Wednesday, July 29, 2026
Google search engine
Home Blog Page 234

Gusur Kota Malang, Juara Umum Catur Milik Sidoarjo

0
Para atlet catur serius memainkan nomor terakhir pada Porprov VIII/2023 yang digelar di Arayanna Hotel & Resort, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jumat (15/9/2023). (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Kabupaten Mojokerto – Persaingan sengit terjadi pada cabang olahraga (cabor) catur di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2023 Jawa Timur. Sebaran medali emas cabor catur di pesta olahraga dua tahunan kali ini merata.

Ketua Panitia Pelaksana Cabor Catur Porprov VIII/2023 Jatim Junaidi Harahap membenarkan persaingan kali ini sangat sengit. Menurutnya, ada dua kota/kabupaten yang berpeluang menjadi juara umum, meski Kota Malang memimpin dengan 2 medali emas.

“Sebelumnya, ada dua kota/kabupaten yang bisa menjadi juara umum cabor catur di Porprov kali ini. Antara Sidoarjo dan Bangkalan. Mereka mengirimkan masing-masing tiga pecatur di babak final nomor terakhir, sementara Kota Malang tidak memiliki wakil,” ujar Junaidi Harahap ketika ditemui di Arayanna Hotel & Resort, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jumat (15/9/2023).

Terbukti, dengan perolehan 15 poin, Sidoarjo berhasil mengamankan gelar juara umum cabor catur pada Porprov VIII Jatim. Para pecatur Sidoarjo menyumbangkan 1 emas, 4 perak dan 3 perunggu. Satu-satunya emas Sidoarjo dipersembahkan oleh Ananda Astri Harono yang turun di nomor Perorangan Putri Standar/Klasik yang berakhir petang ini.

Hasil ini membuat Sidoarjo menjadi raja catur di Porprov Jatim selama tiga kali beruntun. Masing-masing pada Porprov VI/2019, Porprov VII/2022 dan Porprov VIII/2023.

Sementara itu, Kota Malang yang sempat memimpin perolehan medali dan poin harus rela berada pada nomor urut ke-2 dengan mengantongi 2 emas dan 2 perunggu. Sedangkan posisi ketiga ditempati kontingen cabor catur dari Bangkalan dengan 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu.

Menempati posisi runner-up sudah sesuai target yang diusung Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Kota Malang sebelum tampil di Porprov VIII Jatim. Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Percasi Kota Malang Tatit Budisucahyo menilai penentuan juara umum cabor catur sulit untuk diprediksi karena perkembangan kekuatan kota/kabupaten yang merata.

Surabaya Pertahankan Juara Umum Shorinji Kempo Porprov VIII

0
Atlet-atlet Shorinji Kempo Kota Surabaya memamerkan medali yang diraih pada Porprov VIII/2023 Jatim. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Jombang – Keperkasaan Kota Surabaya di cabang olahraga (cabor) Shorinji Kempo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2023 Jawa Timur tak terbantahkan. Dengan perolehan 6 medali emas, 5 perak, dan 2 medali perunggu menjadikan Kota Pahlawan juara umum seni bela diri yang berasal dari Jepang tersebut.

“Capaian ini sesuai dengan target yang dicanangkan, yaitu enam medali emas. Terimakasih pada semua atlet yang sudah berjuang maksimal sehingga mendapat prestasi membanggakan ini,” ungkap Ermandaru, Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KONI Kota Surabaya di sela acara penutupan di Gelora Abi As’ad Unipdu, Jombang, Jumat (15/9/2023).

“Ke depan, untuk menyambut kejuaraan lain, termasuk nantinya Porprov IX/2025, kami akan langsung melakukan persiapan secara rutin. Karena daerah lain sudah mulai menunjukkan kualitas,” tambahnya.

Bagaimana tidak, posisi kedua yang ditempati Kabupaten Pasuruan menggondol 4 medali emas, 3 perak, 3 medali perunggu. Sementara Kabupaten Malang di posisi tiga meraup 2 medali emas, 7 perak, 3 medali perunggu.

Menariknya, komposisi para pemenang Shorinji Kempo di pesta olahraga dua tahunan Jatim ini mirip dengan gelaran sebelumnya. Pada Porprov VII/2022 lalu, Kota Surabaya yang keluar sebagai juara umum juga dikuntit Kabupaten Pasuruan dan dibayangi Kabupaten Malang.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Surabaya, Ambar Joko Santoso memastikan pihaknya akan berbenah. Dia menyebut akan memperkuat nomor-nomor yang lemah dalam perolehan medali.

“Di Porprov lalu, kami juara umum dengan meraih 9 emas, sekarang 6 emas, ini sudah sesuai target. Sekarang bisa dilihat persaingan semakin ketat. Karena itu, kami akan mengevaluasi. Terutama ditambah pelatih nomor randori atau perkelahian bebas. Kalau kerapian teknik dari dulu Surabaya selalu menang, tekniknya lebih bagus,” tegas Ambar Joko Santoso.

Hasil Akhir Shorinji Kempo Porprov VIII/2023 Jawa Timur

No.KontingenEmasPerakPerunggu
1.Kota Surabaya652
2.Kabupaten Pasuruan433
3.Kabupaten Malang273
4.Banyuwangi201
5.Jombang125
6.Kabupaten Mojokerto112
7.Kota Malang105
8.Jember102

Bidik PON 2028, ISSI Jatim Siapkan Pebalap Porprov 2023

0
Para pebalap usia muda yang turun di Porprov VIII/2023 Jatim diproyeksikan untuk event PON 2028 mendatang. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Mojokerto Kabupaten – Penerapan batasan usia atlet yang bisa turun pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2023 Jawa Timur bukan tanpa alasan. Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jatim menetapkan regulasi itu sebagai bentuk pembinaan atlet sepeda untuk masa depan.

Ketua Pengprov ISSI Jatim, Wahid Wahyudi mengatakan, pebalap-pebalap yang turun di Porprov Jatim VIII/2023 ini merupakan aset masa depan untuk Jatim. Atlet yang tampil di ajang dua tahunan ini masih usia 16 tahun.

“Atlet ini (Porprov Jatim 2023) untuk masa depan Jatim. Untuk event-event nasional dan internasional,” sebut Wahid Wahyudi.

Baru pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, lanjutnya, atlet-atlet di Porprov VIII/2023 ini dapat menjadi kekuatan tim balap sepeda Jatim. Karena dia ingin pembinaan harus terus dilakukan dan disiapkan sejak usia muda.

“Untuk Porprov, (tampil) yang usia 16 tahun dan di PON (atlet) usia 21 tahun. Porprov inilah yang jadi ajang untuk pembinaan dan menyiapkan atlet balap sepeda Jatim kedepan,” ucap mantan Kepala Dinas Pendidikan Jatim ini.

Wahid Wahyudi menegaskan, balap sepeda Jatim ini menjadi barometer Indonesia. Sehingga Pengurus Besar ISSI, Pengprov ISSI Jawa Barat dan Pengprov ISSI Jateng menaruh perhatian besar dan belajar ke Jatim. Mereka turun langsung melihat dan memantau pelaksanaan balap sepeda di Porprov Jatim 2023.

Dengan adanya regulasi usia, menjadikan balap sepeda tidak ada lagi dominasi dari satu dua kabupaten/kota di Jatim. Hingga (15/9/2023), Kota Kediri masih memimpin perolehan medali sementara dengan 3 emas, 3 perak dan 1 perunggu.

“Seperti hari ini, Kabupaten Lumajang yang diprediksi sulit bersaing di nomor road race, ternyata bisa meraih dua medali perak di nomor road race beregu dan perorangan,” beber technical delegate cabor balap sepeda Porprov VIII Jatim Agus Teguh Stipan.

Perlombaan pun belum selesai dan semua kabupaten/kota masih berpeluang merebut juara umum. Satu nomor terakhir, yakni BMX bakal dilombakan di Kota Malang, Sabtu (16/9/2023) besok.

Untuk diketahui, cabang olahraga balap sepeda Porprov Jatim VIII/2023 memperebutkan sebanyak 22 medali emas. Nomor yang diperlombakan selain road race, yakni Criterium,Cross Country, ITT/TTT, dan Downhill yang digelar di berbagai lokasi di Kabupaten Mojokerto.

Individual Road Race Beregu Putra-Putri Surabaya Sabet 2 Emas

0
Technical Delegate Balap Sepeda Jatim, Agus Teguh Stipan (kanan) mendampingi Sekretaris Umum Pengprov ISSI Jatim, Surtiyono di garis finish di Pujasera Bendungan Jati, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jumat (15/9/2023) siang. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Mojokerto Kabupaten – Perolehan medali emas kontingen Kota Surabaya pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2023 Jawa Timur kembali bertambah. Para pebalap sepeda Kota Pahlawan menyumbangkan dua medali emas dari nomor Individual Road Race (IRR).

Penampilan dominan ditunjukkan Kota Surabaya sejak start dari Stadion Gajah Mada, Mojosari hingga finish di Pujasera Bendungan Jati, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jumat (15/9/2023) siang. Dimana mempertandingkan 4 nomor, yaitu 2 nomor IRR putra-putri dan nomor IRR putra-putri beregu.

Tim putra balap sepeda Surabaya yang terdiri Elang Ahmad Mirza, Barack Setyawan dan Yudistira Safa berhasil finish dengan total waktu 4 jam 15 menit. Mereka mengungguli tim Kota Malang dengan total waktu 4 jam 23 menit yang harus puas di posisi kedua dan tepat menguntit dibelakang ada Kabupaten Probolinggo dengan total waktu 4 jam 31 menit.

Sementara di sektor putri IRR beregu, Syahla Syafiah, Aulia Aydiah dan Arien Amartya berhasil meraih medali emas bagi Surabaya setelah finish dengan total waktu 2 Jam 41 menit. Pada posisi kedua ada Kabupaten Lumajang dengan total waktu 2 jam 58 menit.

Technical Delegate Balap Sepeda Jatim, Agus Teguh Stipan mengatakan, perolehan medali saat ini terlihat cukup merata di nomor balap sepeda, sehingga tidak ada lagi dominasi satu dua kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Terbukti seperti hari ini, Kabupaten Lumajang yang diprediksi sulit bersaing di nomor road race, ternyata bisa meraih dua medali perak di nomor road race beregu dan perorangan,” ujarnya disela upacara penghormatan pemenangan (UPP).

Ia juga mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya nomor balap sepeda yang dinilainya lancar dan sukses. “Support seluruh OPD Kabupaten Mojokerto, kepolisian, kodim hingga Linmas yang turut membantu kelancaran acara,” tambah Agus Teguh.

Selain mempertandingkan balap sepeda nomor IRR beregu, gelaran kali ini juga mempertandingkan nomor IRR perorangan putra-putri. Sektor putra perorangan, medali emas diraih Mirza Rabbani dari Kabupaten Banyuwangi dengan total waktu 1 jam 20 menit.

Medali perak diraih Muhammad Topan (Kabupaten Lumajang) dengan total waktu 1 jam 21 menit. Sementara medali perunggu diraih Sulthon Muhammad (Kota Madiun) dengan total waktu 1 jam 22 menit.

Sektor putri IRR perorangan, medali emas diraih Mila Safa (Kota Mojokerto) dengan total waktu 1 jam 15 menit. Posisi kedua dihuni Nuhayatuzzain (Tulungagung) dengan total waktu 1 jam 15 menit. Posisi ketiga diraih Diajeng Putri (Kabupaten Probolinggo) dengan total waktu 1 jam 17 menit.

Dari 22 nomor yang dipertandingkan di nomor balap sepeda, sudah 17 nomor dilalui, tinggal sejumlah nomor di BMX yang belum dilalui. Rencananya, nomor balap sepeda BMX akan digelar di Malang, Sabtu (16/9/2023) besok.

“Karena perlombaan belum usai, semua kontingen berpeluang menggeser posisi Kota Kediri yang berpeluang menjadi juara umum, yang saat ini memimpin perolehan medali sementara, yakni 3 emas 3 perak dan 1 perunggu,” tutup Agus Teguh.