paling penting adalah opposite instruction. Jadi setiap players yang membahayakan kita jaga dan tackling,” tutup Budi. (*)

Rekap Timnas Indonesia U-20 di Seoul Earth on Us Cup 2024, Juru Kunci yang Sempat Bikin Kejutan

0
JURU KUNCI: Timnas Indonesia U-20 harus puas menjadi juru kunci pada ajang Seoul Earth On Us Cup 2024 jelang terjun di Kualifikasi Piala Asia U-20 2025. (Laga.id/istimewa via PSSI)

Laga.id, Seoul – Perjalanan Timnas Indonesia U-20 pada turnamen Seoul Earth On Us Cup 2024 akhirnya rampung. Dari ajang yang digelar di Korea Selatan ini, Garuda Muda meraih satu kemenangan dan menelan dua kekalahan.

Timnas Indonesia U-20 tampil di Seoul Earth On Us Cup 2024 bersama tiga negara lainnya, yakni tuan rumah Korea Selatan, tim ASEAN lainnya, Thailand, dan tim raksasa dunia, Argentina.

Pelatih Timnas Indonesia U-20 Indra Sjafri membawa 30 pemain di turnamen ini. Namun, tanpa Jens Raven dan Welber Jardim yang tampil apik di Piala AFF U-19 2024. Ada beberapa nama baru rasa lama yang dibawa, mulai dari Ousmane Maiket Camara, Ji Da Bin, hingga Nabil Asyura.

KEJUTAN AWAL: Pada laga perdana Seoul Earth On Us Cup 2024 Timnas Indonesia U-20 membuat kejutan usai mengalahkan Argentina U-20 dengan skor 2-1. (Laga.id/istimewa via PSSI)

Indonesia yang menjadi tuan rumah Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 2025 menjadikan turnamen tersebut sebagai persiapan. Nantinya, Garuda Muda akan menghadapi tiga tim lainnya di grup ini, yakni Yaman, Timor Leste, dan Maladewa pada akhir September 2024 mendatang.

Sejatinya, Timnas Indonesia U-20 mengawali turnamen Seoul Earth On Us Cup 2024dengan gemilang. Mereka bermain luar biasa setelah mengalahkan Argentina U-20 dengan skor 2-1 dalam laga pembuka di Mokdong Stadium, Rabu (28/8/2024) siang WIB.

Sempat tertinggal hingga turun minum akibat gol yang dicetak kapten Argentina U-20 Mirko Juarez Zemlich, Indonesia Garuda Muda mampu bangkit di babak kedua lewat sundulan Kadek Arel memanfaatkan set piece dan eksekusi penalti Maouri Ananda Yves usai Muhammad Ragil dilanggar di kotak terlarang.

ANTIKLIMAKS: Timnas Indonesia U-20 menutup turnamen Seoul Earth On Us Cup 2024 sebagai juru kunci setelah kalah 0-3 dari Korea Selatan di laga terakhir. (Laga.id/istimewa via PSSI)

Sayangnya, di dua laga terakhir harus menelan pil pahit. Garuda Muda menelan kekalahan 0-2 dari Thailand di Mokdong Stadium, Jumat (30/8/2024). Dua gol Thailand dicetak lewat aksi Caelan Ryan dan Ratthaphum Phankhechon.

Kemudian pada laga terakhirnya, Indonesia U-20 menyerah tiga gol tanpa balas dari Korea Selatan U-20 di Mokdong Stadium, Minggu (1/9/2024) petang WIB. Gawang Timnas Indonesia U-20 yang dijaga Ikram Algiffari tiga kali dibobol oleh Shin Min-ha, Kim Tae-won, dan Hong Seok-hyun.

Hasil Timnas Indonesia U-20 di Seoul Earth On Us Cup 2024:
Rabu, 28 Agustus 2024
14:00 WIB
Timnas Indonesia U-20 2-1 Argentina
(Kadek Arel 75′, Maouri Simon 79’p; Zemlich 18′)

Jumat, 30 Agustus 2024
14:00 WIB
Timnas Indonesia U-20 0-2 Thailand
(Ryan 10′, Phankhechon 90+1′)

Minggu, 1 September 2024
17:30 WIB
Timnas Indonesia U-20 0-3 Korea Selatan
(Min-ha 5′, Tae Won 25′, Seok-hyun 32′). (*)

Kualifikasi Piala Dunia 2026: Bek Timnas Indonesia Menipis, Pilih Wahyu Prasetyo daripada Elkan Baggott, Begini Alasan Shin Tae-yong

0
TAK DIPANGGIL: Aksi bek jangkung Elkan Baggot (loncat) saat Timnas Indonesia meladeni juara dunia Argentina beberapa waktu lalu. (Laga.id/istimewa via PSSI)

Laga.id, Jakarta – Bukan bek Elkan William Tio Baggott yang menjadi sebagai solusi absennya Jordi Amat Maas dan Justin Quincy Hubner. Bek gaek milik Malut United Wahyu Prasetyo menjadi pilihan untuk menambal lini belakang Timnas Indonesia jelang putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Jordi Amat dipastikan absen dalam dua pertandingan Grup C kontra Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sports City, Jumat (6/9/2024) dan melawan Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (10/9/2024) karena sanksi kartu merah. Belakangan, Jordi Amat juga mengabarkan dirinya mengalami cedera.

Sementara itu, Justin Hubner tidak dapat bermain melawan Arab Saudi karena akumulasi kartu kuning. Namun, pemain ‎Wolverhampton Wanderers U-21 itu bisa turun dalam pertandingan menghadapi Australia.

Nah, dengan kondisi lini belakang yang menipis, pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong enggan memanggil Elkan Baggott. Pelatih asal Korea Selatan itu lebih memilih Wahyu Prasetyo sebagai pengganti Jordi Amat.

“Tidak ada alasan (khusus). Karena kami membutuhkannya, Wahyu kami pilih. Dia adalah pemain pengganti bagi kami,” kata Shin Tae-yong kepada awak media.

Dia berdalih para pemain yang dia pilih bisa mengisi peran Jordi Amat dan Justin Hubner di laga kontra Arab Saudi. Apalagi, skuad Garuda masih mempunyai Rizky Ridho Ramadhani, Muhammad Ferarri, Jay Noah Idzes, Sandy Henny Walsh sampai Nathan Noel Romejo Tjoe-A-On yang bisa mengisi lini belakang.

“Memang ada kekurangan pemain seperti Jordi dan Justin yang tidak bisa main karena akumulasi, tetapi kita harus bisa membuatnya (berhasil) dengan pemain yang ada di sini,” ucap Shin Tae-yong. (*)

Hadapi PON XXI Aceh-Sumut 2024, Jatim Bertekad Kawinkan Gelar di Bola Basket

0
TARGET TINGGI: Ketua Umum Perbasi Jatim Grace Evi Ekawati mendampingi Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil pada acara pelepasan atlet bola basket ke PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Hotel Kyrie, tadi sore. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Tim cabang olahraga (cabor) bola basket Jawa Timur mengusung target tinggi pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Tim bola basket Jatim bertekad melampaui raihan medali pada PON XX Papua 2021 lalu.

Ketua Umum Persatuan Basket Seluruh Indonsia (Perbasi) Jatim Grace Evi Ekawati percaya diri para atlet bisa menyapu bersih seluruh medali emas dari empat nomor yang dipertandingkan. Empat nomor yang dipertandingkan pada PON XXI/2024 adalah 5×5 kategori putra dan putri, serta 3×3 kategori putra dan putri.

“Kami optimis, karena kami sudah berjuang dan berikhtiar dengan mempersiapkan segala sesuatu sebaik mungkin. Kami ingin cetak sejarah bisa kawinkan gelar,” ujar Grace Evi usai acara pelepasan atlet di Hotel Kyrie, Rabu (28/8/2024) sore.

Untuk mewujudkan ambisi itu, atlet-atlet bola basket Jatim telah mempersiapkan diri dengan menggelar tryout luar negeri yakni di Thailand, Malaysia dan Filipina. Tak hanya itu, tim basket Jatim juga diperkuat pemain-pemain yang kenyang pengalaman di ajang nasional maupun internasional.

“(Selama) dua tahun terakhir hanya menggelar latihan rutin tentu ada titik jenuh dan ketika ada kesempatan TC luar negeri mereka senang, tanding di luar bisa main lepas, dapat rival kelas nasional. Jadi, ada progres cukup signifikan ditunjukkan atlet baik secara permainan, skill, dan mental,” ujar Grace Evi.

“Mereka sudah tau bagaimana harus bertahan dan bagaimana keluar dari pressure lawan. Tapi, saya juga mengingatkan seluruh pemain agar tidak jumawa karena semua kontestan melakukan persiapan,” tambahnya.

Untuk diketahui, pada PON edisi sebelumnya, tim bola basket putra Jatim mengantongi medali perunggu setelah menaklukkan Jawa Tengah dengan skor 63-55. Sementara tim putri mengalahkan Bali dengan skor 56-37 di laga final sehingga berhak dengan medali emas.

Sedangkan untuk nomor 3X3, tim putra Jatim harus puas dengan medali perunggu. Padahal, mereka begitu dominan di babak penyisihan dengan sapu bersih tiga pertandingan. Di sisi lain, tim putri Jatim saat itu tidak lolos ke Papua.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil mengaku memiliki ekspetasi tinggi terhadap basket yang sebelumnya menorehkan tinta emas pada PON 2021 Papua.

“Yang lain kami tata, 5×5 putri tetap emas, kemudian yang putra dan 3×3 kami tata semoga emas. Kami lihat semua punya semangat luar biasa karena mayoritas bukan atlet baru, rata-rata dari kecil sudah jadi pemain basket,” kata Nabil dalam kesempatan yang sama.

Meski begitu, dia berpesan kepada seluruh atlet agar tidak sombong dan meremehkan kekuatan lawan, namun harus tetap yakin dengan kemampuan yang dimiliki. (*)