Thursday, July 30, 2026
Google search engine
Home Blog Page 189

Gawat! STY Masih Minat Latih Korea Selatan, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia?

0
Shin Tae-yong (kanan) saat berbincang dengan Nova Arianto. Masa depan Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia masih belum jelas ditambah rumor namanya masuk nominasi pelatih Timnas Korea Selatan. (Instagram/Nova Arianto)

Laga.id, Jakarta – Shin Tae-yong ternyata masih bermimpi untuk kembali melatih Timnas Korea Selatan di masa depan. Apalagi ada dua kondisi yang dapat memuluskan hasrat Shin Tae-yong untuk kembali ke skuad Korea Selatan.

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong yang baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan salah satu komedian papan atas Korea Selatan, Lee Kyung-kyu, mengungkapkan rencananya.

“Saya ingin sekali menjadi pelatih tim nasional (Korea Selatan) lagi, ini adalah rencana terakhir yang saya pikirkan,” ucap Shin, dikutip dari kanal YouTube Lekk Lee Kyung Kyu.

Bak gayung bersambut, nama Shin Tae-yong dirumorkan akan kembali direkrut oleh federasi sepakbola Korea Selatan (KFA) untuk menukangi timnas senior mereka usai kegagalan di Piala Asia 2023 lalu.

Apalagi, Juergen Klinsmann resmi dipecat KFA, Jumat (16/2/2024) lalu. Pelatih asal Jerman itu gagal memenuhi target federasi yang ingin segera menyudahi puasa gelar Piala Asia yang sudah berlangsung selama 64 tahun. Praktis, saat ini Timnas Korea Selatan sedang tidak memiliki pelatih kepala.

Nah, nama Shin Tae-yong bukanlah sosok asing bagi publik sepakbola Korea Selatan. Mantan pemain timnas Korea Selatan era 1990-an ini juga pernah menjadi pelatih Taegeuk Warriors, julukan Timnas Korsel pada tahun 2017-2018.

Media asal Korea Selatan, Chosun menyebut Shin Tae-yong menjadi salah satu kandidat pelatih timnas dari empat nama kandidat lainnya. Selain Shin Tae-yong yang masuk radar pertimbangan federasi sepakbola Korea Selatan, adapula nama Hong Myung Bo, Hwang Seon Hong, dan Kim Do Hoon.

“Setelah pelatih Shin Tae-yong memimpin Piala Dunia Rusia 2018, kemungkinan pelatih Korea kembali memimpin tim semakin besar. Hong Myung-bo, Hwang Seon-hong, Kim Do-hoon, dan Shin Tae-yong disebutkan sebagai kandidat,” tulis Chosun dalam laporannya.

Kondisi lainnya yang dapat membuat Shin Tae-yong dapat kembali ke Negeri Ginseng adalah kontrak Shin Tae-yong bakal habis pada Juni 2024 mendatang. Juru racik berusia 53 tahun itu dapat kontrak baru bersama Timnas Indonesia jika mampu membawa skuat Garuda lolos ke babak 16 besar Piala Asia dan timnas U-23 melaju hingga babak semifinal Piala Asia U-23 yang akan digelar bulan April-Mei 2024 mendatang.

Mengingat salah satu target dari PSSI sudah dipenuhi oleh Shin Tae-yong, kini mantan pelatih Seongnam Ilhwa Chunma tersebut hanya memiliki satu target lagi bersama timnas U-23 untuk dapat memperpanjang kontraknya bersama timnas Indonesia.

Merosot! Timnas Vietnam Terlempar dari 100 Besar Ranking FIFA, Siapa yang Salah?

0

Laga.id, Jakarta – Timnas Vietnam mengalami periode yang buruk selama Piala Asia 2023 lalu. Mereka selalu kalah dalam tiga laga fase grup, yakni kontra Jepang (2-4), Indonesia (0-1), dan Irak (2-3).

Hal itu berdampak pada ranking FIFA terbaru yang dirilis pada 15 Februari 2024. Vietnam mengalami penurunan drastis dengan turun 12 peringkat. Dari posisi ke-94, Timnas Vietnam kini ada di posisi ke-106.

Media Vietnam ramai-ramai membicarakan prestasi mereka yang menurun ini. Maklum saja, Timnas Vietnam selama enam tahun terakhir selalu ada 100 besar ranking FIFA.

“Ini dianggap sebagai hasil yang tidak mengejutkan ketika tim Vietnam kalah dalam ketiga pertandingan melawan Jepang, Irak, dan Indonesia. Tim arahan Troussier mendapat pengurangan poin 41,06, menjadi tim dengan pengurangan poin terbanyak di peringkat dunia,” tulis Soha, media Vietnam.

Banyak yang menyesali penurunan peringkat FIFA yang dialami Vietnam ini. Terlebih, mereka kini sudah tak lagi jadi yang terbaik di Asia Tenggara. Thailand kini jadi tim ASEAN dengan posisi paling tinggi dengan menduduki peringkat 101 dunia.

Secara berturut-turut, setelah Vietnam terdapat Malaysia (132), Filipina (139), Indonesia (144), Singapura (155), Myanmar (162), Kamboja (179), Laos (189), Brunei Darussalam (194), dan Timor-Leste (200) di Asia Tenggara.

Kemerosotan prestasi Vietnam ini membuat banyak media menyalahkan kinerja pelatih Philippe Troussier. Dia dianggap sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas keterpurukan Vietnam di Piala Asia 2023 lalu.

Mulai muncul kembali nama Park Hang-seo dalam problem yang dialami oleh Timnas Vietnam saat ini. Media di sana membandingkan kinerja Park Hang-seo dengan Philippe Troussier. Soha kembali mengulas perjalanan Park Hang-seo yang mampu memberikan banyak prestasi.

Kenangan manis Park Hang-seo memang terasa selama menangani Timnas Vietnam (2017-2023) dan Timnas Vietnam U-22 (2018-2022). Dia mampu mempersembahkan trofi Piala AFF 2018 dan medali emas SEA Games 2019 dan 2021.

“Apa yang baik hari ini juga bisa jatuh ke neraka suatu hari nanti. Itulah sepak bola, semuanya diputuskan dalam 90 menit. Saya mencoba menjalani kehidupan normal karena saya tahu yang terkenal itu seperti kepulan asap,” kata Park Hang-seo seperti dikutip Soha.

Kekhawatiran publik Vietnam tentu cukup beralasan karena mereka masih akan menghadapi Grup F babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka akan berjumpa dengan Timnas Indonesia sebanyak dua kali beruntung pada 21 dan 26 Maret 2024 nanti.

Melihat ranking FIFA yang turun tajam dan hasil terbaru kontra Timnas Indonesia, Soha melancarkan kritik kepada Troussier yang harus berjuang keras dalam dua pertandingan nanti.

“Jika tidak mendapat dukungan spiritual yang cukup, maka Troussier dan timnya akan sulit memiliki tekad dan ketabahan tertinggi dalam menghadapi tekanan dari Indonesia,” tulis Soha, Jumat (16/2/2024).

“Banyak orang mungkin mengatakan bahwa karena pelatih Troussier pernah tampil tidak meyakinkan di masa lalu, maka wajar jika dikritik dan kontroversial. Pandangan tersebut tidak salah, namun juga tidak dapat dipungkiri bahwa banyak suporter Vietnam hanya menyukai sepak bola yang menang.”

Hasil Piala Asia 2023 telah menjadi cermin bagi Vietnam. Dari tiga kekalahan fase grup, pertandingan melawan Timnas Indonesia jadi sorotan. Sebab, itu jadi satu-satunya pertandingan bagi Vietnam gagal mencetak gol, berbeda saat bersua Irak maupun Jepang.

Bicara babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Vietnam sebenarnya mendapatkan hasil yang cukup apik dalam dua pertandingan sebelumnya dengan mengoleksi tiga poin.

Mereka sempat menang 2-0 atas Filipina (16 November 2023) sebelum akhirnya kalah 0-1 kontra Irak (21 November 2023).

Kini, Timnas Vietnam mulai serius untuk mempertimbangkan pertemuan dengan Timnas Indonesia pada Maret nanti. Mereka tak ingin kehilangan poin untuk setidaknya menduduki posisi runner-up di bawah Irak untuk melaju ke babak ketiga

Jika kalah pada Maret nanti, itu artinya Vietnam membiarkan Timnas Indonesia menambah enam poin. Situasi itu tentu akan semakin menyulitkan mereka.

Selain dua pertandingan beruntun kontra Timnas Indonesia, Vietnam masih akan menghadapi Filipina (6 Juni 2024) dan Irak (11 Juni 2024). Filipina mungkin masih bisa diatasi, tapi Irak tentu bukanlah tim yang mudah dikalahkan.

Pelatih Persebaya Minta Pemainnya Disipilin, Hindari Kartu Merah

0
Pelatih Persebaya, Paul Munster. (dok. Persebaya)

Laga.id, Surabaya – Persebaya Surabaya sudah empat kali mendapati pemainnya menerima kartu merah di BRI Liga 1 2023/2024. Menariknya, itu hanya terjadi akibat pelanggaran dua pemain saja, yakni bek kanan Catur Pamungkas dan bek kiri Reva Adi Utama.

Catur mendapat kartu merah langsung dalam dua pertandingan, yakni melawan Persija Jakarta (30/7/2023) dan Dewa United (30/9/2023). Keduanya terjadi saat Persebaya melakoni partai tandang.

Sedangkan Reva, kali pertama mendapat kartu merah saat melawan Persik Kediri (27/10/2023). Di laga itu, Persebaya babak belur dihajar 0-4. Reva mendapat dua kartu kuning sebelum diusir wasit dalam laga tersebut.

Momen kedua terjadi saat Persebaya menang 1-0 atas Bhayangkara FC pada pekan ke-24 lalu (4/2/2024). Reva Adi Utama dan Sani Rizki yang diusir oleh wasit sehingga harus meninggalkan lapangan lebih cepat momen itu terjadi pada menit ke-81.

Penyebabnya, dua pemain itu sempat terlibat cekcok yang berujung pada keduanya saling pukul. Wasit yang melihatnya tidak berpikir lama untuk mengeluarkan kartu merah yang berdampak pada larangan bertanding Reva dan Sani di laga selanjutnya.

Paul Munster, telah berbicara kepada para pemainnya untuk lebih berhati-hati di lapangan. Sebab, tingkah konyol berujung kartu merah akan merugikan tim dalam situasi tertentu.

“Ya, saya sudah berbicara dengan para pemain mengenai disiplin. Disiplin, seperti yang Anda tahu, adalah sesuatu sangat tinggi dalam harapan saya,” ungkap Munster.

“Jadi, jelas kecewa dengan situasi terakhir dengan Reva. Saya sudah berbicara dengannya dan semua pemain tahu bahwa mereka harus lebih disiplin dalam situasi seperti ini,” imbuh pelatih berpaspor Irlandia Utara itu.

Situasi itu membuat Reva harus absen saat Persebaya bertandang ke markas Persita Tangerang di pekan ke-25 (23/2/2024). Ini tentu menjadi kerugian karena Reva adalah kapten yang mampu memimpin rekan-rekannya.

Namun, pelatih Persebaya, Paul Munster, memandang situasi ini dari sudut pandang berbeda. Dia tidak merasa kehilangan. Absennya Reva justru jadi kesempatan untuk para pemain lain bisa mendapatkan menit bermain.

“Tidak, ini sebuah peluang. Ini adalah kesempatan bagi pemain lain untuk memanfaatkannya. Seperti yang selalu saya katakan, akan ada momen saat Anda memanfaatkan peluang dan terserah kepada pemain berikutnya yang akan memanfaatkannya,” ungka Munster.

Persebaya masih memiliki stok bek kiri yang bisa dioptimalkan dalam bekerja di pertandingan. Ada Mikael Alfredo Tata, bek kiri pinjaman dari Arema yang sudah bergabung Bajul Ijo sejak memasuki putaran kedua.

Sejauh ini, bek berusia 19 tahun itu sudah tampil dalam dua pertandingan yang semuanya berakhir seri 1-1.

Penampilan pertama terjadi saat Reva harus absen melawan Persis Solo (13/12/2024). Lalu, Tata tampil sebagai pengganti Reva yang cedera saat pertandingan berlangsung kontra Persikabo 1973 (17/12/2024).

Persebaya kini berada di posisi ke-12 dengan raihan 30 poin dari 24 pertandingan. Terdekat, mereka akan melakoni dua pertandingan tandang secara beruntun pada pekan ke-25 dan ke-26, masing-masing melawat ke markas Persita Tangerang (23 Februari) dan PSM Makassar (28 Februari).

Demi Kesehatan Atlet Puslatda, KONI Jatim Gandeng RSUD Dr Soetomo

0
Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil didampingi sejumlah pengurus bertukar cendera mata dengan Dirut RSUD Dr. Soetomo Prof Dr dr Cita Rosieta Sigit Prakoeswa, Sp.DVE usai meresmikan kerja sama dengan RSUD Dr. Soetomo untuk mendukung atlet menghadapi PON XXI/2024 Aceh-Sumut. (Bidang Humas dan Media KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur telah menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo. Kerja sama ini untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas olahraga prestasi di Jawa Timur.

Nantinya, para atlet, pelatih dan ofisial bakal mendapat pelayanan kesehatan, edukasi pencegahan cedera, penanganan cedera olahraga hingga penelitian yang menjadi lingkup kajian dari sport clinic.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil dengan Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo Prof Dr dr Cita Rosieta Sigit Prakoeswa, Sp.DVE di Ruang Abiyoso RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Kamis (15/2/2024).

Muhammad Nabil mengatakan, kerja sama ini sangat penting dalam rangka memberi jaminan bagi atlet yang cedera agar segera pulih. Apalagi, pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut yang tersisa beberapa bulan saja.

Menurutnya, kerjasama ini sebenarnya bukan hal baru karena selama ini KONI Jatim juga sudah bekerjasama dengan RSUD Dr Soetomo untuk menjaga kesehatan atlet, terutama saat mereka mengalami cedera, termasuk juga soal gizi dan sport science.

Namun, tidak terbatas pada hal itu, KONI Jatim juga mendorong agar kerjasama ini ke depan bisa berlanjut dalam hal yang lain. Seperti dukungan tim kesehatan dari RSUD Dr Soetomo saat pelaksanaan PON 2024 mendatang.

Untuk itu, Muhammad Nabil berharap atlet-atlet yang usai menjalani Babak Kualifikasi PON tidak menutup-nutupi bila cedera agar segera bisa ditangani. “Bagaimana atlet tidak menutup-nutupi ketika cedera karena takut dicoret dari Puslatda. Ujung-ujungnya saat tampil di PON malah ketahuan cederanya,” jelasnya.

Untuk pembiayaan sendiri, lanjut Muhammad Nabil, atlet tidak perlu khawatir karena seluruhnya sudah dicover oleh BPJS Ketenagakerjaan sehingga mendapat penanganan prima tanpa mengeluarkan uang. Dia berharap seluruh atlet dapat sangat siap terutama kesehatannya menghadapi PON 2024.

Sementara itu, Prof Cita Rosita menyambut baik kerja sama tersebut. Ia berkomitmen memberikan yang terbaik bagi atlet Jatim sehingga dapat mempertahankan prestasinya. Menurutnya, di RSUD Dr Soetomo ada beberapa spesialisasi mulai dari pelayanan sport klinik, spesialis ortopedi, spesialis fisiologi, ahli gizi, rehabilitasi medik, hingga psikologi.

“Kami berharap banyak ke depan semua aspek promotif, preventif, kuratif dan rahibilitatif atlet Jatim bisa diterapkan. Promotif bagaimana mengedukasi, kemudian preventif kita tahu ada primer, sekunder, tertier prevention untuk atlet karena bagaimana pun promosi preventif lebih baik dari terapi ketika mereka mengalami cedera,” ujar Prof Cita Rosita.

“RSUD Dr Soetomo sangat siap melakukan penanganan cedera atlet Jatim terutama tindakan operasi dan rehabilitasi medis dengan adanya Sport Clinic. Di Sport Clinic ada dr Andre Triadi Desnantyo, Sp.OT (K) dan timnya sedangkan di rehabilitasi medis ada Dr dr Damayanti Tinduh, Sp.FKR, M.S (K) yang selama ini sudah banyak menangani cedera atlet Jatim,” pungkas Prof Cita Rosita.