Wednesday, July 29, 2026
Google search engine
Home Blog Page 224

Patricia Urquiola Coats Transparent Glas Tables for Livings

0

We woke reasonably late following the feast and free flowing wine the night before. After gathering ourselves and our packs, we headed down to our homestay family’s small dining room for breakfast.

Refreshingly, what was expected of her was the same thing that was expected of Lara Stone: to take a beautiful picture.

We were making our way to the Rila Mountains, where we were visiting the Rila Monastery where we enjoyed scrambled eggs, toast, mekitsi, local jam and peppermint tea.

We wandered the site with other tourists

Yet strangely the place did not seem crowded. I’m not sure if it was the sheer size of the place, or whether the masses congregated in one area and didn’t venture far from the main church, but I didn’t feel overwhelmed by tourists in the monastery.

Headed over Lions Bridge and made our way to the Sofia Synagogue, then sheltered in the Central Market Hall until the recurrent (but short-lived) mid-afternoon rain passed.

Feeling refreshed after an espresso, we walked a short distance to the small but welcoming Banya Bashi Mosque, then descended into the ancient Serdica complex.

We were exhausted after a long day of travel, so we headed back to the hotel and crashed.

I had low expectations about Sofia as a city, but after the walking tour I absolutely loved the place. This was an easy city to navigate, and it was a beautiful city – despite its ugly, staunch and stolid communist-built surrounds. Sofia has a very average facade as you enter the city, but once you lose yourself in the old town area, everything changes.

Clothes can transform your mood and confidence. Fashion moves so quickly that, unless you have a strong point of view, you can lose integrity. I like to be real. I don’t like things to be staged or fussy. I think I’d go mad if I didn’t have a place to escape to. You have to stay true to your heritage, that’s what your brand is about.

Another Big Apartment Project Slated for Broad Ripple Company

0

We woke reasonably late following the feast and free flowing wine the night before. After gathering ourselves and our packs, we headed down to our homestay family’s small dining room for breakfast.

Refreshingly, what was expected of her was the same thing that was expected of Lara Stone: to take a beautiful picture.

We were making our way to the Rila Mountains, where we were visiting the Rila Monastery where we enjoyed scrambled eggs, toast, mekitsi, local jam and peppermint tea.

We wandered the site with other tourists

Yet strangely the place did not seem crowded. I’m not sure if it was the sheer size of the place, or whether the masses congregated in one area and didn’t venture far from the main church, but I didn’t feel overwhelmed by tourists in the monastery.

Headed over Lions Bridge and made our way to the Sofia Synagogue, then sheltered in the Central Market Hall until the recurrent (but short-lived) mid-afternoon rain passed.

Feeling refreshed after an espresso, we walked a short distance to the small but welcoming Banya Bashi Mosque, then descended into the ancient Serdica complex.

We were exhausted after a long day of travel, so we headed back to the hotel and crashed.

I had low expectations about Sofia as a city, but after the walking tour I absolutely loved the place. This was an easy city to navigate, and it was a beautiful city – despite its ugly, staunch and stolid communist-built surrounds. Sofia has a very average facade as you enter the city, but once you lose yourself in the old town area, everything changes.

Clothes can transform your mood and confidence. Fashion moves so quickly that, unless you have a strong point of view, you can lose integrity. I like to be real. I don’t like things to be staged or fussy. I think I’d go mad if I didn’t have a place to escape to. You have to stay true to your heritage, that’s what your brand is about.

Jelang PON, KONI Jatim Perkuat Puslatda Jatim 100

0
Direktur Badan Pelaksana Puslatda, Irmantara Subagjo. (dok. Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur kembali menggelar program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim 100 guna mempersiapkan diri menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara.

Direktur Badan Pelaksana (Bapel) Puslatda, Irmantara Subagjo mengatakan, Puslatda akan dimulai minggu depan. Program akan diawali dengan pelaksanaan tes tiga pilar yakni fisik, kesehatan, dan gizi.

“Kita akan juga melakukan tes kepada seluruh atlet yang mengikuti. Termasuk tes fisiknya juga untuk melihat kesiapan mereka. Soal anggaran, kami sudah diberitahu oleh pemerintah (Pemprov Jatim), kurang lebih cukup sampai PON,” ujar Ibag, sapaannya.

Kendati program Puslatda sempat terhenti karena terkendala anggaran, Ibag tetap yakin atlet-atlet Jatim dapat memberikan prestasi terbaik. Hal itu juga pernah terbukti di PON 2021 Papua sempat terkendala anggaran tapi bisa bersaing di tiga besar.

Mengenai atlet premium apakah standar masuknya sama, ia menyebut akan ada perlakuan khusus. “Kita agendakan beberapa atlet yang punya kualifikasi khusus mungkin akan kita kirim ke training camp ke luar negeri. Upaya itu hanya untuk yang punya prospek betul-betul menghasilkan medali emas,” bebernya.

Ibag mencontohkan seperti atlet renang, panjat tebing atau cabang olahraga (cabor) lainnya yang selama ini rutin menjadi pendulang emas Jatim di PON. Karena itu, Ibag berharap tes fisik benar-benar dijalani dengan serius oleh semua atlet.

Sedangkan bagi yang sudah menjalani program tes mandiri, ia berharap mudah-mudahan bisa langsung siap untuk mengikuti pesta di 2024.

Boling Jatim Tekad Sumbang Banyak Emas di PON 2024

0
Atlet boling andalan Jawa Timur Tannya Roumimper (kiri) pada PON 2024 mendatang bersama Ketum KONI Jatim Muhammad Nabil. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Semua cabang olahraga (cabor) proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara terus bergerak memersiapkan diri ke pemusatan latihan daerah (Puslatda) mulai Januari ini, termasuk boling. Cabor ini bertekad bisa menyumbang banyak emas buat Jatim di ajang empat tahunan.

Kini boling Jatim sudah memiliki 10 atlet yang disiapkan turun di PON 2024. Dari jumlah itu, nanti diambil 8 atlet. Para atlet menjalani latihan di Jakarta dan satu di Amerika Serikat (AS), yakni Tannya Roumimper.

Tannya menuturkan, selama tinggal di AS terus berlatih dan mengasah kemampuannya dengan mengikuti banyak turnamen boling. Kepulangannya ke Indonesia ini untuk mempersiapkan dirinya di Puslatda Jatim proyeksi PON 2024.

“Selama di Amerika, saya terus mengasah kemqmpuan dengan berlatih dan bertanding di liga profesional di sana,” sebut Tannya saat bertemu Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil dan pengurus lainnya, Kamis (11/1/2024).

Setelah menggelar pertemuan dengan Nabil dan pengurus KONI Jatim, Tannya mengaku secepatnya akan kembali ke AS melanjutkan latihan dan mengikuti turnamen-turnamen boling. Ia bakal berlatih di AS hingga Juli 2024.

“Saya akan ikut delapan kejuaraan di Amerika hingga Juli. Memudian Agustus nanti akan kembali (ke Indonesia) dan gabung dengan teman-teman Jatim,” jelas Tannya.

Tannya sudah membela boling Jatim di PON 2012 Riau dan PON 2016 Jawa Barat. Di dua PON tersebut, ia menyumbangkan 3 medali emas dan 1 perunggu untuk Jatim.

“Di PON Papua ternyata (boling) tidak ada, baru sekarang (PON 2024) ada dan saya harap hasilnya lebih baik lagi. Jatim selalu memberi tantangan-tantangan menarik untuk mencapai hasil terbaik,” terang atlet berkacamata ini.

Saat disinggung daerah mana yang menjadi lawan terberat, Tannya mengaku DKI Jakarta menjadi salah satu daerah yang terberat. “Tapi kalau lihat saat ini kami harus mewaspadai daerah lainnya yang berkembang lebih baik,” ucapnya.

Muhammad Nabil mengaku punya keyakinan tinggi terhadap para atlet boling Jatim untuk menuai prestasi maksimal di PON 2024. Kehadirkan Tannya menjadi salah satu program puslatda boling akan dilakukan. Dimana Tannya merupakan atlet boling nasional yang akan membela Jatim di PON 2024.

“Kami siapkan pelatih asing dan lokal untuk cabor boling. Kami ingin mengulang prestasi di PON Jawa Barat yang bisa meraih 4 emas, 3 Perak dan 1 perunggu,” tuturnya.

Nabil mengatakan, boling Jatim masih menjadi salah satu cabpr yang diandalkan pada PON 2024 guna mendulang banyak medali. Dia menuturkan, para atlet boling dalam program Puslatda akan ikut berbagai kejuaraan untuk uji coba dan ukur kemampuan.

“Di PON Papua, cabor boling tidak ada. Jadi saat di PON Sumut-Aceh nanti, kami ingin membuktikan. Kami ingin atlet ini siap dan bisa mengharumkan nama Jatim dikancah nasional,” tutup Nabil.