Tuesday, July 28, 2026
Google search engine
Home Blog Page 32

Cedera Bahu, Dani Olmo Jadi Tumbal Kemenangan Barcelona atas Atletico Madrid

0
SELEBRASI: Ekspresi pencetak gol keempat Spanyol Dani Olmo (10) saat mengalahkan Georgia pada laga 16 besar di Stadion RheinEnergie, Cologne, dini hari tadi WIB. (UEFA/AFP via Getty Images)

Laga.id, Jakarta – Kemenangan Barcelona dengan skor 3-1 atas Atletico Madrid di Camp Nou berubah menjadi cerita pahit setelah Dani Olmo mengalami cedera bahu. Insiden itu terjadi tepat setelah sang gelandang mencatatkan namanya di papan skor.

Olmo terjatuh dengan posisi yang kurang ideal usai melepaskan tembakan yang berbuah gol kedua untuk Barca. Ia kehilangan keseimbangan saat mendarat, hingga membuat tim medis langsung masuk ke lapangan untuk memberi pertolongan.

Tak butuh waktu lama, Barcelona mengonfirmasi kondisi sang pemain:

“Pemain tim utama Dani Olmo mengalami dislokasi bahu kiri dalam pertandingan pada Selasa melawan Atletico Madrid. Setelah menjalani tes, diputuskan untuk menjalani perawatan konservatif. Waktu pemulihan diperkirakan sekitar satu bulan.”

Laga sendiri berlangsung sengit sejak menit awal. Atletico Madrid sempat memimpin lebih dulu dan membuat tensi pertandingan meningkat sebelum Barcelona perlahan mengambil alih kontrol permainan.

Tim tamu membuka keunggulan pada 20 menit pertama melalui aksi Alex Baena. Penetrasinya diakhiri dengan sepakan mendatar yang tidak mampu dibendung Joan Garcia.

Barcelona merespons dengan permainan yang lebih rapi dan efektif. Kreativitas Pedri menjadi kunci, sebelum umpan terobosannya sukses dikonversi Raphinha menjadi gol penyama kedudukan.

Menjelang akhir babak pertama, Barcelona mendapat peluang emas lewat titik putih setelah Olmo dijatuhkan di kotak terlarang. Namun kesempatan itu terbuang sia-sia karena sepakan Robert Lewandowski melambung di atas mistar.

Memasuki babak kedua, tekanan Barcelona terus berlanjut hingga akhirnya Olmo mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti. Sayangnya, dalam proses tersebut ia justru mengalami cedera bahu dan terpaksa ditarik keluar lapangan.

Cedera ini memunculkan kekhawatiran karena Olmo pernah mengalami masalah serupa saat masih membela RB Leipzig. Waktu itu, ia bahkan harus menepi cukup lama usai menjalani operasi pada bahu yang sama.

Absennya Olmo menjadi tantangan baru bagi Hansi Flick yang sebelumnya juga kehilangan Fermin Lopez. Dengan terbatasnya opsi gelandang serang murni, Barcelona berpotensi melakukan penyesuaian posisi.

PSSI Kerucutkan Kandidat Pelatih Timnas, 2 Nama Segera Masuk Tahap Wawancara Final

0
PERSIAPAN: Timnas Indonesia saat menghadapi Australia pada lanjutan Kualifikasi World Cup 2026 Asia, Maret 2025 lalu. Skuad Garuda masih dipastikan menggelar satu laga FIFA Matchday pada September 2025 mendatang. (Laga.id/istimewa Saeed Khan/AFP via Getty Images)

Laga.id, Jakarta – Proses pencarian pelatih kepala Timnas Indonesia memasuki babak baru. Komite Eksekutif PSSI dikabarkan telah mengerucutkan pilihan menjadi dua kandidat utama.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh anggota Exco PSSI, Sumardji. Namun, ia masih belum bersedia membeberkan identitas dua pelatih yang akan masuk tahap pembahasan lebih lanjut.

“Kami akan pilih dua pelatih terlebih dahulu untuk dibahas lebih detail. Ya, tunggu saja (nama-nama yang diwawancara) karena kami mau cari yang terbaik,” kata Sumardji seperti dikabarkan.

Sebelumnya, PSSI telah mengambil langkah aktif dengan mengirimkan tim khusus untuk melakukan wawancara kepada sejumlah calon pelatih Timnas Indonesia.

Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, bersama dua anggota Exco, Endri Erawan dan Muhammad, dipercaya menjalankan proses tersebut secara langsung.

“Beberapa calon pelatih sudah di-interview oleh Alexander Zwiers dan Pak Muhammad serta Endri Erawan. Nanti setelah bertiga itu kembali ke Indonesia, baru kami akan gelar rapat Exco PSSI,” ucap Sumardji.

“Jadi nanti akan ada rankingnya dari satu sampai lima, siapa urutan yang terbaik. Setelah itu kami bahas bersama-sama dalam rapat Exco PSSI,” imbuhnya.

Artinya, setiap kandidat akan dinilai secara objektif berdasarkan hasil wawancara dan berbagai pertimbangan teknis sebelum diputuskan dalam forum resmi federasi.

Seiring proses tersebut berjalan, sejumlah nama pelatih asing terus dikaitkan dengan kursi panas Timnas Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

Empat sosok yang paling sering disebut adalah Jesus Casas, Heimir Hallgrimsson, Giovanni Van Bronckhorst, dan John Herdman, yang kini masuk dalam radar kuat sebagai calon arsitek baru skuad Garuda.

Tok! Muhammad Nabil Calon Tunggal Bacaketum KONI Jatim

0
PENETAPAN: Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan, RB Zainal Arifin (dua dari kanan) memimpin rapat koordinasi penetapan Bacaketum KONI Jatim. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur resmi menetapkan Muhammad Nabil sebagai bakal calon ketua umum (Bacaketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Timur periode 2026-2030.

Dengan penetapan ini memastikan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jatim, Kamis (4/12/2025), di Surabaya akan menggelar pemilihan ketua umum dengan satu kandidat tunggal.

Keputusan ini tercantum dalam Surat Nomor 001/KPTS/PP-KONI/JTM/XI/2025 tentang Penetapan Bakal Calon Ketua Umum KONI Jawa Timur Periode 2026-2030 yang ditetapkan pada 1 Desember 2025.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan, RB Zainal Arifin, menyampaikan bahwa sepanjang masa sosialisasi hingga pendaftaran, hanya satu nama yang mengajukan diri dan memenuhi seluruh persyaratan, yakni Muhammad Nabil.

“Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi administrasi, kami menetapkan Muhammad Nabil sebagai bacaketum KONI Jatim,” kata Zainal, Senin (1/12/2025).

Zainal menegaskan bahwa Nabil telah melengkapi seluruh persyaratan sesuai Pasal 27 Ayat 1 AD/ART KONI. Dokumen yang diajukan antara lain:

1. Surat pernyataan bermeterai Rp10.000 terkait kesediaan, kesiapan, dan kesanggupan sebagai calon ketua umum.
2. Kesediaan memaparkan visi dan misi pada Sidang Pleno Musorprov KONI Jatim 2025.
3. Riwayat hidup, surat keterangan dokter, fotokopi KTP atau KK.
4. Surat kesanggupan berdomisili di Surabaya.
5. SKCK dan surat keterangan bebas narkoba.

Syarat dukungan minimal juga terpenuhi dengan margin besar. Zainal menyampaikan bahwa 38 KONI kabupaten/kota se-Jatim telah menyatakan dukungan resmi secara tertulis. Kemudian 67 pengurus cabang olahraga Provinsi dari 75 anggota KONI Jatim juga memberikan dukungan kepada Nabil.

“Dukungan ini menunjukkan kuatnya kepercayaan anggota kepada Pak Nabil untuk memimpin KONI Jatim pada periode 2026–2030,” ujarnya.

Setelah penetapan ini, hasil penjaringan dan penyaringan ini akan disampaikan kepada pimpinan sidang dalam Musorprov KONI Jatim. Dengan satu kandidat, penetapan Muhammad Nabil sebagai calon ketua umum diperkirakan berlangsung lancar, sebelum masuk ke agenda penyampaian visi-misi, pemilihan, dan penetapan resmi.

Musorprov menjadi momentum strategis bagi KONI Jatim untuk menentukan arah kebijakan olahraga provinsi dalam empat tahun ke depan dan memperkuat konsolidasi menuju event olahraga tingkat nasional. (*)

Minim Atlet Jadi Catatan, Cabor Bela Diri Diminta Gencarkan Pembinaan Berjenjang

0
Kabid Binpres KONI Jatim, Dudi Harjantoro. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mendorong seluruh cabang olahraga (cabor) beladiri meningkatkan intensitas pembinaan atlet. Langkah ini diambil untuk memastikan Jatim mampu memenuhi seluruh nomor pertandingan pada berbagai single event nasional maupun Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

Desakan ini muncul setelah evaluasi penampilan Jawa Timur pada PON Bela Diri 2025 di Kudus. Dari total 223 nomor yang dipertandingkan, Jatim hanya mampu mengirim 79 atlet. Kondisi tersebut membuat banyak nomor terpaksa dilepas sehingga potensi perolehan medali tidak maksimal.

Meski demikian, Jatim masih mampu membukukan pencapaian membanggakan usai membawa pulang 62 medali dengan rincian 32 emas, 17 perak, dan 13 perunggu. Hanya saja, menurut Kabid Binpres KONI Jatim, Dudi Harjantoro, hasil tersebut baru menggambarkan kemampuan maksimal dengan persiapan yang minim.

“Sudah kami evaluasi, dan hasilnya mereka sudah berjuang maksimal. Namun, ke depan kami harus lebih siap menghadapi BK PON dan PON,” ujar Dudi seusai rapat koordinasi dengan sejumlah pengurus cabor beladiri di Kantor KONI Jatim, Surabaya, Senin (24/11/2025).

Salah satu fokus utama pembenahan adalah memperkuat jumlah atlet di setiap cabor. Keterbatasan kuota pada PON Beladiri 2025 membuat Jatim tidak bisa mengikuti banyak nomor, namun demikian beberapa cabor beladiri di Jatim juga sedikit memiliki atlet yang bisa bersaing.

Sebut saja Sambo dan Kempo yang hanya mengirim satu atlet. Kondisi ini menjadi catatan serius, terutama karena peta kekuatan nasional di cabang beladiri semakin merata.

Jumlah atlet yang akan diberangkatkan ke PON selanjutnya, menurut Dudi, dapat bertambah asalkan memiliki prestasi konsisten di berbagai kejuaraan. Kejuaraan nasional (kejurnas) akan menjadi tolok ukur utama untuk menentukan kelayakan kelas maupun penambahan nomor.

“Melalui kejurnas nanti, kami akan melihat apakah sebuah cabor bisa menambah kelas atau tidak dalam menghadapi BK PON dan PON,” tuturnya.

Karena itu, KONI Jatim meminta para pelatih segera menyusun program latihan jangka pendek dan menengah, termasuk peningkatan kondisi fisik atlet yang dinilai masih menjadi kekurangan utama.

Di tengah upaya Jatim memperkuat pembinaan, sejumlah provinsi lain kini menunjukkan perkembangan pesat di cabang beladiri. Hal ini menjadi tantangan tambahan bagi Jatim menjelang PON 2028.

Dengan peta kekuatan yang semakin kompetitif ini, Jatim dituntut tidak hanya mempertahankan kualitas atlet unggulan, tetapi juga memperluas basis atlet agar bisa bertarung di seluruh nomor pertandingan.

Beberapa atlet Jatim dipastikan masih memiliki peluang tampil pada PON 2028. Namun, Dudi menegaskan bahwa tidak ada jaminan mereka otomatis diberangkatkan. Setiap cabor diwajibkan menerapkan sistem promosi dan degradasi yang dipantau langsung oleh KONI Jatim.

“Semua harus bersaing secara sehat. Hanya atlet terbaik yang akan berangkat,” tegasnya.

KONI Jatim berharap pembenahan ini tidak hanya memperkuat persaingan internal, tetapi juga memastikan Jawa Timur tetap menjadi salah satu provinsi terkuat dalam cabang olahraga beladiri pada PON mendatang. (*)