Tuesday, July 28, 2026
Google search engine
Home Blog Page 28

Ini Dia Profil Cesar Meylan, Staf Anyar Kepelatihan Timnas Indonesia

0
PERAN STAFF: Mantan director of performance Toronto FC, klub MLS, Cesar Meylan bakal mendapat peran dalam staf kepelatihan di bawah arahan John Herdman yang merupakan arsitek Timnas Inodnesia. (Laga.id/istimewa Howard Smith/ISI Photos via Getty Images)

Laga.id, Jakarta – Cesar Meylan resmi bergabung dalam jajaran staf kepelatihan Timnas Indonesia di bawah arahan John Herdman. Kehadiran Cesar diharapkan dapat meningkatkan kualitas performa fisik, penerapan sains olahraga, serta pengelolaan kebugaran pemain tim nasional secara menyeluruh.

Dilansir dari laman kitagaruda.id, Cesar Meylan merupakan pria kelahiran Lausanne, Swiss, pada 22 November 1984, dan tercatat sebagai warga negara Kanada.

Ia dikenal sebagai praktisi performa fisik dan sains olahraga dengan pengalaman lebih dari dua dekade di level klub profesional, tim nasional, serta dunia akademik internasional.

Karier internasional Cesar mencakup peran penting di berbagai federasi dan klub. Ia pernah memperkuat Timnas Putri Selandia Baru (2010-2011) sebagai Physical Performance Coach, kemudian menjadi Physical Performance Lead di Timnas Putri Kanada (2011-2018).

Selanjutnya, ia terlibat bersama Timnas Putra Kanada (2018-2023) sebagai Head of Athletic Performance sebelum menjabat sebagai Director of Performance Toronto FC (2023-2025) di kompetisi Major League Soccer (MLS).

Tak cuma itu, Cesar juga aktif sebagai Adjunct Professor di University of British Columbia, berkontribusi dalam bidang pendidikan dan riset sains olahraga.

Pengalamannya di level kompetisi tertinggi dunia juga sangat luas. Cesar terlibat dalam Piala Dunia Putra 2022 bersama Timnas Kanada, tiga Piala Dunia Putri, serta tiga edisi Olimpiade, dan telah menangani lebih dari 200 pertandingan internasional.

Bersama tim yang dibinanya, ia turut meraih medali emas Olimpiade Rio 2016 (Timnas Putri Kanada) dan medali emas Olimpiade Tokyo 2020, serta membawa Timnas Putra Kanada menjadi juara di Kualifikasi Piala Dunia 2022 (CONCACAF).

Atas dedikasinya di bidang sains olahraga, Cesar pernah menerima penghargaan Canada Sport Scientist of the Year 2021, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya terhadap pengembangan performa atlet elite di Kanada.

Dengan pengalaman lintas benua dan pendekatan berbasis sains olahraga, Cesar Meylan diharapkan dapat mendukung kerja tim kepelatihan dalam meningkatkan kualitas persiapan dan pengelolaan performa Timnas Indonesia di bawah arahan John Herdman.

Profil dan Latar Belakang:
Cesar Meylan
Lahir di Lausanne, Swiss, 22 November 1984
Warga negara Kanada

Pengalaman Profesional Utama:
Timnas Putri Selandia Baru (2010-2011); Physical Performance Coach
Timnas Putri Kanada (2011-2018); Physical Performance Lead
Timnas Putra Kanada (2018-2023); Head of Athletic Performance
Toronto FC (2023-2025, MLS); Director of Performance

Pengalaman Turnamen Internasional:
Piala Dunia Putra 2022 (Timnas Kanada)
3 edisi Piala Dunia Putri
3 edisi Olimpiade
>200 pertandingan internasional elite

Capaian Bersama Tim:
Emas Olimpiade Rio 2016 – Timnas Putri Kanada
Emas Olimpiade Tokyo 2020 – Timnas Putri Kanada
Juara Kualifikasi Piala Dunia 2022 (CONCACAF) – Timnas Putra Kanada. (*)

Waduh, Dipermalukan Brighton 1-2, Manchester United Dipastikan Nirgelar

0
LESU: Bruno Fernandes bersama para pemain Manchester United lainnya tampak tak percaya usai takluk 1-2 dari Brighton pada babak ketiga FA Cup di Old Trafford, dini hari tadi WIB. (Laga.id/istimewa Martin Rickett/PA Images via Getty Images)

Laga.id, Manchester – Krisis tampaknya belum beranjak dari Manchester United. Setan Merah dipastikan tersingkir dari ajang babak ketiga FA Cup setelah kalah 1-2 dari Brighton & Hove Albion di Old Trafford, Senin (12/1/2025) dini hari WIB.

Sejatinya, Manchester United sempat menang 4-2 atas Brighton di awal musim ini di Premier League. Hanya saja, bermain tanpa pelatih permanen pasca pemecatan Ruben Amorim, Red Devils malah kalah 1-2 dari Brighton.

Ironisnya, pertandingan ini disaksikan langsung oleh Sir Alex Ferguson dari tribun direktur. Padahal, Manchester United yang dipimpin oleh pelatih sementara Darren Fletcher menurunkan pemain-pemain terbaik seperti Bruno Fernandes, Matheus Cunha, hingga Lisandro Martinez.

Parahnya, MU bahkan tertinggal 0-2 lebih dulu lewat gol Brajan Gruda di menit ke-12 dan Danny Welbeck di menit ke-64. Tak hanya itu, MU punya 60 persen penguasaan bola dengan total 19 tendangan, tujuh tepat sasaran.

Dimana Benjamin Sesko sempat memperkecil kedudukan menjadi 1-2 lewat gol balasan di menit ke-85. Sayangnya, MU bermain dengan 10 pemain ketika produk akademi, Shea Lacey, menerima kartu merah di menit 90.

Alhasil, harapan MU untuk dapat mencetak gol tambahan sirna dan mereka harus mengakui keunggulan Brighton. Bruno Fernandes dkk. harus bertekuk lutut dengan skor 1-2 di depan pendukung sendiri.

Hasil negatif ini menjadi catatan rekor buruk bagi Man United yang untuk pertama kalinya sejak musim 1981-1982 tersingkir di babak awal pada dua kompetisi piala domestik secara bersamaan. Sebelumnya, mereka juga tersingkir dini di League Cup kontra Grimsby Town. Praktis Man United kali ini memastikan mengakhiri musim tanpa gelar.

Situasi ini juga semakin mempertegas kemerosotan performa Man United di era modern. Pasalnya, mereka yang kini tertahan di posisi ketujuh klasemen Premier League hanya mampu memetik satu kemenangan dari tujuh laga terakhir di semua kompetisi.

Data Fakta Pertandingan
Statistik Pertandingan
Manchester United – Brighton & Hove Albion
Goal: 1-2
Total Shots: 19-13
Shots on Target: 8-4
Posession: 60%-40%
Fouls: 11-15
Offsides: 5-4
Yellow Cards: 4-1
Red Cards: 1-0
Penonton: n/a

Susunan Pemain
Manchester United: 31-Senne Lammens; 2-Diogo Dalot, 15-Leny Yoro, 6-Lisandro Martinez (5-Harry Maguire 72′), 13-Patrick Dorgu; 25-Manuel Ugarte (18-Casemiro 79′), 37-Kobbie Mainoo (11-Joshua Zirkzee 62′); 7-Mason Mount (61-Shea Lacey 62′), 8-Bruno Fernandes, 10-Matheus Cunha; 30-Benjamin Sesko.
Pelatih: Darren Fletcher.

Brighton & Hove Albion: 23-Jasen Steele; 34-Joel Veltman (Yasin Ayari 77′), 21-Olivier Boscagli, 42-Diego Coppola, 24-Ferdi Kadioglu; 30-Pascal Gross, 13-Jack Hinshelwood; 8-Brajan Gruda (14-Tim Watson 90+2′), 25-Diego Gomez (6-Jan Paul van Hecke 77′), 10-Georginio Rutter (19-Charalambos Kostoulas 83′); 18-Danny Welbeck (22-Kaoru Mitoma 78′).
Pelatih: Fabian Hurzeler. (*)

Bungkam Real Madrid 3-2, Barcelona Sukses Pertahankan Gelar

0
PESTA JUARA: Barcelona berhasil mengangkat trofi Spanish Super Cup setelah menang atas rivalnya, Real Madrid, dengan skor 3-2 pada laga final di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, dini hari tadi WIB. (Laga.id/istimewa Jose Breton/Pics Action/NurPhoto via Getty Images)

Laga.id, Jeddah – Barcelona berhasil membuat Real Madrid kembali menelan pil pahit kekalahan di final Spanish Super Cup. Hasil ini bak deja vu dari musim lalu.

Barcelona mengalahkan Los Blancos dengan skor 3-2 di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Senin (12/1/2025) dini hari WIB. Hasil tersebut, membuat Barcelona mempertahankan titel dan kembali menang atas Madrid setelah sempat kalah di awal musim ini di ajang LaLiga.

Pertandingan juga berjalan dengan intens tinggi. Barcelona, yang bermain dengan formasi 4-3-3, unggul terlebih dahulu kala laga berjalan 36 menit.

Raphinha menyelesaikan serangan cepat timnya dengan sepakan yang melewati kaki Aurelien Tchouameni. Hanya saja, Madrid tidak tinggal diam dan membalasnya sebelum turun minum.

Pemain bertahan Blaugrana, Jules Kounde, tak sanggup menghentikan aksi individu striker Vinicius Junior. Pemain asal Brasil itu menyelesaikannya dengan gol ke gawang yang dijaga Joan Garcia di menit 45+2.

Menariknya, dua gol tercipta pada menit tambahan waktu yang berjalan intens. Padahal pertandingan tampak akan berakhir dengan skor 1-1 di paro pertama.

Barcelona kembali unggul melalui kaki Robert Lewandowski usai menerima umpan terukur dari Pedri mampu menaklukkan kiper Thibaut Courtois. Namun, Madrid meresponsnya lewat Gonzalo Garcia memanfaatkan kemelut di kotak penalti Barcelona di menit 45+7. Skor berakhir imbang 2-2.

Usai turun minum, tempo laga menurun karena kedua tim cenderung hati-hati agar tidak kebobolan gol. Dua tim raksasa Spanyol itu tetap berusaha mencetak gol kembali.

Meski begitu, Raphinha kembali jadi pahlawan bagi Barcelona. Tendangan kaki kanannya usai menerima bola dari operan Dani Olmo tidak dapat ditepis Thibaut Courtois di menit 73.

Frenkie de Jong diusir wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Kylian Mbappe di menit 90+1. Gelandang asal Belanda itu dinilai melakukan tekel berbahaya.

Barcelona akhirnya menang 3-2 atas Madrid dan sukses mempertahankan gelar Piala Super Spanyol. Selain menjadikan gelar ke-16 dan merupakan rekor perolehan terbanyak, Barcelona juga sukses membalas sakit hati dari hasil di ajang LaLiga.

Data Fakta Pertandingan
Statistik Pertandingan
Barcelona – Real Madrid
Goal: 3-2
Total Shots: 16-12
Shots on Target: 7-10
Posession: 68%-32%
Fouls: 18-12
Offsides: 1-0
Penonton: 62.345

Susunan Pemain
Barcelona: 13-Joan Garcia; 3-Alejandro Balde, 24-Eric Garcia (18-Gerard Martin 83′), 5-Pau Cubarsi, 23-Jules Kounde; 8-Pedri, 21-Frenkie de Jong (KM), 16-Fermin Lopez (20-Dani Olmo 67′); 11-Raphinha (14-Marcus Rashford 83′), 9-Robert Lewandowski (7-Ferran Torres 66′), 10-Lamine Yamal (4-Ronald Araujo 90+3′)
Pelatih: Hansi Flick

Real Madrid: 1-Thibaut Courtois; 18-Alvaro Carreras, 24-Dean Huijsen (4-David Alaba 76′), 17-Raul Asencio, 8-Federico Valverde (C) (15-Arda Guler 68′); 5-Jude Bellingham, 14-Aurelien Tchouameni, 6-Eduardo Camavinga (19-Dani Ceballos 83′); 7-Vinicius Junior (30-Franco Mastantuono 82′), 11-Rodrygo Goes, 16-Gonzalo Garcia (10-Kylian Mbappe 76′)
Pelatih: Xabi Alonso (*)

Dominan Sejak Set Pertama, GPPI Bungkam Medan Falcons

0
MENANG MUDAH: Aksi pemain voli putri Medi Yoku (kanan) yang turut membantu GPPI mengalahkan Medan Falcons pada laga pertama Proliga 2026 di GOR Ahmad Yani, Pontianak sore tadi. (Laga.id/istimewa Proliga 2026)

Laga.id, Pontianak – Langkah mulus mengawali perjalanan tim voli putri Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di Proliga 2026. Hasil positif ini menjadi penanda keseriusan GPPI dalam persaingan musim ini.

Tak tanggung-tanggung, GPPI tampil dominan dengan menundukkan Medan Falcons lewat kemenangan telak 3-0 (25-15, 25-10, 25-16) di GOR Ahmad Yani, Pontianak, Sabtu (10/1/2026). Sebaliknya, Falcons yang sempat digadang-gadang mampu memberi perlawanan justru kesulitan mengikuti ritme cepat permainan lawan.

Pada set pertama, GPPI langsung mengambil kendali pertandingan. Alur serangan yang dibangun Arnetta Putri berjalan efektif dan mampu dimaksimalkan Annie Mitchem serta Oleksandra Bytsenko. Tim asal Gresik tersebut unggul 25-15.

Upaya Falcons meredam serangan GPPI belum membuahkan hasil di set kedua. GPPI menunjukkan permainan di depan net yang solid membuat serangan Falcons sering terhenti. Ditambah banyaknya kesalahan sendiri, Falcons tertinggal jauh hingga set kedua ditutup dengan skor mencolok 25-10.

Keunggulan tersebut berlanjut memasuki set ketiga. Perlawanan dari Falcons sempat muncul di awal set. Namun, kestabilan permainan GPPI kembali menjadi pembeda. Tim asal Gresik itu akhirnya memastikan kemenangan setelah menutup set ketiga dengan skor 25-16.

Pelatih GPPI, Alessandro Lodi, menilai kemenangan ini sebagai awal dari proses panjang di Proliga 2026. Ia menyebut timnya masih belum mencapai performa terbaik, meski sudah menunjukkan fokus dan sikap bermain yang baik.

“Sikap rendah hati tetap penting karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” terang pelatih asal Italia itu usai pertandingan.

Sementara itu, Mediol Stiovanny Yoku mengatakan seluruh pemain mampu tampil lepas dan disiplin sesuai tugas masing-masing. Mulai dari melakukan persiapan matang, termasuk mempelajari kekuatan Falcons.

“Puas dengan hasil akhir, tapi masih terdapat sejumlah kesalahan yang akan menjadi bahan evaluasi untuk laga berikutnya,” aku pemain yang dikenal dengan nama Medi Yoku itu. (*)