Wednesday, July 29, 2026
Google search engine
Home Blog Page 45

Alhamdulillah, Jatim Raih Emas Pertama PON Bela Diri 2025 dari Taekwondo

0
DULANG EMAS: Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil (kanan) bersama Rizki Anugrah Prasetyo dari cabor Taekwondo meraih medali emas pertama bagi kontingen Jatim pada perhelatan PON Bela Diri 2025, sore tadi WIB. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Kudus – Prestasi membanggakan ditorehkan atlet cabang olahraga (cabor) Taekwondo Jawa Timur Rizki Anugrah Prasetyo. Dia berhasil merebut medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah.

Atlet berusia 25 tahun itu membawa pulang medali emas Taekwondo di nomor senior +87kg putra yang dipertandingkan di Djarum Arena, Minggu (12/10/2025) sore. Rizki berhasil memenangkan pertandingan usai mengalahkan atlet Jawa Tengah, Hanindra Agung.

Prestasi ini diraih Rizki berkat kerja keras dalam berlatih dan persiapan matang sebelum PON Bela Diri 2025. Ini bukan kali pertama anggota Polri dari Polda Jatim itu menorehkan prestasi membanggakan. Sebelumnya, dia juga pernah meraih medali emas PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 dan medali perak PON XX Papua 2021.

“Alhamdulillah saya berhasil mempertahankan juara (medali emas) PON, kali ini di PON Bela Diri. Bagi saya, ajang ini menambah jam terbang dan sangat bagus karena semakin banyak bertanding akan memupuk pengalaman,” tegasnya ketika ditemui usai pertandingan.

Rizki mengaku bahwa persaingan di ajang ini sangat berat. Menurutnya, usia para peserta PON Bela Diri lebih muda dari dirinya.

“Lawan-lawannya baru, beda dengan PON sebelumnya. Rata-rata masih junior (berusia muda) jadi semangatnya begitu menggebu. Tapi karena saya yang lebih tua, saya termotivasi tidak mau kalah,” ungkap alumni SMAN 15 Surabaya itu.

Lebih lanjut Rizki mengaku merasa bangga bisa meraih medali emas untuk Jawa Timur. Menurutnya, prestasi ini menjadi modal berharga sebagai persiapan menuju PON XXII Nusa Tenggara 2028. (*)

Langsung Sengit, Hasil Drawing Tarung Derajat Jatim di PON Bela Diri 2025

0
DUKUNGAN: Bambang Haryo Soekartono, anggota Komisi VII DPR RI yang juga Ketua Umum Pengprov Kodrat Jatim bersama Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil menyambangi para atlet Tarung Derajat jelang terjun di PON Bela Diri 2025 yang berlatih di lapangan latihan KONI Jatim, Surabaya sore tadi WIB. (Laga.id/Dian Kurniawan)

Laga.id, Kudus – Hasil undian cabang olahraga (cabor) Tarung Derajat di Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 selesai digelar di Djarum Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (12/10/2025).

Pada babak penyisihan, salah satu petarung andalan Jawa Timur, M. Ikbar bakal langsung berhadapan dengan jagoan dari Jawa Barat, Diar Muhammad, di kelas tarung, 52-55kg.

Pertarungan Ikbar melawan Diar dipastikan bakal sengit. Keduanya punya pengalaman di PON Aceh. Bedanya, saat itu Ikbar berhasil menembus babak semifinal kelas 52-55kg. Sementara Diar, saat PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 tampil di kelas 49-52kg dan berhasil menembus babak final. Namun impiannya meraih emas kandas setelah kalah dari petarung Jatim, Satriawan.

“Ini akan menjadi pertandingan sengit di babak penyisihan. Di PON Bela Diri ini Diar turun kelas, sementara petarung kita Ikbar tetap di kelas yang sama seperti PON 2024. Semoga nanti hasil baik bisa diraih Ikbar,” ucap M. Muhsin, Manajer Tarung Derajat Jatim usai mengikuti drawing.

Sementara dua peraih medali emas bagi kontingen Jatim di PON 2024, Satriawan akan menghadapi atlet Sumatera Barat Abimanyu di kelas 49-52kg dan Pandu yang turun di kelas 55-58kg akan ditantang petarung Banten, M Ari. Sedangkan dua petarung debutan Jatim, Tangguh akan melawan M. Zaky dari Kaltim di 61-64kg dan Raynaldo duel melawan Laurensius, wakil NTT di kelas 64-67kg.

Di nomor tarung putri, andalan Jatim Syafira akan menghadapi Sari petarung dari Lampung di kelas 62-66kg. Jika tidak anggap enteng, Syarifa yang baru saja meraih medali emas di Pomnas 2025 bisa melenggang ke babak berikutnya. Sedangkan satu lagi atlet dari Jatim, Vina akan duel melawan Yunita, atlet Jambi di kelas 58-62kg.

Pada PON Bela Diri 2025 ini, total Jatim berkekuatan 12 atlet. Terdiri dari dari lima petarung putra dan dua petarung putri. Empat lainnya akan tampil di kelas seni. “Semua atlet dalam kondisi baik. Mohon doanya, semoga kita bisa bisa melawati babak penyisihan dengan baik,” timpal Bima, pelatih Jatim di kelas Tarung.

Hasil Drawing Tarung Derajat Jatim di PON Bela Diri 2025

Tarung Putra

49–52kg

Satriawan (Jatim) vs Abimanyu (Sumbar)

52–55kg

M. Ikbar (Jatim) vs Diar (Jabar)

55–58kg

Pandu (Jatim) vs M. Ari (Banten)

61–64kg

Tangguh (Jatim) vs M. Zaky (Kaltim)

64–67kg

Raynaldo (Jatim) vs Laurensius (NTT)

Tarung Putri

58–62kg

Vina vs Yunita (Jambi)

62–66kg

Syafira vs Sari (Lampung)

Seni Gerak

Tunggal Putra

Ego – No. urut 1

Tunggal Putri

Queen – No. urut 3

Getar berpasangan Putra

Ego, Putra – No. urut 5. (*)

Evan Dimas dan Ahmad Bustomi Tumbuhkan Semangat Pantang Menyerah di Simpati Class of Stars

0
DUKUNGAN: Evan Dimas (kiri) dan Ahmad Bustomi menjadi pelatih pada kegiatan coaching clinic Simpati Class of Star yang digagas Offside Corp di Stadion Polda Jatim, pagi tadi. (Laga.id/Aditya Wijaya)

Laga.id, Surabaya – Puluhan pesepakbola usia dini nampak antusias ambil bagian pada acara coaching clinic bertajuk Simpati Class of Stars di Stadion Polda Jatim, Sabtu (11/10/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh Offside Corp itu menghadirkan dua bintang sepak bola nasional, Evan Dimas dan Ahmad Bustomi.

Para peserta muda yang berusia 8 hingga 12 tahun itu juga belajar langsung dari Rendi Irwan yang pernah bermain di Persebaya turut hadir sebagai staff coach. Evan, Bustomi dan Rendi adalah para pemain berpengalaman yang telah malang melintang di dunia sepak bola Tanah Air.

“Program Simpati Class of Stars di Surabaya ini kami hadirkan untuk memberikan inspirasi dan pengalaman berbeda bagi anak-anak muda yang mencintai sepak bola. Kehadiran pemain sekelas Evan Dimas dan Ahmad Bustomi diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus berlatih dan berprestasi,” ujar Gilbert Garlycia, CEO Offside Corp.

“Kami juga berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan ini di berbagai kota lainnya sebagai wadah bagi generasi muda untuk bisa lebih dekat dengan para bintang sepak bola,” tambahnya.

Melalui sesi latihan dan interaksi langsung, para peserta diajak untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus menanamkan semangat sportivitas, disiplin, dan kerja sama tim, serta nilai-nilai penting dalam dunia sepak bola.

Baik Evan dan Bustomi, sama-sama ingin menanamkan nilai pantang menyerah kepada anak-anak. Termasuk nilai kekeluargaan antar pemain. Keduanya menegaskan golden ticket bukanlah segalanya.

Untuk diketahui, dari 40 peserta, hanya ada lima yang berhak mendapat golden ticket. Pemenang akan mengikuti coaching clinic dengan legenda timnas Prancis, Patrice Evra di Jakarta.

“Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari acara ini. Banyak anak-anak yang punya potensi luar biasa. Kehadiran Patrice Evra bulan November nanti juga sangat bagus untuk memotivasi mereka agar lebih giat berlatih dan bisa mendapatkan ilmu langsung dari legenda internasional,” ujar Bustomi.

Sementara itu, Evan menyampaikan beberapa pesan penting. Salah satunya adalah agar anak-anak terus belajar.

“Kalau gagal, jangan bersedih. Harus tetap berlatih lebih giat lagi agar bisa menjadi pemain profesional. Karena kegagalan bukanlah sebuah akhir,” tegas Evan.

Selain sesi pelatihan, acara ini juga menghadirkan sesi tanda tangan dan foto bersama, memberikan pengalaman spesial bagi para peserta untuk berinteraksi langsung dengan idola mereka. Para pelatih juga sempat bermain melawan peserta untuk meningkatkan rasa percaya diri dan rasa bersaing yang lebih tinggi, dalam hal tersebut para peserta memenangkan game melawan para pelatih.

Rangkaian Simpati Class of Stars merupakan bagian dari komitmen Offside Corp dalam mendukung pengembangan talenta muda di bidang sepak bola, tidak hanya menghadirkan bintang nasional, tetapi juga para bintang internasional. (*)

Matangkan Persiapan Akhir ke PON Bela Diri 2025, KONI Jatim Kirim 79 Atlet dan 23 Pelatih

0
TEKAD: Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil mengusung ambisi meraih prestasi meski jumlah kontingen minimalis untuk menghadapi PON Bela Diri 2025. (Laga.id/istimewa Bidang Media dan Humas KONI Jatim)

Laga.id, Surabaya – Persiapan akhir terus dimatangkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Kudus, 11-26 Oktober 2025. KONI Jatim memastikan kesiapan atlet, pelatih, dan layanan pendukung selama berlaga saat menggelar pertemuan koordinasi bersama sepuluh cabang olahraga (cabor) peserta.

Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, mengatakan pihaknya ingin memastikan seluruh cabor dalam kondisi prima menjelang keberangkatan. Selain mengevaluasi persiapan akhir dan kondisi atlet, KONI Jatim juga menyiapkan berbagai layanan logistik dan pendampingan untuk memperlancar kontingen selama di Kudus.

“Kami ingin mengetahui sejauh mana kesiapan akhir, kondisi para atlet, serta peluang yang dimiliki masing-masing cabang olahraga. Kami juga membahas layanan yang akan diberikan KONI kepada mereka selama PON berlangsung,” ujar Nabil di Kantor KONI Jatim, Surabaya, Rabu (8/10/2025).

Pada ajang PON Bela Diri 2025, Jatim akan mengirim 79 atlet dan 23 pelatih. Seluruhnya direkrut berdasarkan hasil PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 serta performa dalam berbagai single event nasional dan internasional.

Nabil menegaskan, proses seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan hanya atlet terbaik yang memperkuat kontingen Jatim. “Kami sangat selektif dalam melakukan rekrutmen karena target kami jelas: ingin menang,” tekadnya.

Nabil juga mengakui bahwa cabor bela diri sempat mengalami hasil kurang memuaskan dalam beberapa edisi PON sebelumnya. Karena itu, tim pelatih dan KONI Jatim melakukan pembenahan dengan fokus pada atlet yang memiliki rekam jejak prestasi dan konsistensi tinggi.

Meski jumlah kontingen tergolong minimalis, mantan Komisioner KPU Jatim itu optimistis para atlet dapat menunjukkan performa terbaiknya. Ia menilai ajang ini bukan sekadar persaingan gengsi antardaerah, tetapi juga momentum penting untuk memantau atlet potensial yang bisa mewakili Indonesia di kancah internasional.

“PON Beladiri ini juga menjadi ajang evaluasi untuk orientasi kami menuju PON 2028. Dari sini, kita bisa melihat mana yang perlu dipertahankan, mana yang perlu ditingkatkan, dan mana yang harus diperkuat. Semua itu akan menjadi acuan target medali ke depan,” jelas Nabil.

“Saya pikir orientasi kita jelas: emas dulu. Setelah itu, baru kita lihat prestasi-prestasi lainnya,” pungkasnya. (*)