Tuesday, July 28, 2026
Google search engine
Home Blog Page 254

Jelang Pra-PON 2023, AFP Jatim Gelar Seleksi di Enam Kota/Kabupaten

0
Jajaran ofisial tim futsal Jawa Timur proyeksi PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara saat menggelar pertemuan di Surabaya. (Bidang Humas AFP Jatim)

Laga.id, Surabaya – Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Timur menggelar seleksi pemain untuk membentuk tim futsal. Seleksi pemain ini sebagai proyeksi menyambut gelaran Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara.

Langkah awal adalah bergerak membentuk tim futsal Jatim untuk Pra-PON 2023. AFP Jatim berencana menggelar seleksi yang digeber di enam kabupaten/kota se-Jatim mulai 11 Maret – 16 April mendatang.

Kabupaten Pamekasan, Madura, mendapat kesempatan pertama menjadi tuan rumah seleksi pemain, yakni pada Sabtu-Minggu (11-12/3/2023). Kemudian berlanjut di Banyuwangi, Sabtu-Minggu (18-19/2023)

Tulungagung juga kebagian menggelar seleksi pada Sabtu-Minggu (25-26/3/2023). Selepas itu giliran Magetan, Sabtu-Minggu (1-2/4/2023), dan Bojonegoro pada Sabtu-Minggu (8-9/4/2023). Rangkaian seleksi berakhir di Surabaya pada 15-16 April 2023.

“Seleksi pemain (futsal Pra-PON 2023) diadakan di enam kota di Jatim. Seleksi diawali dari Kabupaten Pamekasan dan terakhir di Surabaya,” sebut Ketua AFP Jatim, Dimas Bagus A Kurniawan, Kamis (9/3/2023).

Mekanismenya, masing-masing Asosiasi Futsal Kabupaten/Kota (AFK) diberi kuota sebanyak 10 pemain untuk dikirim ikut seleksi. Dimas Bagus berharap gelaran seleksi ini menjaring pemain-pemain berkualitas dan bisa diandalkan tim futsal Jatim pada Pra PON 2023.

Targetnya Jatim bisa lolos ke PON 2024. Jatim ingin memperbaiki catatan pada PON XX/2021 Papua yang gagal meraih medali. “Kami akan bekerja keras memberikan yang terbaik untuk Jatim,” tekad Dimas Bagus.

Seperti diketahui, AFP Jatim sudah memutuskan Arif Johan dan Eko M. Purbo sebagai manajer dan pelatih futsal proyeksi PON 2024. Keduanya akan dibantu beberapa staf, yakni Agus Himawan dan Ali Al Hamid (asisten pelatih), Dede Sulaiman (pelatih kiper) dan Ferry sebagai kit man tim futsal Jatim.

Tanpa Wildcard, KONI Jatim Target Cabor Loloskan Banyak Atlet

0
Direktur Badan Pelaksana (Bapel) Puslatda KONI Jatim, Irmantara Subagjo (kanan) didampingi Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jatim, Dudi Harjantoro. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur bertekad meloloskan banyak atlet ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara. Pasalnya, KONI Pusat mewacanakan menghapus wildcard pada PON mendatang.

Meski keputusan resmi dicabut atau tidak masih menunggu SK resmi, wacana tersebut sudah membuat KONI Jawa Timur ketar-ketir. Maklum, KONI Jatim tengah kesulitan lantaran anggaran yang minim.

Dengan anggaran yang minim, KONI Jatim hanya merekrut atlet-atlet yang benar-benar memiliki prestasi dan peluang besar meraih emas. Terutama, paling dekat adalah Pra PON.

“Yang kami fasilitasi adalah yang punya track record meraih emas atau perak di PON Papua, kemudian emas dan perak di kejurnas dan atlet Pelatnas,” ujar Direktur Badan Pelaksana (Bapel) Puslatda KONI Jatim, Irmantara Subagjo.

Menurutnya, Pra PON kali ini akan lebih berat. Sebab, tidak ada wildcard bagi peraih juara di PON Papua lalu, sehingga mereka harus turun mengikuti Pra PON untuk mencari tiket ke PON.

Semula, wildcard diberikan cabang olahraga (cabor) kepada atlet setiap provinsi yang meraih medali emas di gelaran PON sebelumnya. Tetapi di PON sekarang, yang bisa mendapatkan wildcard hanya atlet tuan rumah PON, Aceh dan Sumatera Utara.

Wildcard hanya untuk tuan rumah saja. Jadi Pra PON nanti semakin berat. Tapi, yang penting target kami di Pra PON ini harus bisa lolos sebanyak mungkin,” kata Ibag sapaan akrabnya.

Pria yang juga Dosen di Universitas Negeri Surabaya itu menegaskan, untuk Pra PON, semua atlet termasuk non Puslatda akan dibantu pembiayaan untuk berangkat. Dan yang paling penting pada Pra PON nanti, KONI Jatim menargetkan harus juara bukan hanya sekadar lolos.

“Dengan minimnya anggaran, KONI Jatim nantinya hanya mengirim atlet yang memiliki potensi besar juara saja saat PON. Artinya, pada saat Pra PON mereka harus juara atau medali emas. Kalau hanya sekadar lolos atau memenuhi kuota lolos PON, kemungkinan tidak akan diberangkatkan ke PON,” pungkas Ibag.

Persiapan Jatim Terancam, Anggaran KONI Jatim Tak Ada Seperempat dari DKI Jakarta

0
Direktur Badan Pelaksana (Bapel) Puslatda KONI Jatim, Irmantara Subagjo. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur kelimpungan. Dukungan anggaran untuk kontingen yang diproyeksikan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh dan Sumatera Utara sangat minim.

Diketahui, anggaran tahun 2023 merosot jauh ketimbang 2021 lalu. Dari penelusuran, anggaran KONI Jatim dari APBD 2023 yang diposkan ke Dispora Jatim hanya sebesar Rp 50 miliar.

Sedangkan di 2021 lalu, KONI Jatim mendapat anggaran sebesar Rp 218 miliar dari Pemprov Jatim, untuk mendukung kontingen berlaga di PON XX/2021 Papua.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, KONI Jatim menerima Rp 80 miliar pada anggaran tahun 2022 lalu. Pada tahun itu, KONI Jatim memiliki gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V/2022 di Jember, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo.

Jika membandingkan anggaran Jatim dengan daerah lain yang kerap menjadi pesaing di PON, ternyata berselisih sangat jauh. Misal, KONI DKI Jakarta yang mendapat dukungan anggaran tahun 2023 mencapai Rp 270 miliar.

Parahnya, anggaran KONI Jatim juga kalah dari KONI Bekasi yang mendapat dana hibah untuk tahun 2022 senilai Rp 53 miliar. Anggaran yang minim membuat persiapan Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim 100/V proyeksi PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara amburadul.

Alhasil, target untuk menyabet juara umum pada ajang olahraga se-Indonesia itu diperkirakan akan menemui kesulitan. Apalagi, KONI Jatim dihadapkan tantangan besar dalam target perolehan medali dengan bertambahnya jumlah nomor dari 681 nomor menjadi 1.033 nomor pertandingan.

Dikatakan Direktur Badan Pelaksana (Bapel) Puslatda KONI Jatim, Irmantara Subagjo, dengan terjun bebas nilai anggaran yang dikucurkan maka akan dilakukan penyesuaian program Puslatda Jatim 100/V ini.

Penyesuaian ini berdampak kepada uang pembinaan atlet, penyediaan sarana prasarana, hingga program latihan seperti try out ke luar negeri atau mendatangkan pelatih asing. Karena minimnya anggaran yang harus dibagi rata untuk pembinaan semua cabang olahraga yang harus bersiap untuk menjalani Pra PON.

“Untuk kali ini tidak ada training camp luar negeri dan mungkin juga bantuan untuk pelatih asing. Yang kami fasilitasi adalah yang punya track record meraih emas atau perak di PON Papua, kemudian emas dan perak di kejurnas dan atlet Pelatnas,” tegas pria yang akrab disapa Ibag tersebut.

Dengan keterbatasan yang ada saat ini, dia berharap tidak menyurutkan semangat para atlet untuk mempersiapkan diri dan harus menunjukkan prestasi terbaiknya. Harapan besar juga disampaikan kepada pengurus cabor untuk bisa memberi kontribusi lebih dalam pembinaan.

Misal dalam Puslatda satu cabor hanya ada tiga atlet puslatda, sedangkan atlet di luar Puslatda yang akan diikutkan Pra PON menjadi tanggung jawab dari cabor. “Bahkan kalau ada cabor yang ingin membiayai sendiri latihan ke luar negeri kami sangat senang,” pungkas Ibag.

Rakerda POSSI, Ketum KONI Jatim Puji Atlet Selam

0
Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil (berdiri) saat membuka Rakerda POSSI Jatim. (Tim Humas Pengprov POSSI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Capaian peselam Jawa Timur yang berhasil meraih prestasi di level nasional maupun internasional menuai pujian. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur Muhammad Nabil.

Menurut Nabil keberhasilan para atlet itu tentunya tidak lepas dari peran pengurus Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Timur. Selain itu, mereka juga memiliki tradisi bagus yakni mengikut kejuaraan dan menang. Indikatornya ada pada gelaran PON XX/2021 Papua.

Dimana dari 28 nomor yang di pertandingkan mampu meraih 13 medali emas hingga menjadi juara umum cabor selam di bawa kepimpinan Mierza Muttaqien.

“Dengan izin Allah, saya yakin POSSI Jatim mampu mempertahankan gelar juara umum cabor selam karena atlet-atlet selam Jatim saat ini menjadi tulang punggung tim selam nasional,” ujar Nabil saat membuka Rapat Kerja Daerah Pengprov POSSI Jawa Timur di Gedung Suhartatik KONI Jatim, Sabtu (18/02/2023).

Nabil menjelaskan Bahwa POSSI Jatim juga membawa nama baik di tingkat nasional. Pasalnya, atlet-atlet selam Jatim kerap menjadi andalan tim selam nasional Indonesia di arena SEA Games.

Buktinya, berhasil menyumbangkan 2 medali emas dari 3 medali emas yang di raih tim selam Indonesia. Dan pada SEA Games Kamboja, ada 9 atlet selam Jatim yang tergabung di tim nasional selam Indonesia.

Meski begitu, Nabil berharap pengurus POSSI Jatim juga mempersiapkan strategi untuk menghadapi PON XXI/2024 mendatang. Karena nomor di PON XXI di kurangi. Dari semula memperlombakan 28 nomor menjadi 25 nomor.

“Ini tentu perlu menjadi strategi POSSI Jatim untuk bisa mewujudkan mempertahankan gelar juara umum cabor selam di PON XXI mendatang,” harap Nabil.

Sementara itu, Ketua Umum POSSI Jatim Mierza Muttaqien berharap seluruh program dan kebijakan hasil rakerda 2023 dapat berjalan dengan memaksimalkan potensi yang ada.

Sehingga dapat mempersiapkan atlet-atlet menuju PON XXI dengan mengikuti Pra PON. Selain itu Pengprov POSSI mempersiapkan untuk Porprov Jatim

Mierza Muttaqien menerangkan maksud dan tujuan Rakerda yaitu untuk melaporkan berbagai aktivitas sebagai realisasi program kerja tahun 2023 dan bertujuan sebagai pedoman atau bahan bagi Pengprov POSSI Jatim dalam menentukan kebijaksanaan pembinaan masa kerja mendatang.

Lebih lanjut Mierza Muttaqien mengatakan pengurus sangat menentukan dalam menyusun program dan langkah-langkah pembinaan terhadap masing-masing atlet. “Terutama sekali program pembinaan berkelanjutan supaya kelak bisa dilahirkan atlit-atlit berprestasi mampu angkat bicara disetiap event,” pungkasnya.