Tuesday, July 28, 2026
Google search engine
Home Blog Page 252

Tidak Ada Euforia Berlebihan, Ini Alasan Persija

0
Persija Jakarta berhasil meraih kemenangan 1-0 melawan Persebaya di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Rabu (5/4/2023) malam. (Official Persija Jakarta)

Laga.id, Surabaya – Persija Jakarta berhasil mengakhiri catatan negatif ketika bersua Persebaya Surabaya sejak era Liga 1 2018. Mereka mengalahkan Persebaya dengan skor 1-0 saat bertandang ke Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Rabu (5/4/2023) malam.

Persija menang berkat gol tunggal Witan Sulaeman pada menit keenam setelah memaksimalkan umpan pendek dari Firza Andika. Kemenangan ini membuat tim berjulukan Macan Kemayoran tersebut akhirnya berhasil mengakhiri dua rekor buruk.

Selain memutus rekor buruk belum pernah menang melawan Persebaya sejak 2018, Persija juga mengakhiri rekor buruk saat melakoni laga tandang. Sebelumnya, dari tujuh laga tandang terakhir, tim asuhan Thomas Jens Uwe Doll itu kalah enam kali dan imbang sekali.

Meski sukses mengakhiri dua rekor buruk sekaligus, Persija enggan merayakan kemenangan karena mendengar kabar duka pasca pertandingan berakhir. Oleh karena itu, Riko Simanjuntak dkk. enggan merayakan kemenangan.

Diketahui setelah pertandingan berakhir, ibu dari Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca meninggal dunia. Sebelumnya, Persija juga didera kabar duka dari ayah striker mereka, Osvaldo Haay yang juga meninggal dunia.

Tak hanya itu, ibunda dari asisten pelatih Persija, Pasquale Rocco juga meninggal dunia, dan mengharuskan tangan kanan Thomas Doll itu kembali ke tempat asalnya di Italia.

“Saya tidak ingin membicarakan pertandingan pada hari ini, karena kami baru saja mendapatkan kabar setelah pertandingan bahwa ibu dari Presiden kami (Persija) Prapanca, meninggal,” ujar Thomas Doll, dalam konferensi pers usai pertandingan.

“Termasuk juga pemain kami, Osvado kehilangan ayahnya di pekan lalu dan ibu dari asisten pelatih kami (Pasquale Rocco) juga meninggal dunia, jadi ini momentum yang sangat menyedihkan,” tambah pelatih berkebangsaan Jerman itu.

Karena itu, meski menang, Thomas Doll merasa momen ini sangat sulit untuk membicarakan sepakbola. Dia lantas berharap semua pihak memahami mengapa dirinya tidak ingin membicarakan tentang pertandingan hari ini.

“Keluarga besar Persija selalu bersamanya. Kami dari seluruh tim berbelasungkawa,” pungkasnya.

Persebaya Gagal Lanjutkan Catatan Tak Pernah Kalah dari Persija

0
Para pemain Persebaya Surabaya berusaha menjebol gawang Persija Jakarta pada laga pekan ke-32 Liga 1 2022/2023 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, pada Rabu (5/4/2023) malam. (Laga.id/Fajar Kristanto)

Laga.id, Surabaya – Tren kemenangan Persebaya Surabaya pada dua laga terakhir Liga 1 2022/2023 terhenti. Persebaya harus takluk 0-1 dari Persija Jakarta lewat gol semata wayang Witan Sulaeman.

Kehilangan sejumlah pemain inti membuat permainan Persebaya di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, pada Rabu (5/4/2023) malam, terutama di lini tengah, tampak kocar-kacir.

Seperti diketahui, Persebaya kehilangan bek Riswan H. Lauhin. Ditambah dengan telah berakhirnya kontrak stopper Rizky Ridho Ramadhani dan bek kanan Koko Ari Araya.

Tak hanya itu, Bajol Ijo juga tidak bisa memainkan Jose Pedro Magalhaes Valente dan Sho Yamamoto karena terganjal akumulasi. Alhasil, permainan Persebaya nampak kurang berkembang, umpan-umpan terobosan hampir tak terarah sama sekali.

Sehingga aliran bola ke depan cukup minim. Akibatnya, Paulo Victor Costa Soares juga kurang mendapat peluang. Tak seperti kehadiran Ze Valente dan Sho Yamamoto yang dapat membuat lini tengah lebih aktif memberikan crossing kreatif untuk menemukan celah pertahanan lawan.

Persija sendiri mampu memaksimalkan krisis pemain yang dialami Persebaya. Dimana pemain berlabel timnas Indonesia, Witan Sulaeman, menjadi aktor utama di balik gol pembuka Persija ketika laga baru memasuki menit keenam.

Dalam posisi tertinggal, Persebaya lantas mencoba menebar sejumlah ancaman untuk mencetak gol penyeimbang. Namun, tak ada gol lain yang tercipta hingga wasit meniup peluit tanda turun minum.

Pada babak kedua, Persebaya lebih dulu mengambil inisiatif serangan. Bajol Ijo terus mencari celah di area pertahanan Persija. Akan tetapi, barisan pertahanan Macan Kemayoran, julukan Persija, tampak solid di bawah duet Ondrej Kudela dan Hansamu Yama Pranata.

Anak-anak asuh Aji Santoso tak kunjung bisa menembus pertahanan Persija hingga pertandingan berakhir. Berkat kemenangan ini, Persija sukses mengakhiri tren buruk kontra Persebaya yang telah terukir sejak 2018. Sebelumnya, Persebaya tak pernah kalah melawan tim ibu kota dalam 8 pertemuan terakhir di Liga 1.

Selain itu, kemenangan atas Persebaya juga membantu Persija yang menempati peringkat ketiga dengan koleksi 60 poin dari 32 laga untuk terus mengejar ketertinggalan poin dari Persib Bandung.

Sementara, Persebaya tertahan di peringkat kedelapan dengan koleksi 45 poin dari 31 pertandingan. Selanjutnya mereka akan meladeni tuan rumah Persis Solo, Sabtu (8/4) mendatang.

Skuad Persebaya Tak Full Team, Aji Santoso Siap Jaga Tren Kemenangan

0
Bek kiri Altariq Erfa Aqsal Ballah bertekad mengantarkan Persebaya Surabaya meraih kemenangan saat menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Rabu (5/4/2023) malam. (Laga.id/Fajar Kristanto)

Laga.id, Surabaya – Persebaya Surabaya akan menjamu Persija Jakarta pada pekan ke-32 Liga 1 2022/2023 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Rabu (5/4/2023) malam. Persebaya ingin menjaga tren kemenangan pada dua laga terakhir.

Dua laga terakhir dilakoni Persebaya dengan kemenangan setelah sebelumnya gagal meraih poin penuh dalam enam laga beruntun. Green Force, julukan Persebaya, dipaksa menyerah empat kali dan dua kali imbang.

Persebaya saat ini menduduki posisi kedelapan klasemen dengan mengantongi 45 poin. Di sisi lain, Macan Kemayoran, julukan Persija, bertengger di peringkat ketiga klasemen dengan 57 poin.

Meski dari segi peringkat di klasemen sementara kalah, Persebaya tentu diunggulkan untuk pertandingan ini. Dari rekor pertemuan serta dukungan Bonek akan menambah daya gedor tim besutan Aji Santoso.

Persebaya dalam optimisme tinggi untuk mempertahankan rekor atas Persija. Ya, Persebaya tak terkalahkan di enam laga terakhirnya saat melawan Persija sejak Liga 1 2018.

“Yang penting di dalam setiap pertandingan adalah bagaimana setiap bertanding saya menginstrusikan kepada pemain untuk selalu maksimal,” kata Aji Santoso dalam sesi jumpa pers jelang pertandingan di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, (4/4/2023).

Terkait kondisi tim, mantan pelatih timnas Indonesia tersebut menyadari jika mereka memiliki nasib yang sama. Baik Persebaya dan Persija sama-sama kehilangan pemain inti karena akumulasi kartu dan cedera.

Namun, kondisi ini tidak membuat tim lawan jadi mudah dikalahkan. Aji Santoso menilai Persija tetap akan memainkan bola-bola pendek seperti biasanya.

“Saya sangat yakin meskipun beberapa pemain tidak ada, Persija akan memainkan seperti biasa yaitu dia memainkan bola-bola bawah. Mereka menggunakan passing dan pemainnya cukup agresif, tadi juga sudah dianalisa melalui vidio tentang bagaimana kekuatan Persija,” ujar pelatih berusia 52 tahun tersebut.

Sementara itu, pemain belakang Persebaya Altariq Erfa Aqsal Ballah menegaskan jika jika tim asal Kota Pahlawan ini sudah siap bertanding. Mereka masih mengincar kemenangan untuk bisa naik ke posisi lebih baik.

“Dari pemain semua sudah siap materi sudah diberikan semua oleh coach kepada pemain untuk laga nanti. Kita juga mengincar kemenangan untuk naik ke posisi atas, jadi semua siap untuk pertandingan ini,” tegas Alta Ballah.

Minim Dana, KONI Jatim Hanya Berangkatkan Peraih Emas dan Perak Pra PON

0
Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil. (Bidang Media dan Humas KONI Jawa Timur)

Laga.id, Surabaya – Akibat minimnya dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim tidak bisa mengikutsertakan banyak atlet untuk berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara.

Seperti diketahui, hibah untuk KONI Jatim di tahun 2023 hanya sebesar Rp 55 miliar. Dan ini jauh dari cukup untuk persiapan PON XXI/2024. Padahal pada gelaran PON XX/2021 Papua lalu, KONI Jatim mendapat anggaran sebesar Rp 218 miliar.

Nah, dengan anggaran yang minim, KONI Jatim hanya merekrut atlet-atlet yang benar-benar memiliki prestasi dan peluang besar meraih emas. Terutama, paling dekat adalah Pra PON. Artinya, KONI Jatim hanya akan mengirim atlet yang meraih emas dan perak di Pra PON.

“Yang kami fasilitasi adalah yang punya trek rekord meraih emas atau perak di PON Papua, kemudian emas dan perak di kejurnas dan atlet Pelatnas. Dengan berat hati, untuk atlet yang meraih perunggu tidak kami berangkatkan,” ungkap Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, Rabu (5/4/2023).

Menurutnya, kondisi anggaran yang seret membuat KONI Jatim harus melakukan penyesuaian anggaran untuk Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim. Terutama masalah bantuan keuangan atlet.

Tak hanya itu, program try out ke luar negeri seperti sebelumnya juga tidak ada. Namun, untuk kebutuhan peralatan akan diberi jika memang mendesak untuk diganti sesuai umur peralatan.

Kendati demikian, Muhammad Nabil berpesan kepada seluruh atlet dan pengurus cabang olahraga untuk tetap semangat mempersiapkan diri untuk menunjukkan prestasi terbaiknya. Dia menegaskan KONI Jatim tetap berusaha memaksimalkan potensi yang ada untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi.

“Hari ini harus yakin, harus optimistis tidak boleh mengurangi nyali dan semangat kita untuk mempersiapkan diri dan bertanding nanti. Yang jelas kalau perunggu tidak kita berangkatkan sebagai kontingen PON,” pinta mantan Komisioner KPU Jatim itu.

Sesuai jadwal yang sudah dirilis KONI Pusat, bulan September adalah batas akhir penyelenggaraan Pra PON. KONI Jatim sendiri menargetkan harus juara bukan hanya sekadar lolos. Khusus untuk Pra PON semua atlet termasuk non Puslatda akan dibantu pembiayaan untuk berangkat.