Monday, July 27, 2026
Google search engine
Home Blog Page 26

Ditunjuk Gelar FIFA Series 2026, Erick Thohir: Bukti Timnas Masuk Peta Global

0
LEVEL TINGGI: Para pemain Timnas Indonesia usai memenangi laga melawan China pada Kualifikasi FIFA World Cup 2026 Asian di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 5 Juni 2025 lalu. Skuad Garuda bakal mengepakkan sayap di ajang FIFA Series 2026, Maret dan April mendatang. (Laga.id/istimewa Yasuyoshi Chiba/AFP via Getty Images)

Laga.id, Jakarta – Indonesia resmi ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah FIFA Series 2026. Gelaran ini rencananya berlangsung di Jakarta pada Maret 2026 mendatang.

Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang akan mengikuti FIFA Series 2026 di Jakarta. Tiga negara tersebut berasal dari konfederasi berbeda, yaitu: Bulgaria (UEFA), Kepulauan Solomon (OFC), dan St. Kitts and Nevis (CONCACAF).

Untuk diketahui, FIFA Series 2026 akan menampilkan 48 tim nasional yang terbagi ke dalam 12 grup, masing-masing berisi empat tim, dan akan digelar pada jendela pertandingan internasional bulan Maret dan April.

Sebelumnya, turnamen FIFA Series dikenal sebagai FIFA World Series. Gelaran ini merupakan ajang dua tahunan yang menghadirkan pertandingan persahabatan internasional antarnegara dari berbagai konfederasi. Ajang FIFA Series pertama kali digelar pada tahun 2024.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan kepercayaan FIFA terhadap Indonesia menjadi kesempatan langka yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menguji nyali dan kemampuan Timnas dengan lawan-lawan yang memiliki gaya bermain yang sama sekali berbeda.

“Menghadapi tim dari Eropa, Oseania, dan Amerika memberikan variasi gaya bermain yang sangat penting bagi perkembangan tim. Para pemain kita akan terbiasa secara mental dan kualitas teknis. Ini adalah ujian, sekaligus peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia,” ungkap Erick Thohir di Jakarta dilansir dari laman resmi PSSI, Senin (19/1/2026).

Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah tidak hanya menjadi bukti kepercayaan dunia terhadap kemampuan Indonesia menyelenggarakan event internasional, tetapi juga membuka peluang bagi Timnas Indonesia untuk berkembang ke level lebih tinggi.

Bagi Timnas Indonesia, turnamen ini menjadi ajang debut pelatih baru John Herdman untuk Skuad Garuda. Herdman, pelatih asal Inggris, resmi diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Selasa (13/1/2026) lalu.

Dari sisi peringkat FIFA, saat ini Indonesia berada di peringkat 122, Bulgaria di posisi ke-88, Kepulauan Solomon di peringkat 152, dan St. Kitts and Nevis di posisi 154. (*)

Unggul FC Malang Berpisah Dengan Pelatih Kiper, Ini Alasannya

0
Marco Dias. (Laga.id/istimewa Unggul FC)

Laga.id, Malang – Marco Dias tidak memperpanjang kontraknya sebagai pelatih kiper Unggul FC Malang di tengah musim Pro Futsal League 2025-2026. Beruntung, mereka masih memiliki satu pelatih kiper lain.

Diketahui pelatih asal Portugal itu gabung Unggul FC sejak awal putaran kedua Pro Futsal League 2023-2024. Bertahan selama dua tahun atau tiga musim yang berbeda, Marco akhirnya bersepakat tak melanjutkan kontraknya yang berakhir.

Manajer Tim Unggul FC, Usa Laksono memastikan kebersamaan Marco dengan klub futsal kebanggaan Arek-arek Malang telah resmi berakhir untuk putaran kedua ini. Kariernya dalam mendampingi Pelatih Kepala Andre Brocanelo tak akan berlanjut selepas libur tengah musim ini.

“Kami telah bersepakat dengan Coach Marco untuk tidak melanjutkan kontrak setelah berakhir di tengah musim ini. Manajemen Unggul FC menyampaikan terima kasih banyak atas dedikasinya di sepanjang kebersamaan di staf kepelatihan tim ini,” kata Usa dalam keterangan resmi yang diterima Laga.id, Senin (19/1/2026).

Dengan keluarnya Marco, tentu meninggalkan celah di posisi pelatih kiper Unggul FC. Namun, Usa memastikan tidak akan ada sosok baru yang menggantikan posisi tersebut.

Kehilangan Marco, Unggul FC masih punya satu pelatih kiper lainnya. Posisi pelatih kiper di putaran kedua akan ditempati Hendy Romadhon yang sejak lama menjadi bagian dari tim kepelatihan Unggul FC.

“Kita kan punya dua pelatih kiper. Dengan keluarnya Coach Marco, kami akan memaksimalkan tenaga Coach Hendy sebagai pelatih kiper di putaran kedua,” pungkas manajer asli Malang ini. (*)

Tumbangkan Juara Bertahan 1-3, GPPI Raih Kemenangan Ketiga Beruntun

0
MENGUASAI PERMAINAN: Kombinasi pemain asing dan lokal GPPI mampu meredam ketangguhan juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro. Tim asal Kota Pudak itu menang atas JPE dengan skor meyakinkan di GOR Voli Indoor Sport Center Sumut, Deli Serdang, kemarin. (Laga.id/istimewa Proliga)

Laga.id, Deli Serdang – Poin penuh kembali diraih Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPPI) dalam lanjutan Proliga 2026. Tak tanggung-tanggung, mereka berhasil menumbangkan juara bertahan, Jakarta Pertamina Enduro (JPE).

GPPI menang atas JPE dengan skor meyakinkan 3-1 (25-17, 23-25, 25-18, 25-20) di GOR Voli Indoor Sport Center Sumut, Deli Serdang, Minggu (18/1/2026). Kemenangan ini menjadi bukti solidnya koordinasi antara pemain lokal dan legiun asing GPPI dalam meredam agresivitas Megawati Hangestri dan kawan-kawan.

GPPI langsung tancap gas sejak peluit awal dibunyikan. Tim asal Gresik itu sempat memimpin jauh 15-9 di pertengahan set pertama. Upaya dari JPE mencoba mengejar melalui aksi Megawati Hangestri dan Wilma Salas tak tercapai.

GPPI mampu menjaga keunggulan hingga kedudukan 24-17. Set pertama akhirnya ditutup dengan eksekusi cerdik “bola jangkit” dari Geofani yang mengubah skor menjadi 25-17.

Memasuki set kedua, tensi pertandingan meningkat. JPE yang dimotori Tisya Amallya mulai menemukan ritme permainan. JPE tampil lebih fokus dan mengunci set kedua dengan skor 25-23, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

GPPI langsung menekan setelah kehilangan set kedua dan unggul jauh 8-2 pada awal set ketiga berkat rentetan spike dan blok dari Oleksandra Bytsenko. Bahkan, JPE kesulitan keluar dari tekanan. Hingga akhirnya spike keras Mitchem akhirnya menyudahi set ketiga dengan skor 25-18 untuk keunggulan GPPI 2-1.

Pada set keempat, GPPI tertinggal 6-10 di awal set. Namun, GPPI perlahan bangkit dan menipiskan skor menjadi 12-11. Momentum berbalik lantaran upaya tekanan bertubi-tubi dari JPE di akhir set selalu kandas. GPPI pun menyegel kemenangan dengan skor 25-20.

Kemenangan GPPI ini menunjukkan kematangan mental, terutama saat tertinggal di awal set keempat. Di sisi lain, kekalahan menjadi catatan evaluasi bagi JPE, terutama dalam menjaga konsistensi pertahanan saat menghadapi serangan balik cepat.

Pelatih GPPI Allesandro Lodi mengatakan kalau dia sudah mempelajari kelebihan dan kekurangan lawannya sebelum ini. “Kami sudah tahu kelebihan dan kekurangan Pertamina. Setiap bermain, kami pelajari,” terang pelatih asal Italia itu. (*)

Wadah Atlet Muda Potensial, Ribuan Karateka Ikuti Kejurprov INKAI Jatim

0
PEMBINAAN: Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil saat menghadiri Kejuprov INKAI Jatim di GOR Pancasila, Surabaya siang tadi WIB. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Surabaya – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Karate Institut Karate-do Indonesia (INKAI) Jawa Timur banjir peserta. Sebanyak 1.565 atlet karate dari 34 provinsi di Jatim serta alfiliasi Akademi Angkatan Laut (AAL) serta Kodam V/Brawijaya ambil bagian pada ajang yang dihelat di GOR Pancasila, Surabaya, 17-18 Januari.

Ketua Panitia Pelaksana Kejurprov Karate INKAI Jatim menyatakan ajang ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi, juga menjadi bagian penting dalam proses pembibitan dan pembinaan. Sebab, atlet-atlet karate di provinsi ujung timur Pulau Jawa ini dipersiapkan berkiprah di ajang nasional maupun internasional.

“Kejurprov ini sebagai persiapan menuju kejuaraan nasional yang akan digelar pada April dan Juni mendatang. Tujuan Kejuaraan ini adalah mencari juara sejati di tingkat Jatim,” ujar Andi, Sabtu (17/1/2026).

Sementara itu, Ketua Pengprov INKAI Jatim Suyanto Kasdi mengatakan kejuaraan ini mempertandingkan total 1.883 kelas pertandingan, yang terdiri dari 992 kelas open perorangan, 65 kelas open beregu, serta 826 kelas festival. Para atlet bertanding di kelas pra-dini, dini, pemula hingga senior, serta kelas festival.

“Kita mengusung motivasi dan program baru untuk melahirkan talenta-talenta muda yang bisa menggantikan para seniornya. Saya ingin jawa timur memiliki juara-juara baru di Asian Games serta SEA Games,” ungkapnya.

Jatim saat ini memiliki atlet berprestasi di level internasional, seperti Joshua Kandau, peraih merali emas SEA Games 2025 lalu, serta Rifki Ardiansyah Arrosyiid, peraih medali emas Asian Games 2018 silam. Sementara dikategori putri, nama Aura Sinta berhasil meraih medali emas pada kelas kumite +68 Kilogram Junior Putri di Kejuaraan Asian Karate Federation (AKF) di China pada 2025 lalu.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim Muhammad Nabil mengapresiasi event kompetisi tersebut. Ia berpesan agar atlet berprestasi mendapat pembinaan secara berkelanjutan.

“Saya berharap ini sebagai trigger buat teman-teman yang lain, atlet-atlet yang lain dan kita masih punya harapan besar karena ini cabor populer tapi kita memang belum punya prestasi yang sangat menjanjikan karena itu event-event seperti ini pasti kita apresiasi,” kata Nabil.

Nabil berpesan agar tim pemantau bakat internal INKAI Jatim melakukan seleksi dan pembinaan berkelanjutan. Ia juga menekankan penting menjaga standarisasi fisik bagi karateka, seperti VO2 max, kecepatan dan kekuatan dalam menjaring atlet potensial.

“KONI Jatim merekomendasikan cabor bela diri setidaknya melaksanakan kejuaraan tingkat provinsi empat kali setahun. Atlet tidak bisa hanya kuat di latihan, mereka harus kuat di pertandingan untuk menjadi atlet standar dunia yang memperkuat Jatim,” tutupnya. (*)