Tuesday, July 28, 2026
Google search engine
Home Blog Page 238

Atlet Bondowoso Meninggal, Gubernur Minta Cabor Tinju Porprov VIII/2023 Jatim Dihentikan

0
Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil (kiri) bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat diwawancarai wartawan. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Kabar duka datang dari arena tinju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2023 Jawa Timur. Salah satu petinju asal Bondowoso, Farhat Mika Rahel Riyanto, dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Jombang, Selasa (12/9/2023) dini hari WIB.

Mengonfirmasi kabar tersebut, Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil membenarkan meninggalnya petinju asal Bondowoso dalam gelaran Porprov Jatim VIII/2023 di Jombang.

Nabil pun menyampaikan duka mendalam atas kematian atlet muda Bondowoso tersebut. “Ibu Gubernur dan seluruh pengurus KONI Jatim menyampaikan duka cita. Semoga almarhum diterima di tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggal diberi ketabahan,” ucapnya dalam rilis yang diterima laga.id siang ini.

Lebih lanjut Nabil menyebutkan, bahwa dari konfirmasi yang diberikan oleh delegasi teknik atau TD pertandingan tinju Porprov VIII/2023 Jatim, semua prosedur dan tahapan pertandingan sudah dilakukan. “Artinya, tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh pihak penyelenggara sebelum maupun saat pertandingan,” ujar Nabil.

Sementara itu, Bidang Hukum KONI Jatim Mustofa Abidin menambahkan, bahwa dari keterangan semua pihak, termasuk panitia penyelenggara pertandingan tinju Porprov VIII/2023 Jatim, bahwa semua sudah dilakukan sesuai ketentuan.

“Tidak ada aturan yang dilanggar, baik aturan pertandingan maupun aturan alat-alat kelengkapan pertadingan, dukungan medis juga siap. Penanganannya langsung, ada tenaga medis di sana, setelah itu diantarkan ke rumah sakit,” papar Mustofa.

“Dan sesampainya di sana, atlet tersebut langsung ditangani secara intensif sesuai dengan rilis yang diberikan pihak rumah sakit. Artinya, pertandingan itu digelar sesuai dengan ketentuan baik dari sisi penyelenggaraan dan jaminan keamanan dan keselamatan,” tambahnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, PB Porprov bersama sejumlah pengurus KONI Jatim melakukan takziah ke rumah duka di Bondowoso, dengan dipimpin langsung oleh Ketua PB Porprov VIII/2023 Jatim M. Ali Affandi LaNyalla Mattalitti.

Terkait kronologis kejadian, Nabil mengungkapkan, bahwa atlet tersebut tiba-tiba pingsan saat menjalani pertandingan melawan Kabupaten Blitar di babak delapan besar.

Saat pertandingan, dalam pertandingan yang berlangsung cukup ketat di ronde pertama dan kedua, Farhat sebenarnya unggul secara penilaian. Namun di ronde ketiga Farhat tiba-tiba pingsan.

Dari itu, kemudian, tim medis di lapangan langsung melakukan penanganan di tempat, dengan memberikan bantuan pernafasan dengan tabung oksigen yang sudah disiapkan oleh pihak panitia. Tapi karena kondisinya tak juga pulih, tim medis memutuskan untuk melarikan Farhat ke RSUD Jombang.

Tim dokter RS Jombang pun melakukan CT Scan, yang hasilnya ditemukan pendarahan di otak sang petinju. Dari situ, atlet tersebut kemudian dirawat di ruang ICU, namun sampai pukul 02.30 WIB kesadaran sang petinju juga pulih. Setelah ditunggu dua jam akhirnya atlet tersebut dinyatakan meninggal dunia.

“Tahapan standar keamanan, kesehatan, pertandingan sudah dipenuhi prosedurnya, termasuk kelayakan bertanding dilakukan. Mulai pemeriksaan kesehatan fisik dan catatan pertandingan sebelumnya sudah dicek. Timbang badan tidak akan dilakukan jika pemeriksaan kesehatannya tidak bagus. Sehingga pertandingan secara otomatis tidak bisa digelar kalau kondisi kesehatannya tidak baik,” jelas Nabil.

KONI Jatim sendiri telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam hal ini Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Melalui pesan yang disampaikan oleh orang nomor satu di Jatim itu, pertandingan cabor tinju Porprov Jatim VIII/2023 diminta untuk dihentikan.

“Pertandingan cabor tinju yang digelar di Jombang kami hentikan. Tidak ada kelanjutannya,” pungkas Nabil.

Rafael Struick Minta Timnas Indonsia Pantang Meremehkan Turkmenistan

0
Rafael Struick
Striker Timnas Indonesia, Rafael Struick. (dok. PSSI)

Laga.id, Jakarta – Penyerang Timnas Indonesia U-23, Rafael Struick, memberi peringatan terkait pentingnya laga melawan Turkmenkistan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, Selasa (12/9/2023). Struick ingin tim tidak meremehkan kekuatan lawan.

Pertandingan yang digelar di Stadion Manahan, Solo, itu akan menentukan laju Timnas Indonesia U-23 dan Turkmenistan ke Piala Asia U-23 2024. Keduanya berebut satu tiket lolos langsung ke turnamen yang akan digelar di Qatar.

Bila kalah, peluang ke Piala Asia U-23 2024 masih terbuka melalui jalur runner-up terbaik. Tersedia empat tiket yang akan diperebutkan delapan penghuni runner-up dari semua grup.

“Ini pertandingan yang sangat penting. Kami tidak boleh meremehkan mereka,” kata Rafael Struick.

Timnas Indonesia U-23 saat ini menjadi pemuncak klasemen sementara Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2024 dengan raihan tiga poin. Pasukan Shin Tae-yong unggul selisih gol dari Turkmenistan yang ada di urutan kedua.

Timnas U-23 cukup mengincar hasil imbang untuk bisa lolos langsung. Rafael Struick berharap, semua pemain yang diberi kepercayaan bermain memberikan kemampuan 100 persen.

“Kami harus serius dan memberikan kemampuan 100 persen dan berharap kami menang,” tegas pemain ADO Den Haag itu.

Rafael Struick mengakui, tak lupa melayangkan pujian untuk rekan setim, Ramadhan Sananta. Menurut Struick, Sananta adalah penyerang yang punya kualitas.

Penilaian itu diberikan setelah melihat kemampuan Sananta pada laga melawan Chinese Taipei. Saat itu, Sananta cukup sering mendapat ruang tembak di dalam kotak penalti.

“Ya, kemarin Sananta mencetak gol. Itu sangat bagus. Dia mendapatkan banyak peluang yang berarti dia sangat bagus ketika berada di kotak penalti,” tegas Struick.

Pemain keturunan Indonesia-Belanda ini juga memberi saran untuk Ramadhan Sananta agar berani berkarier di luar negeri. Menurut Rafael, rekan duetnya itu bisa mendapat banyak kesempatan jika bersedia memulai karier abroad.

“Saya sebetulnya tak begitu mengetahui soal kabar ini. Namun, menurut saya, jika Sananta mendapatkan peluang suatu saat nanti, dia harus mengambilnya,” ujar Struick.

“Sebab, jika bisa mendapat kesempatan berkarier di luar negeri, hal ini bakal menjadi kesempatan besar untuk mengembangkan kariernya,” jelas Struick.

Timnas Indonesia U-23 wajib mewaspadai Turkmenistan. Pasukan Shin Tae-yong diketahui berbekal catatan negatif jelang laga krusial tersebut.

Pertandingan ini menjadi pertemuan ketiga sepanjang sejarah buat Timnas Indonesia U-23 dan Turkmenistan. Sayang, Timnas U-23 membawa catatan negatif dari pertemuan pada masa lalu.

Timnas Indonesia U-23 belum pernah menang saat menghadapi Turkemnistan. Timnas U-23 kalah 1-3 dan 0-1 pada pertemuan di Kualifikasi Olimpiade 2012.

Demi Piala Asia U-23 2024, Timnas Indonesia Wajib Kalahkan Turkmenistan

0
Shin Tae-yong
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. (dok. PSSI)

Laga.id, Solo – Pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong, menegaskan bahwa kemenangan menjadi harga mati bagi anak asuhnya saat berjumpa Turkmenistan U-23 pada laga terakhir Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2024.

Misi wajib meraih kemenangan ini ditetapkan Shin Tae-yong saat Timnas Indonesia U-23 berduel melawan Turkmenistan pada laga yang akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Selasa (12/9/2023), pukul 19.00 WIB.

Sebetulnya, skuad Garuda Muda hanya membutuhkan minimal hasil imbang untuk bisa merebut tiket lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2024. Hal ini karena posisi Timnas Indonesia U-23 sebagai pemuncak klasemen sementara Grup K.

Rizky Ridho dan kawan-kawan memang mengoleksi tiga poin seperti Turkmenistan. Namun, mereka unggul selisih gol setelah berhasil mencukur Chinese Taipei U-23 sembilan gol tanpa balas. Sedangkan Turkmenistan hanya bisa menang 4-0.

Shin Tae-yong menegaskan, skuad Garuda Muda tak menargetkan hasil apa pun selain meraih kemenangan atas Turkmenistan. Dia mengatakan, target ini menjadi harga mati untuk lolos ke Piala Asia U-23 2024.

“Kami tidak memiliki target lain selain meraih kemenangan atas Turkmenistan. Jadi, kami wajib meraih kemenangan pada pertandingan besok,” kata Shin Tae-yong saat dijumpai awak media seusai latihan, Senin (11/9/2023).

“Dengan kemenangan ini, Timnas Indonesia U-23 bisa merebut tiket lolos untuk berpartisipasi di Piala Asia U-23 2024 yang berlangsung pada bulan April tahun depan,” imbuhnya.

Berbagai sorotan memang saat ini tengah diberikan kepada penyerang andalan Turkmenistan U-23, Samammet Hydyrow, Pemain bernomor punggung sebelas ini sukses mencetak tiga gol pada laga pertama.

Namun, Shin Tae-yong tak ingin ambil pusing. Pasalnya, Rizky Ridho dan kawan-kawan diyakini mampu bermain apik untuk bisa meredam berbagai potensi ancaman yang akan dihadirkan lawan.

“Memang pemain bernomor punggung sebelas harus diwaspadai ya. Dia bisa mencetak hattrick saat Turkmenistan menumbangkan Chinese Taipei U-23,” ujar bekas pelatih Timnas Korea Selatan itu.

“Pergerakannya sangat bagus. Dia sangat pintar saat mencari ruang di belakang. Namun, saya yakin para pemain bisa tampil baik pada pertandingan besok,” Shin Tae-yong melanjutkan.

Menjelang laga krusial melawan Turkmenistan pada pertandingan pamungkas Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, Timnas Indonesia U-23 menggelar sesi latihan terakhir di bawah komando Shin Tae-yong.

Sesi latihan yang berlangsung di Stadion Sriwedari, Solo, Senin (11/9/2023), ini dimulai sejak pukul 18.30 WIB. Selama materi utama diberikan, latihan ini digelar tertutup, termasuk untuk awak media.

Gondol Dua Emas, Kota Malang Optimistis Juara Umum Catur

0

Laga.id, Trawas – Kontingen cabang olahraga (cabor) catur Kota Malang saat ini sudah memperoleh empat medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2023 Jawa Timur. Pencapaian ini membuat mereka memuncaki klasemen perolehan medali yang mengisyaratkan Kota Malang memperoleh predikat juara umum.

Sampai Senin (11/9/2023) atau yang menyisakan satu nomor dengan pelaksanaan final Jumat (15/9/2023) mendatang, dalam klasemen sementara perolehan medali cabor catur, Kota Malang memimpin dengan dua medali emas dan dua perunggu dengan poin 10.

Mereka dibuntuti Lamongan yang telah mengumpulkan delapan poin hasil dari dua medali emas. Di posisi ketiga ada Sidoarjo yang mengemas tujuh poin setelah merebut dua perak dan tiga perunggu.

Tatit Budisucahyo, Ketua Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Kota Malang, mengatakan senang dengan prestasi yang dicapai pada Porprov VIII ini. Dia optimistis dapat mempertahankan posisi puncak klasemen sementara perolehan medali cabor catur.

“Alhamdulillah kami sangat bangga sekali dengan atlet-atlet catur Kota Malang. Kalau (Porprov) sebelumnya kami menjadi runner-up dengan tiga medali emas, untuk kali ini mungkin kami bisa di puncak,” ujar Tatit Budisucahyo usai prosesi upacara penghormatan pemenang (UPP) di Arayanna Hotel & Resort, Trawas, Kabupaten Mojokerto, sore tadi.

“(Belum juara) memang. Untuk besok kami akan berjuang lagi di nomor catur klasik. Sebenarnya saya mematok target masing-masing satu medali dari setiap nomor. Dengan hasil ini tetap kami syukuri,” lanjut peraih gelar Master Nasional (MN) catur tahun 2007 tersebut.

Sosok yang menjadi Ketua Percasi Kota Malang untuk tiga periode itu mengakui jika persaingan pada Porprov VIII lebih ketat ketimbang ajang serupa sebelumnya. Pasalnya, peserta kali ini tidak melalui Pra Porprov. Pada Porprov sebelumnya, Kota Malang dapat 3 emas, dua perak dan 1 perunggu.

“Penentuan juara umum cabor catur sebetulnya sulit untuk diprediksi, karena kekuatan setiap kontingen merata. Apalagi kali ini tidak ada Pra Porprov. Insya Allah bisa juara umum, paling tidak runner-up sesuai target KONI Kota Malang,” terang Tatit Budisucahyo.

Pada ajang Porprov VII, Kota Malang diperkuat 12 atlet catur. Untuk tim catur putra ada Fernanda Agus Saputra Pribadi, Javad Jadavari, Kurniawan Umbu Toda, Mousa Hamdalah, Nayaka Budhidarma, Paradigma Aldy Nurahman. Sementara itu di sektor putri terdiri dari Naurah Atikah Rabanni, Amelia Amanda, Ken Nahel Falsaveta, Nisrina Almira Tsabita, Titah Gayatri, dan Adhie Kharismatul Faj’ria.